SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
MARTHA BERTEMU DENGAN OSCAR


__ADS_3

Ting... Ting... Ting.... Tiga kali Martha memencet bel yang ada tepat di samping pintu apartemen seorang Oscar. Dia terlihat begitu penasaran dengan sosok Oscar yang merupakan anak kandung dari Nick.


Tiga kali itu rasanya tidak cukup bagi seorang Martha untuk memencet bel tersebut. Dia yang tidak sabar untuk bertemu dengan Oscar. Kembali memencet bel tersebut dengan begitu kerasnya. Martha ingin segera menemui Oscar, melihat wajah dari anak Nick kandung Nick dari perempuan lain tersebut.


Kembali tiga kali bel itu di pencet, tapi Oscar tidak kunjung keluar dari apartemen miliknya. Martha sempat berpikir negatif pada Oscar. Dia mengira Oscar tidak mau untuk menemui dirinya, sehingga Oscar tidak membuka pintu apartemennya tersebut.


Namun begitu Martha menggedor pintu apartemen Oscar dengan begitu kerasnya. Tiba-tiba dari arah luar, Oscar datang menghampiri Martha. Oscar juga menanyakan mengapa Martha menggedor pintu apartemen miliknya dengan begitu kerasnya.


Martha yang terlihat malu-malu, langsung bersikap normal. Dia tidak kembali menunjukkan wajah berwibawa dari dirinya yang terkenal akan sikap dingin dan tegasnya.

__ADS_1


"Hallo, perkenalkan. Nama saya Martha." Ucap Martha menyodorkan tangan kanannya.


"Oscar." Oscar menjabat tangan Martha.


Martha yang akhirnya bisa bertemu dengan Oscar, terlihat semakin tidak menyukai Oscar. Dia khawatir Oscar akan menjadi orang yang akan menggangu kedua anaknya dalam menguasai harta warisan dari Nick. Hingga Martha harus segera menyingkir seorang Oscar dari hidup Nick.


Oscar yang mulai bingung dengan kedatangan dari Martha ke apartemen miliknya. Terlihat tidak mengerti maksud datangnya Martha. Entah untuk apa Martha datang ke apartemen miliknya.


"Saya hanya ingin melihat apartemen kamu ini. Saya pikir apartemen di sekitar sini luas. Ternyata sama saja." Jawab Martha tetap dengan sikap meningginya.

__ADS_1


"Kalau ibu mau luas, ibu beli apartemen di dekat alun-alun kota. Di sana ibu bisa mendapatkan apartemen dengan luas. Tidak sempit seperti yang ada di sini." Ucap Oscar.


Martha terkejut dengan jawaban dari Oscar. Martha tak mengira Oscar akan mengatakan hal tersebut. Baginya Oscar terlihat seperti Nick. Dimana Nick kecil adalah seorang yang berani bicara. Sama halnya seperti yang di tunjukkan oleh Oscar saat ini.


Martha yang tidak ingin terlalu lama bertemu dengan Oscar. Akhirnya memilih pergi. Tidak ada kata perpisahan yang Martha ucapkan. Dia pergi begitu saja meninggalkan Oscar yang masih bingung dengan kedatangan dari Martha.


Kedatangan Martha ke rumah Oscar semakin membuat Oscar bingung. Mengapa banyak orang yang mulai mendatangi dirinya. Beberapa minggu yang lalu, Nick datang untuk menemui dirinya. Bahkan Nick cukup penasaran dengan masa lalu seorang Oscar. Hingga Oscar di buat bingung oleh kedatangan orang-orang dalam menemui dirinya.


Oscar berharap ini bukan pertanda buruk bagi hidupnya. Justru ini adalah awal yang baik dalam hidup seorang Oscar. Dimana Oscar mungkin saja akan lebih baik lagi dalam hidupnya. Apalagi dengan kedatangan Nick yang terus membawa suasana baru. Oscar harap, Nick adalah orang baik yang akan membuat Oscar menjadi lebih sejahtera kembali.

__ADS_1


Namun Oscar melihat hal yang buruk pada diri seorang Martha. Dia melihat Martha sebagai seorang perempuan yang kasar. Dari tatapan wajah Martha sudah sangat nampak, jika Martha seorang yang jahat dan pemarah.


__ADS_2