SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
HARI KEDUA IBU JULIEN'S DI RUMAH JULIEN'S


__ADS_3

Lezatnya aroma yang keluar dari menu sarapan yang dibuat oleh Julien's. Perlahan membangunkan satu persatu anggota keluarga di rumah Julien's. Mereka seakan tak tahan dengan aroma yang begitu lezat tersebut.


Aroma yang sudah jarang tercium olehnya, membuat ibunda Julien's langsung beranjak dari kasurnya untuk menemui aroma lezat tersebut. Di dapur tempat Julien's memasak, aroma itu begitu terasa lezat. Seakan tak bosan bagi ibundanya untuk mencium aroma lezat tersebut.


'Masak apa kamu pagi ini?" Tanya ibu Julien's.


"Tebak dong Bu." Jawab Julien's.


"Beef Bourguignon.' Jawab Ibu Julien's.


"Tepat sekali. Ibu sukakan dengan masakan itu." Tanya Julien's.


"Suka, malah ibu suka banget. Sini ibu bantu buatin mash potato." Tawar ibunya.


"Gak usah. Ibu tinggal tunggu saja bareng anak-anak di meja makan. Sebentar lagi masakannya siap." Sangkal Julien's.


Tak berkata lagi. Ibunda Julien's segera bergegas menuju meja makan untuk menunggu hidangan Julien's selesai.


Hanya 15 menit menunggu, Julien's yang tetap dengan celemek masaknya. Membawa menu masakannya keatas meja makan. Semua bersorak-sorai ketika Julien's menata menu masakannya diatas meja.


Beatrice berada di samping kiri kursi Julien's. Kanan Julien's Marrie dengan seragam sekolah turut sarapan terlebih dahulu. Romeo dan Theo berada disamping kursi Marrie. Sementara kursi yang berhadapan dengan Julien's menjadi milik ibundanya.


Tak nampak ada Nania di meja makan itu. Tak seperti pagi biasanya, Nania duduk disamping kiri Julien's.


Romeo yang biasanya mendapatkan suapan dari tangan Nania. Mencari Nania saat Julien's membagikan makanan yang dia masak.


"Ayah... Mana mama Nania?" Tanya Romeo dengan polosnya.


Semua terkejut. Termasuk Julien's. Ibu Julien's langsung membalas ucapan dari Romeo.


"Mama. Dia bukan mama kamu sayang." Ucap ibu Julien's.

__ADS_1


Namun Julien's dibuat semakin deg-degan, saat Theo juga tiba-tiba bersuara.


"Tapi ayah menyuruh kita untuk memanggil mama nek." Tegas Theo.


Ibu Julien's menatap tajam wajah Julien's. Bak seorang singa buas. Dia berharap Julien's memberikan penjelasan mengapa kedua anaknya disuruh memanggil Nania dengan sebutan mama.


Mata Julien's tak bisa berbohong. Kedua bola matanya nampak tak bisa diam dengan tatapan tajam dari ibundanya.


"Jadi aku dan Beatrice meminta Romeo dan Theo memanggil Nania mama, sebab kita ingin mereka bisa dekat layaknya ibu dan anak." Papar Julien's.


"Untuk apa? Mereka memang bukan ibu dan anak. Kenapa harus menjadi ibu dan anak?" Tanya sinis ibundanya.


"Mungkin Julien's ingin menikahi dia kalau semisalnya aku meninggal nanti. Jadi mereka sudah terbiasa." Tambah Beatrice.


"Julien's jangan pernah melakukan hal yang tidak wajar seperti itu. Mereka bukan ibu dan anak. Jadi jangan paksakan mereka untuk memanggil mama." Ucap ibu Julien's.


Julien's yang tak pernah membantah perkataan ibunya. Mengiyakan ucapan dari ibunya tersebut.


Nania tak keluar dari kamarnya. Dia mengunci diri di kamar. Sampai jam untuk mengantar Theo tiba. Baru dia menampakkan batang hidungnya.


Dengan telaten Nania mengganti pakaian Theo. Dia juga tak lupa memasukkan buku pelajaran untuk Theo. Rambut Theo di sisir dengan begitu rapinya. Nania nampak begitu menyayangi Theo.Theo telah siap berangkat menuju sekolah.


