
Marrie nampak tidak nyaman terus di ikuti oleh seorang Felix. Dia adalah adik kelas Marrie yang selama ini di kenal begitu menyukai Marrie. Felix sendiri adalah anak dari Nick, dia anak pertama Nick.
Marrie sudah berulang kali mengatakan, jika dirinya tidak menyukai seorang Felix. Bahkan dirinya sudah memiliki pacar untuk saat ini. Hingga Marrie meminta Felix untuk menjauh dari dirinya. Sebab Marrie sudah tidak nyaman terus di kejar oleh Felix yang seolah tidak pernah merasakan rasa capek.
Felix tidak peduli siapapun pacar dari seorang Marrie. Terpenting, Felix masih bisa berusaha mendapatkan cinta Marrie yang menurut Felix masih ada harapan. Felix mengatakan itu dengan penuh percaya diri. Hingga Felix harus bisa mendapatkan Marrie sebagai pasangan dari dirinya.
Felix menahan kuat tangan dari Marrie. Dia meminta Marrie untuk tidak langsung pulang terlebih dahulu. Felix ingin menghabiskan waktu bersama Marrie di perpustakaan. Membaca buku yang banyak, atau sekedar melihat beberapa koleksi photo yang ada di perpustakaan. Itu kencan yang romantis yang bisa di lakukan oleh sepasang kekasih.
Tapi Marrie harus pulang, Oscar mengajak Marrie untuk menyantap hidangan khas Italia di siang ini. Sehingga Marrie tidak memiliki banyak waktu untuk jalan bersama dengan Felix di perpustakaan. Apalagi Felix mengajak Marrie jalan di perpustakaan, tempat yang Marrie paling hindari. Melihat satu buku saja, Marrie merasakan hal yang tidak baik sedang terjadi pada dirinya. Apalagi melihat ratusan hingga ribuan buku. Marrie rasa itu bukan ide yang baik.
Begitu berhasil melepaskan tangannya dari tangan Felix, Marrie langsung kembali berjalan dengan cepatnya menuju gerbang sekolah. Dia ingin segera menemui seorang Oscar yang telah berada di gerbang sekolah dengan mobil miliknya.
Felix yang masih penasaran dengan sosok seorang Marrie. Terus mengikuti Marrie dari belakang. Dia tidak henti mencoba menahan Marrie untuk bisa lebih lama lagi bersama dirinya. Apalagi Felix memiliki jurusan andalan yang cukup baik. Jurus mengulur-ulur waktu yang baik. Sehingga langkah seorang Marrie harus terus tertahan oleh seorang Felix yang terus mencoba dirinya bertahan dengan obrolan yang tidak penting dari seorang Felix.
__ADS_1
Untuk bisa menjauh dari Felix, akhirnya Nania berlari sekencang mungkin. Hingga Felix tidak dapat mengejar dirinya kembali. Namun saat akan tiba di gerbang sekolah, kaki Marrie tersandung. Hingga akhirnya Marrie pun terjatuh.
Tidak ada luka serius, hanya saja langkah Marrie sedikit terhambat dengan insiden tersebut. Marrie pun harus segera bangkit, namun Felix terlanjur mendekat. Dia yang berpura-pura ingin menolong Marrie. Menjadikan kesempatan itu untuk kembali mendekati seorang Marrie.
Marrie bangun dengan bantuan dari seorang Felix. Dia berusaha bangun dari posisi jatuhnya yang cukup menyakitkan tersebut. Hingga Felix berusaha membuat Marrie kembali bangkit. Marrie sebenarnya enggan di tolong oleh Felix. Tapi saat itu, hanya Felix yang ada di gerbang sekolah. Hingga Felix saja yang bisa menolong Marrie dari posisinya tersebut.
"Kamu mau aku gendong?" Tawar Felix.
"Tapi aku pikir, kaki kamu terkilir. Sehingga kamu butuh aku gendong." Ucap Felix begitu khawatir.
"Tidak usah Felix. Aku baik-baik saja. Tidak ada yang harus di khawatirkan aku pikir." Ucap Marrie.
Felix berusaha menuntun Marrie berjalan meninggalkan gerbang sekolahnya. Dengan bantuan dari Felix tersebut. Marrie pun akhirnya dapat berjalan dengan baik meninggalkan gerbang sekolah. Ini menjadi sebuah pengalaman pertama bagi Felix bisa berdekatan dengan Marrie seperti ini. Jarang ada momen yang baik seperti ini. Ini momen yang cukup langka terjadi pada Felix. Sehingga Felix harus memanfaatkan momen ini sebaik mungkin.
__ADS_1
Oscar yang sudah menunggu Marrie cukup lama, nampak kurang suka melihat pacarnya tersebut di tuntun oleh Felix. Dengan segera Oscar menghampiri Marrie dan Felix yang dalam kacamata Oscar, terlihat begitu mesra. Hingga Oscar harus segera menghentikan kemesraan yang di tunjukkan oleh Felix dan Marrie tersebut.
Oscar meminta Felix untuk melepaskan tangannya dari Marrie. Sebab Oscar pun mampu untuk menuntun Marrie menuju mobil miliknya. Namun Felix menolak. Dia tetap ingin menuntun Marrie masuk kedalam mobil Oscar.
Oscar tetap tidak mengizinkan pacarnya itu di tuntun oleh pria lain. Hingga Oscar langsung berusaha mengambil Marrie dari pegangan seorang Felix. Oscar tidak ingin Marrie berada dalam waktu yang cukup lama di pelukan seorang Felix. Oscar rasa itu bukan hal yang cukup baik. Sehingga Oscar harus segera merebut Marrie dari tangan Felix.
Lagi-lagi Felix menolak permintaan dari Oscar tersebut. Hingga Felix tetap berusaha membawa Marrie menuju mobil. Namun baru beberapa langkah saja, Oscar langsung menahan tangan Felix. Dia tidak mengizinkan Felix untuk membawa Marrie lebih lama lagi. Marrie harus di tuntun oleh Oscar. Sehingga Felix tidak memiliki hak untuk membawa Marrie masuk ke dalam mobil miliknya.
Jengah melihat pertengkaran antara Oscar dengan Felix. Akhirnya Marrie memutuskan untuk berjalan sendiri menuju mobil. Dengan jalan pincang yang di lakukan oleh Marrie. Dia berjalan menuju mobil Oscar dengan kaki yang dia seret.
Oscar dan Felix berusaha untuk menuntun Marrie. Tapi dengan segera, Marrie menolak hal tersebut. Hingga Marrie sampai di dalam mobil Oscar dengan sendirinya.
Oscar begitu kesal pada Felix yang berusaha mendekati Marrie. Padahal Felix sudah tahu, jika Marrie saat ini adalah pacar dari Oscar. Sehingga Felix harus sadar diri. Jika usaha dari dirinya untuk mendapatkan cinta seorang Marrie sudah tertutup rapat. Tidak ada lagi kesempatan bagi Felix untuk mendapatkan cinta seorang Marrie.
__ADS_1