SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
AURILLE CEMBURU PADA NANIA


__ADS_3

Pulang makan siang bersama, Alex kembali mengajak Nania untuk singgah di sebuah kedai es krim. Kedai itu tak lama buka, sehingga masih banyak pengunjung yang penasaran dengan rasa es krim yang katanya berbeda dari es krim biasanya.


Sebenarnya Nania sudah sedikit kenyang menyantap sushi di restoran Jepang tadi. Tapi rasa penasaran akan rasa es krim yang berbeda dari yang lainnya. Membawa Nania pada posisi lapar kembali. Dia akhirnya menerima tawaran dari Alex tersebut.


Sebuah topi lucu bergambar icon dari es krim itu, dipasangkan oleh seorang pelayan pada kepala Nania dan Alex. Nania semakin cantik dengan topi yang berwarna putih dan pink itu. Begitu juga dengan Alex yang tetap gagah dengan topi yang sebenarnya lebih cocok dikenakan oleh anak-anak itu.


Nania dan Alex terkejut saat masuk kedalam kedai itu. Semua tempat duduk hampir di isi oleh anak-anak dan orangtua mereka. Meskipun beberapa anak-anak datang bersama ibunya. Tapi ini bukan zona yang cukup nyaman untuk orang dewasa hadir.


"Aku pikir orang dewasa sudah malu makan es krim." Ucap Nania dengan begitu polosnya.


"Mungkin saja mereka terbawa stereotip konyol akan es krim yang hanya boleh di nikmati oleh anak kecil saja." Lanjut Alex.


"Dimana kita akan duduk?" Tanya Nania cukup bingung.


Alex memperhatikan seluruh meja yang hampir penuh dengan keluarga. Meja-meja itu nampak kotor oleh anak-anak yang memakan es krim dengan begitu berantakan. Hingga akhirnya Alex memilih untuk makan es krim di meja luar yang mungkin lebih bersih dan suasananya bisa sedikit lebih tenang.


Ide dari Alex langsung di setujui oleh Nania. Keduanya pun langsung kembali keluar dari kedai itu. Mereka memilih untuk berada di luar ruangan kedai tersebut. Dengan begitu, mereka tidak akan terganggu dengan kondisi ruangan yang bising dan kotor.


Beruntung bagi Alex dan Nania, salah satu meja dengan dua kursi masih tersedia untuk keduanya. Hingga keduanya tak harus bingung untuk mencari tempat duduk lagi. Mungkin ini hari keberuntungan untuk kita. Hari yang tidak akan kita lupakan. Ditengah ramainya pengunjung yang datang ke kedai ini. Celoteh Alex dengan begitu bahagianya.


Tak lama setelah Alex dan Nania duduk di kursi itu. Seorang pelayan dengan pakaian yang berwarna mendatangi meja tempat Alex dan Nania berada. Tentu pelayan itu ingin mencatat es krim yang akan di pesan oleh Nania dan Alex.


Hampir semenit melihat beberapa menu es krim yang ada di kedai itu. Pilihan Nania akhirnya jatuh pada strawberry ice cream with bubble gum. Sementara Alex lebih memilih blue es krim yang bahan dasarnya berasal dari daging ayam. Mungkin ini sensasi es krim yang berbeda. Mana mungkin ayam bisa menjadi sebuah es krim. Tentu itu menarik perhatian seorang Alex.

__ADS_1


Alex dan Nania di minta untuk menunggu 5 menit saja. Sebab es krim itu akan segera meluncur dalam tempo waktu tersebut. Hingga Alex dan Nania tidak harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan es krim tersebut.


Alex yang mulai lebih percaya diri, akhirnya mulai berbicara dengan begitu meyakinkan. Tidak ada rasa gugup yang terjadi seperti di restoran Jepang tadi. Kini kepercayaan diri Alex mulai bangkit lagi.


"Nan menurut kamu, lebih menarik mana. Pria tampan atau kaya?" Alex memulai pembicaraan dengan sebuah pertanyaan yang cukup sederhana tapi sulit untuk dijawab oleh Nania.


"Mengapa kamu bertanya seperti itu?" Tanya balik Nania yang mulai mengalihkan topik pembicaraan.


"Aku pikir sebagian orang lebih memilih untuk berkencan dengan pria kaya, di banding pria tampan. Akhirnya itu yang membuat stereotip semua perempuan itu matre." Terang Alex dengan begitu jelasnya.


