SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
RENCANA KEPULANGAN ANNE


__ADS_3

Anne nampaknya sudah tidak memiliki cara lagi untuk mendapatkan cinta seorang Alex. Dia nampaknya sudah lelah untuk mengejar cinta Alex yang baginya sudah sangat berat untuk di kejar. Berbagai upaya telah di lakukan oleh Anne untuk kembali mendapatkan cinta Alex. Tapi dari sekian cara yang coba Anne lakukan. Tidak ada satu pun yang berhasil, semua hasilnya tetap tidak ada. Hingga Anne menyerah lelah untuk terus mengejar cinta Alex.


Waktu Anne yang benar-benar terbuang untuk mendapatkan cinta seorang Alex. Sudah harus segera di sudahi, Anne harus segera meninggalkan ambisi dari dirinya untuk mendapatkan cinta seorang Alex. Ambisi dari Anne itu sendiri yang membuat hidup Anne menjadi penuh derita. Mengejar sesuatu yang tidak pasti.


Orangtua Anne yang saat ini berada di Amerika, meminta Anne untuk kembali ke sana. Seorang pria baik, hendak di pertemukan dengan Anne. Mungkin pria baik itu bisa membuat hidup Anne lebih baik lagi. Daripada sekedar mengejar cinta seorang Alex yang tidak pasti.


Anne bangun dari kasur empuknya. Sedikit menekuk kedua kakinya. Dia mencoba merenung dengan keputusan yang hendak di pilih oleh dirinya. Dia harus bisa memutuskan untuk kebaikan dari dirinya. Tidak boleh keputusan itu suatu saat akan di sesali oleh dirinya sendiri.

__ADS_1


5 menit merenung, Anne mengambil ponselnya yang dia letakkan di atas laci. Anne yang menggunakan wallpaper di ponsel miliknya bergambar dirinya dan Alex. Seketika kembali mengingat wajah Alex. Mengingat kenangan keduanya ketika masih berpacaran dahulu kala. Banyak momen indah yang di lakukan oleh Anne dan Alex di waktu itu. Hingga Anne mengingat momen itu sambil tersenyum manis.


"Andai waktu bisa ku ulang, rasanya kembali mengingat waktu bersama Alex dulu adalah momen paling indah yang ingin ku rasakan." Ucap Anne menyentuh wajah Alex di layar ponselnya.


Anne membuka galeri di ponselnya. Tempat menyimpan ratusan photo dirinya dengan Alex yang tersimpan cukup rapi. Anne mengingat momen dirinya dengan Alex dari setiap photo yang Anne lihat. Beberapa photo itu sampai membuat Anne harus meneteskan air mata. Dimana Anne mengingat photo itu dengan perasaan yang begitu menyayat hati.


"Pagi Bu. Ada apa-apa pagi seperti ini telepon?" Tanya Anne terus mengusap air matanya.

__ADS_1


"Tidak sayang, ibu hanya ingin tahu. Lusa kamu jadikan pulang ke Amerika. Ibu sudah kangen sama kamu. Steven juga sudah tidak sabar untuk bertemu dengan kamu sayang." Jawab ibu Anne dengan penuh antusias.


"Iya Bu jadi, kemungkinan lusa aku akan pergi ke Amerika. Semua akomodasi sudah aku beli Bu. Kemungkinan besok aku akan packing barangku di sini. Sebelum akhirnya aku akan pergi dari Nice ini." Ucap Anne.


"Syukur kalau kamu sudah akan packing di hari besok. Ibu tunggu sayang kepulangan kamu ke sini." Tutup Ibu Anne.


Anne lagi-lagi harus membohongi hatinya. Dia memang harus pulang, tapi rasanya berat untuk meninggalkan Nice. Meninggalkan seorang Alex. Atau meninggalkan banyak hal yang mungkin tidak Anne temukan di Amerika sana. Sehingga Anne harus benar-benar menguatkan hatinya dalam menahan rindu terhadap Nice dan Alex.

__ADS_1


__ADS_2