Namun saat Nania dan Theo akan masuk kedalam mobil. Tiba-tiba ibu Julien's mencegahnya. Dia meminta Nania untuk tidak mengantar Theo pagi ini. Sebab dia yang ingin mengantar cucunya untuk pergi ke sekolah.


Nania yang sudah rapi dan cantik pun terpaksa membatalkan rencana untuk mengantar Theo. Padahal selain bisa mengantar Theo. Nania juga bisa bermesraan didalam mobil bersama Julien's. Berenang sambil minum air.


Nania hanya melambaikan tangannya kepada Theo. Tak lupa dia mengucapkan kalimat hati-hati pada Theo. Dia yang tak ingin sia-sia dengan dandanan rapinya pagi ini. Memilih mengajak Romeo berjalan-jalan bersama di taman.


Diperjalanan menuju sekolah Theo, Ibu Julien's menasehati Julien's. Dia mengatakan untuk tidak terlalu mempercayainya Nania, bahkan menyuruh anak-anaknya memanggil Nania dengan sebutan mama. Sebab Nania bukan ibu dari anak-anak Julien's. Julien's hanya mengangguk. Walaupun dalam hatinya dia ingin mengatakan bahwa Nania juga adalah istrinya. Sehingga anak-anaknya berhak memanggil Nania dengan sebutan mama.


Sampai di depan gerbang sekolah Theo. Ibu Julien's menggandeng Theo keluar dari dalam mobil. Dia kembali mengingat perihal Nania. Perlahan membuat Julien's agak sedikit risih dengan nasehat dari ibunya sendiri. Dia pun segera meminta sopir pribadinya untuk bergegas. Agar tidak terus-menerus mendapatkan nasehat itu kembali.

__ADS_1


Di taman, Nania hanya lebih banyak terdiam dan merenung duduk di bangku taman. Walaupun Romeo dengan aktifnya mengajak Nania untuk bermain bersama. Tetapi ucapan menyakitkan dari Beatrice masih menusuk hatinya. Belum lagi omongan bawel ibu Julien's semakin membuat Nania begitu pedih menangis hidupnya. Dia tidak terbayang jika suatu hari ibu Julien's mengetahui bahwa Julien's adalah suami dari Nania. Mungkin dia akan langsung membenci Nania. Mengingat Beatrice adalah menantu kesayangan dari ibu Julien's.


Nania yang terus melamun dan tak memperhatikan Romeo. Kehilangan jejak Romeo. Dia panik begitu melihat Romeo yang tidak ada di hadapannya. Dia mulai berlarian mencari keberadaan Romeo.


Hup .. Rasa capek berlarian kesana kemari akhirnya terbayar. Ketika akhirnya Nania menemukan Romeo. Ditangan Romeo terdapat sebuah es krim. Kemudian seorang pria dewasa dengan kupluk yang menutupi seluruh kepalanya menghampiri Nania dan Romeo.


"Mau lagi es krimnya Romeo?" Tanya pria tersebut.


Kemudian Cinta langsung membalikkan badannya, kemudian terkejut ketika melihat orang tersebut.


"Thomas!" Ucap Nania dengan wajah terkejut.


Thomas tersenyum ketika mengetahui Nania berada dihadapan Nania.


"Jadi Romeo ini adalah sepupu atau siapa kamu?" Tanya Thomas.


Namun dengan jawaban ketus, sambil menggendong Romeo ke pangkuannya. Nania bergegas pergi.


"Bukan urusan kamu!"


Romeo berusaha menghentikan langkah Cinta.


"Jangan bilang ini adalah anak chef Julien's." Ucap Thomas penasaran.


Nania menghentikan langkahnya.


"Bukan urusan kamu. Jadi gak usah peduli dengan hidup aku sekarang!" Tegas Nania, menunjuk wajah Julien's.


Thomas terdiam. Kemudian Nania dengan segera pergi menjauh dari Thomas.


"Apa Nania emang benar-benar sudah menikah dengan chef Julien's. Cuman mereka menikah secara diam-diam." Tanya Thomas didalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2