
Uang sisa pemberian dari Julien's, mungkin cukup untuk Oscar membeli beberapa liter bensin. Mengingat bensinnya sudah mulai habis. Tapi hari ini, Oscar terpaksa harus berpuasa lagi. Tidak ada lagi uang untuk dirinya membeli makan.
Mungkin jika bensin dia penuh, dia bisa mencari seseorang yang hendak pergi kemana saja. Hingga dia bisa mendapatkan uang untuk nantinya membeli makan.
Tak jauh dari apartemen tempatnya tinggal. Berdiri sebuah bangunan yang menjadi tempat pengisian bahan bakar minyak. Hanya perlu membawa mobilnya berjalan puluh meter saja. Oscar sudah sampai di tempat pengisian bensin tersebut.
Antrian cukup panjang, terpaksa harus membuat Oscar menunggu cukup lama. Tapi ini sebanding dengan harga bensin yang ditawarkan. Disini cukup murah, sehingga Oscar bisa mengisi dengan cukup banyak. Tentu dengan harga yang tidak terlalu mahal.
Satu persatu mobil didepan Oscar bergerak untuk mengisi bensin. Begitu juga mobilnya yang terus merangsek maju menuju petugas pengisian. Oscar sudah tidak sabar untuk segera mengisi mobilnya dengan bensin. Dia ingin membawa mobilnya tersebut berkeliling kota Nice. Berharap ada seorang turis yang akan menyewa dirinya berkeliling kota.
Mobil Oscar akhirnya tiba di depan petugas pengisian bahan bakar itu. Oscar memberikan uang satu lembar yang dimilikinya pada petugas itu. Mengisi penuh mobil miliknya.
Tapi petugas itu kesulitan membuka tutup tempat pengisian bensin mobil miliknya. Hingga petugas itu meminta Oscar untuk membantunya membuka tutup tersebut. Dengan segera Oscar turun dari dalam mobilnya, untuk membantu petugas itu membuka tutup bensinnya tersebut.
Diwaktu dan tempat yang bersamaan, Thomas juga sedang mengisi bensin mobilnya. Dia melihat Oscar dari mobilnya. Dia yang ingin memastikan orang yang sedang mengisi bensin itu adalah Oscar, langsung turun dari mobilnya. Dia langsung menemui Oscar.
"Ternyata benar ini kamu Oscar." Ucap Thomas melepas kacamata hitam yang dikenakan olehnya.
__ADS_1
Oscar yang terkejut dengan kedatangan dari Thomas. Seketika gugup, mengingat Oscar membawa sebuah mobil pemberian dari Julien's.
Thomas memperhatikan mobil yang ada disamping Oscar. Dia menanyakan kepemilikan dari mobil tersebut pada Oscar.
"Mobil siapa yang kamu bawa?" Tanya Thomas penasaran.
"Ini mobil...." Jawab Oscar menggantung.
Mobil Oscar yang telah terisi bensin. Diminta untuk segera melaju, mengingat banyak kendaraan lain yang sedang menunggu antrian. Suara klakson serta makian dilontarkan oleh pengendara lain pada Oscar. Mereka begitu kesal pada Oscar yang tak kunjung pergi dari tempat pengisian bensin tersebut.
Tak ingin keributan semakin menjadi. Oscar dengan segera kembali kedalam mobil. Dia langsung membawa mobilnya menjauh dari tempat pengisian bensin tersebut. Begitu juga dengan Thomas yang memarkir mobilnya di antrian. Dia juga harus merasakan bising dari suara klakson mobil dibelakangnya.
Thomas selesai mengisi bensinnya. Dia bersiap untuk menemui Oscar yang telah menunggu dirinya sedari tadi. Thomas langsung memarkir mobil miliknya, tepat di samping mobil milik Oscar.
Baru memarkir di tempat yang tak jauh dari tempat pengisian bahan bakar. Mobil Thomas dan Oscar diusir oleh petugas pengisian bahan bakar tersebut. Itu bukan tempat parkir, sehingga Thomas dan Oscar diminta untuk segera meninggalkan tempat tersebut.
