SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
OSCAR MEMULAI PEKERJAANNYA


__ADS_3

Dengan sebuah kemeja putih polos dan celana hitam panjang yang nampak kebesaran. Alex mendatangi salah satu restoran Julien's yang akan menggunakan jasa dirinya dalam menjadi seorang kurir. Mungkin ini akan jadi pengalaman pertama bagi seorang Alex menjadi seorang kurir pengantar makanan.


Kedatangan Alex tak di sambut baik oleh Jerome yang merupakan manajer di restoran. Dia kurang menyukai Alex menjadi kurir restoran. Tubuh Alex yang kecil, dia rasa kurang cocok untuk menjadi seorang kurir makanan. Walaupun sebenarnya itu tidak berpengaruh besar dalam tugas yang akan di jalani oleh Alex.


"Kamu tahu tugas kamu di sini?" Tanya Jerome dengan begitu juteknya.


"Mengantar makanan, membawa bahan makanan dan mungkin bisa juga mengantar pelanggan yang sedang menunggu taksi mereka yang tak kunjung datang." Jawab Oscar dengan begitu bijaknya.


Mendengar jawaban Oscar yang begitu bijak. Jerome nampak begitu semakin tak suka. Mungkin Oscar adalah ancaman yang berarti. Tubuh dia kecil, begitu juga latar belakang dia yang berasal dari jalanan. Tapi pengetahuan serta keberanian dia cukup besar. Itu tentu akan lebih di sukai oleh seorang Julien's. Terlebih Oscar masih muda. Tentu semakin punya nilai tambah di mata seorang Julien's.

__ADS_1


"Kamu tahu kamu akan bekerja dalam waktu berapa jam?" Tanya Jerome kembali.


"Sepertinya saya akan bekerja dalam waktu 8 jam. Sama seperti pekerjaan lainnya. Mungkin akan ada teman saya yang akan membantu saya. Sehingga kita akan berbagi shift." Jelas Oscar kembali.


"Tapi kamu tidak bisa menggunakan pakaian yang formal untuk bekerja sebagai kurir. Kamu perlu sebuah kaos serta celana dengan ukuran yang pas di kamu." Perintah dari Jerome.


"Tapi saya tidak memiliki kaos dari perusahaan. Mungkin saya akan mendatangi penjahit untuk mengecilkan ukuran celana saya, esok hari." Balas Oscar.


"Baik pak. Saya mengerti." Jawab Oscar tetap tenang.

__ADS_1


Jerome memanggil seorang pelayan. Dia meminta pelayan itu memberikan kaos yang akan dikenakan oleh Oscar untuk bekerja. Dengan segera pelayan itu mengambil kaos yang diminta oleh Jerome.


Menunggu pelayan itu kembali dengan kaos yang akan diberikan pada Oscar. Jerome mulai mengintrogasi seorang Oscar. Beberapa pertanyaan yang sifatnya pribadi mulai Jerome tanyakan pada Oscar.


"Saya dengar dulu kamu itu adalah anak jalanan. Apakah itu benar?" Tanya Jerome memancing emosi Oscar.


"Tidak perlu tahu siapa saya, dan dari mana saya berasal. Terpenting saya bekerja dengan baik di sini." Jawab Oscar dengan bijak.


"Perusahaan perlu tahu itu. Mungkin perusahaan memiliki pertimbangan lain, jika memang latar belakangnya tidak sesuai dengan norma-norma yang ada. Terlebih anak jalanan memiliki stereotip yang buruk di masyarakat." Ujar Jerome semakin memancing emosi Oscar.

__ADS_1


"Apa kita harus tunduk pada stereotip? Saya rasa tidak. Stereotip hanya menciptakan kebencian, tanpa mengedepankan sebuah kebenaran." Jawaban bijak dari Oscar.


Obrolan itu akhirnya selesai. Pelayan yang di minta Jerome untuk mengambil kaos untuk Oscar. Akhirnya datang. Dengan segera pelayan itu memberikan kaos itu pada Oscar. Begitu mendapat kaos itu. Oscar yang tak ingin semakin terpancing emosi oleh Jerome. Langsung bergegas pergi ke loker room. Tentu dia ingin mengganti pakaiannya menjadi pakaian kerja yang sesuai dengan prosedur yang ada.


__ADS_2