
"Bilang pada Dokter Dave. Saya istirahat sebentar. Operasi akan dilakukan pada pukul 3 sore nanti. Jadi saya ingin makan siang sebentar." Titah Alex pada salah seorang suster.
"Baik dokter Alex. Saya akan sampaikan, jika dokter Dave mencari dokter Alex." Ucap si perawat.
Alex masuk kembali ke ruangannya. Dia menggantungkan jas putih kebesarannya diatas gantungan baju. Dia melapisi kemeja kerjanya dengan sebuah sweater tipis berlengan panjang warna hijau.
Alex berpikir sejenak. Dia memikirkan tempat yang cocok untuknya makan siang. Restoran Julien's sudah bosan baginya. Mungkin Alex bisa mencicipi sensasi rasa Umami dari hidangan Jepang. Mungkin restoran Jepang cocok untuk dijadikan tempat makan siang Alex.
Tapi Alex tak ingin dipandang sebagai cowok pemberani dengan datang ke restoran hanya sendirian saja. Dia ingin ditemani seseorang yang bisa makan siang, sekaligus mengobrol dengannya.
Nania! Pilihan Alex jatuh pada Nania. Alex mengetahui Nania saat ini pasti sedang menunggu Theo pulang sekolah. Sehingga dia belum makan siang. Alex pun berniat pujaan hatinya tersebut untuk makan siang bersamanya.
Tanpa memberitahu Nania terlebih dahulu. Alex tiba-tiba datang ke tempat sekolah Theo. Dia membayar Roberto untuk pulang. Sebab Alex yang nantinya akan mengantar Nania pulang dengan mobil mewahnya.
Tak lama Nania dengan menggandeng Theo berjalan menuju parkiran mobil. Alex dengan gaya santainya bersandar manja di samping mobil miliknya. Nania menghampiri Alex yang nampak terlihat begitu santai.
"Alex.. Sedang apa kamu disini?" Tanya Nania bingung.
__ADS_1
"Aku mau ngajak kalian makan siang." Jawab Alex.
"Makan siang. Sepertinya kami akan makan siang di rumah saja." Jawab Nania ketus.
"Theo mau makan sushi?" Tanya Alex sambil membungkukkan tubuhnya.
"Sushi.... Theo ingin makan sushi om Alex." Theo begitu gembira.
"Kalau Theo mau sushi, nanti tante Nania belikan sambil perjalanan pulang sama Roberto." Ajak Nania.
"Roberto..... Dari tadi aku gak lihat dia." Alex menggoda Nania.
"Mana Roberto?" Tanya Alex semakin membuat Nania tersudut.
Tanpa berpikir panjang lagi, Alex langsung memangku tubuh Theo untuk masuk kedalam mobilnya. Kemudian diikuti Nania yang sebenarnya kurang menyukai untuk pergi makan siang bersama Alex.
Alih-alih duduk disamping Alex di samping kursi kemudi. Nania memilih untuk duduk dibelakang bersama Theo. Alex yang meminta Nania untuk duduk disampingnya, sengaja tak juga menjalankan mobilnya. Alex meminta Nania untuk duduk disampingnya, baru Alex akan menjalankan mobilnya.
__ADS_1
Sempat terjadi sedikit adu mulut antara Alex dan Nania. Akhirnya Nania pun mau menuruti perintah Alex untuk duduk disampingnya. Alex tak lupa mengingatkan Nania untuk memasang sabuk pengamannya. Jika Nania enggan memasang sabuk pengaman tersebut. Alex bersedia memasangkan sabuk pengaman tersebut di tubuh Nania.
Nania yang enggan Alex menyentuh tubuhnya. Seketika memasang sendiri sabuk pengaman tersebut. Tetapi Nania kesulitan membuka kuncian dari sabuk tersebut. Hingga Alex kembali harus menolong Nania. Kemudian dengan romantis Alex memasang sabuk pengaman di tubuh Nania.
Semuanya sudah siap. Alex memutar kunci mobilnya. Dia pun segera menjalankan mobilnya menuju restoran Jepang yang akan menjadi tempatnya makan siang bersama Nania dan Theo.
Tak ingin kehilangan momen dengan Nania. Alex berusaha mencari topik obrolan yang membuat Nania berkesan. Sehingga dia tak sungkan untuk mengobrol dengan Alex.
"Nan kamu tahu gak, besok ada pameran lukisan?" Ucap Alex.
"Lukisan... Sayang aku kurang suka dengan lukisan. Aku lebih senang dengan musik. Lebih menenangkan ketika kita mendengarkan dibanding melihat." Jawab Nania.
"Tapi kalau hanya mendengar, tanpa melihat. Itu suatu kesalahan yang harus diperbaiki." Ujar Alex.
"Tidak ada proporsi yang pas. Mendengar tanpa melihat adalah salah, melihat tanpa mendengar adalah sebuah masalah. Jadi mendengar, melihat kemudian berpikir. Itu adalah proporsi yang pas. Tidak lebih, kurang. Semuanya seimbang." Terang Nani bijak.
"Selain cantik, kamu juga pintar juga. Aku semakin tertarik sama kamu." Puji Alex.
__ADS_1
Nania hanya mengalihkan pandangannya dari Alex kala mendengar pujian tersebut.