Thomas pun mengajak Oscar untuk sedikit berbincang di sebuah restoran. Sambil sarapan, Thomas ingin membahas lebih lanjut akan hubungan dari Oscar dengan Marrie. Begitu juga dengan mobil dari Oscar yang masih menjadi misteri untuk Thomas. Semuanya ingin Thomas ungkap dalam sarapan pagi bersama Oscar.
__ADS_1
Sampai di restoran, Thomas langsung memesan menu makanan berat yang tentu disambut senyuman oleh Oscar. Akhirnya Oscar tidak harus menahan rasa laparnya lebih lama. Kini dia sudah bisa makan enak dengan traktiran yang diberikan Thomas kepadanya.
Semua menu sudah terhidang, Oscar yang begitu lapar. Langsung menyantap semua makanan yang terhidang tersebut. Tak rem, Oscar menyantap setiap menu yang terhidang diatas meja makan. Dengan lahapnya, Oscar menyantap semua menu yang dipesan Thomas untuk dirinya.
Dipertengahan makan, baru Thomas mulai memborbardir Oscar dengan beragam pertanyaan. Tentu pertanyaan akan dirinya dengan Marrie. Bagaimana kelanjutan dari kisah cintanya dengan Marrie. Serta informasi dan apa yang bisa dijadikan senjata oleh Thomas.
Oscar mengatakan hubungan dirinya dengan Marrie semakin dekat kearah pacaran. Mungkin dalam tempo singkat, kedepannya Oscar akan menyatakan cinta pada Marrie. Sehingga Marrie akan jatuh ke pelukan seorang Oscar.
Berita itu cukup membuat Thomas tersenyum. Mengingat Oscar menjalankan tugasnya dengan begitu baik. Hingga sukses membuat Marrie jatuh cinta kepadanya. Thomas berharap Oscar bisa lebih frontal lagi dalam melakukan aksinya. Bahkan Oscar bisa melakukan tindakan nyata yang lebih ekstrim, seperti memotret Marrie dalam keadaan telanjang bulat. Hingga gambar itu bisa digunakan Thomas untuk menyerang Julien's.
Hati Oscar tentu enggan melakukan perintah jahat dari Thomas tersebut. Pasalnya sudah ada rasa yang mulai tumbuh dalam diri Oscar pada Marrie. Begitu juga dengan kebaikan dari seorang Julien's padanya. Tentu tidak akan di sia-siakan oleh Oscar begitu saja. Kebaikan yang begitu tulus padanya.
Tapi mulut Oscar berbohong pada Thomas. Dia hanya ingin membuat Thomas sedikit bisa lega dengan tugas yang dijalani Oscar sesuai harapan darinya. Tugas yang tentu berat, tapi bisa dijalankan Oscar dengan begitu mudahnya.
Tak bergeming dari kepemilikan dari mobil yang kini dibawa oleh Oscar. Thomas masih penasaran dengan mobil tersebut. Mengingat mobil itu cukup mahal, tak mungkin Oscar membeli mobil itu. Untuk makan saja dirinya begitu sulit, apalagi membeli sebuah mobil baru.
Oscar kembali berbohong pada Thomas. Dia mengatakan jika dirinya mendapat lotre yang pada akhirnya membuat Oscar bisa membawa sebuah mobil baru. Mobil yang begitu cantik itu didapat Oscar dari lotre yang dia menang.
__ADS_1
Pada awalnya Thomas tidak langsung mempercayai ucapan dari seorang Oscar. Mana mungkin sebuah lotre bisa membuat Oscar memenangkan sebuah mobil mewah seperti itu. Oscar mungkin berbohong padanya. Hingga Thomas tidak langsung mempercayai ucapan dari Oscar tersebut.
Baru setelah Oscar menceritakan lebih detail dan meyakinkan lagi. Thomas mempercayai ucapan dari Thomas tersebut. Tidak ada keraguan dalam dirinya, mungkin benar Oscar memenangkan mobil itu dari undian lotre. Mengingat keberuntungan dari seorang Oscar cukup besar. Hingga tak heran jika Oscar berhasil memenangkan mobil dari sebuah lotre.