SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
JULIEN'S MENGUNJUNGI NANIA


__ADS_3

"Aku pikir Nania tidak sepenuhnya salah. Bagaimana juga, aku yang terlalu berlebihan. Nania tidak mungkin bisa menolak ajakan dari Alex." suara hati seorang seorang Julien's.


Melihat Julien's yang termenung dengan begitu bingungnya. Beatrice mencoba menanyakan apa yang tengah Julien's pikirkan. Hingga dia terlihat sedang memikirkan sesuatu.


"Apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Beatrice begitu penasaran.


Julien's terkejut dengan pertanyaan dari seorang Beatrice. Dia yang awalnya terlihat begitu bingung. Langsung merubah ekspresi wajahnya. Julien's mencoba meyakinkan dirinya tidak sedang memikirkan apapun.


"Aku baik-baik saja. Memang apa yang kamu lihat dari aku?" jawab seorang Julien's meyakinkan.


"Iya, detik ini kamu terlihat baik-baik saja. Tadi aku lihat kamu sedang memikirkan sesuatu." balas Beatrice.


Julien's tak menjawab lagi ucapan dari Beatrice. Julien's lebih memilih untuk meminta izin pada Beatrice untuk sekedar membeli kopi di kantin. Beatrice tak melarang, tapi juga tak mengucapkan izinnya pada seorang Julien's. Beatrice hanya menoleh saja, begitu Julien's meminta izin untuk pergi ke kantin rumah sakit.

__ADS_1


Berjalan menuju kantin, Julien's menghidupkan ponselnya. Seketika wajah Nania yang menjadi wallpaper di ponsel muncul. Ingatan seorang Julien's langsung terarah pada Nania. Kerinduan dari seorang Julien's langsung datang begitu melihat wajah Nania dari layar ponselnya.


"Sedang apa Nania. Apa mungkin dia telah makan malam." Ucap Julien's sambil terus memandangi wajah Nania.


Julien's menghentikan langkahnya. Memikirkan sesuatu yang mungkin bisa dia lakukan untuk bertemu dengan Nania. Untuk mengetahui kabar dari seorang Nania. Julien's yang sempat marah besar pada Nania, kini berpikir untuk meminta maaf pada seorang Nania.


Julien's menurunkan egonya yang sempat tinggi. Sebelum akhirnya dia melakukan panggilan telepon pada seorang Nania. Namun panggilan itu tentu tidak masuk. Mengingat Nania yang menonaktifkan ponselnya.


"Kenapa Nania mematikan ponselnya?" Tanya Julien's kepada dirinya sendiri.


"Apa mungkin Nania pergi ke rumah ibunya?" Tanyanya kembali.


Julien's yang ingin segera meminta maaf pada Nania, akhirnya memilih untuk segera mendatangi Nania di rumah ibunya. Mengingat Nania marah akibat ulah dirinya sendiri. Itu yang membuat Julien's merasa begitu bersalah pada Nania.

__ADS_1


Julien's membatalkan niatnya untuk pergi ke kantin. Tidak ada yang lebih penting bagi Julien's saat ini, selain segera bertemu dengan Nania saat ini. Tapi Julien's harus meminta izin terlebih dahulu pada Beatrice.


Langkah Julien's sempat terhenti, ketika Julien's membuka pintu kamar perawatan Beatrice dengan begitu kerasnya. Ibunya yang sempat tertidur, langsung terbangun dengan suara pintu tersebut.


"Julien's, kamu habis dari mana?" Tanya ibu Julien's.


Julien's begitu menyesali dengan aksinya yang membuka pintu terlalu keras. Hingga ibunya terbangun dari tidurnya.


"Aku habis cari angin di luar Bu." Balas Julien's menutup pintu.


"Tidak jadi membeli kopinya?" Tanya Beatrice.


"Seperti aku tidak jadi untuk membeli kopi tersebut." Jawab Julien's yang semakin terlihat bingung.

__ADS_1


Julien's begitu bingung untuk bisa meminta izin mencari Nania pada Beatrice. Dia khawatir ibunya akan curiga pada dirinya. Mengingat


__ADS_2