"Sebenarnya yang membuat perempuan di labeli matre itu bukan karena mereka menikahi pria kaya. Tapi mereka hanya berusaha menciptakan masa depan yang baik dengan pria lebih mapan. Tidak mungkin kehidupan rumah tangga, tanpa adanya materi. Sebab itu salah satu kebutuhan yang harus di penuhi oleh seorang pria ketika mereka berumah tangga nanti. Itu kewajibannya seorang pria menurut aku." Bantah Nania dengan begitu bijaknya.


"Terus kamu sendiri memilih yang mana?" Tanya Alex lagi yang di sambung dengan sebuah senyuman tersirat.


Untungnya sebelum Nania menjawab pertanyaan klasik dari Alex itu. Pelayan yang membawa pesanan dari Nania dan Alex datang. Akhirnya Alex dan Nania mulai mengalihkan perbincangan serius itu pada es krim yang berada di hadapan keduanya.


Alex begitu terkejut dengan warna biru yang cukup mencolok dari es krim yang di pesan olehnya. Alex yang mengira warna itu berasal dari pewarna tekstil. Tak sungkan untuk menanyakan asal dari warna itu. Itu hak Alex, sehingga pertanyaan yang wajar dari Alex untuk mengetahui asal dari warna tersebut.


"Kalau boleh tahu kak. Ini warna birunya dari apa?" Tanya Alex dengan begitu penasaran.


"Mungkin dari bluberi aku rasa." Jawab Nania mengira.


"Pewarna biru yang kami gunakan merupakan pewarna biru yang berasal dari ekstrak bunga Telang. Sehingga bunga ini yang menciptakan warna biru sempurna di Blue chicken es krim tersebut."

__ADS_1


"Oh iya aku tahu bunga itu. Selain buat pewarna juga. Bunga Telang juga sangat bagus untuk kesehatan. Terima kak atas informasinya." Jelas Alex.


"Sama-sama kak. Selamat menikmati kak." Ucap si pelayan sebelum pergi meninggalkan meja.


Alex dan Nania yang tak sabar untuk mencicipi rasa es krim masing-masing. Langsung menyantap es krim tersebut. Alex yang sebenarnya masih sedikit ragu dengan blue chicken es krim yang di pesan olehnya. Mencicipi dengan begitu sedikit. Hanya sedikit sendokan yang Alex makan. Sebelum akhirnya Alex langsung jatuh cinta dengan rasa es krim itu.


Begitu mengetahui es krim itu lezat. Alex dengan lahapnya, menyantap es krim tersebut. Satu sendok penuh, Alex masukkan kedalam mulutnya. Selang beberapa menit kemudian, dia kembali memasukkan satu sendok penuh lagi kedalam mulutnya. Alex begitu lahap menyantap es krim tersebut.


Lahapnya melihat Alex menyantap es krim tersebut. Seakan membuat rasa penasaran seorang Nania memuncak. Seenak apa rasa es krim itu, hingga Alex bisa selahap itu menyantap es krim tersebut.


"Sepertinya es krim itu sangat enak." Ucap Nania.


"Bukan enak lagi, tapi enak banget. Kamu mau mencobanya?" Tawar Alex dengan mulut yang di penuhi oleh es krim.


"Boleh." Terima Nania.


Alex langsung menyendok satu sendok penuh es krim miliknya itu. Dengan sedikit rasa gugup, Alex mulai melayangkan satu sendok penuh es krim itu kedalam mulut Nania.


Dari kejauhan, Aurille yang berada didalam mobil. Begitu cemburu ketika Alex menyuapkan satu sendok penuh es krim kedalam mulut Nania. Melihat Alex bermesraan dengan Nania. Aurille yang terjebak macet, semakin dibuat emosi. Hingga dia terus menggerutu sambil menekan klakson mobil miliknya.


Aurille yang berada di jalan samping kedai itu. Seakan tak terima dengan kemesraan yang dilakukan Nania dengan Alex. Terlebih Nania yang sudah berjanji akan mendekatkan dirinya dengan Alex. Tapi Nania justru malah bermesraan dengan Alex di depan Aurille sendiri. Janji palsu yang di langgar oleh Nania itu sendiri.


Sementara Nania yang tak menyadari keberadaan Aurille di tengah-tengah kemacetan. Tak sungkan untuk membersihkan kotoran yang berada di sekitar mulut Alex. Dengan sebuah tissue berwarna putih. Nania begitu terampil dalam membersihkan mulut Alex yang begitu kotor. Hingga Aurille semakin dibakar api cemburu dengan kedekatan dari seorang Nania dengan Alex tersebut.

__ADS_1


Begitu jalanan telah kembali lengang, Aurille dengan segera membawa mobilnya melaju dengan begitu cepatnya. Mungkin itu cara terbaik bagi Aurille dalam melampiaskan kekecewaan dirinya pada Nania.


__ADS_2