
Obrolan dengan Nania yang cukup serius, belum membuat Alex mendapatkan jawaban yang di inginkan. Dia masih bertanya-tanya akan sikap ketus Marrie pada seorang Nania. Alex ingin mengetahui apa yang membuat Marrie begitu membenci Nania.
Di ruang kerjanya, Alex berusaha untuk mencari jawaban pasti yang membuat Marrie membenci Nania. Alex mencoba mencocokkan setiap peristiwa dengan alasan dari Marrie yang membenci Nania. Namun Alex tidak juga menemukan jawaban yang tepat akan sikap seorang Marrie kepada Nania.
Alex harus mengobrol secara dalam dengan Marrie. Mungkin dengan begitu Alex akan menemukan jawaban dari segala pertanyaan yang terus membelenggu pikirannya. Marrie adalah orang yang cukup frontal. Mungkin pertanyaan provokatif bisa membuat seorang Marrie mau menjawab pertanyaan dari seorang Alex.
Kebetulan rumah sakit yang menjadi tempat Oscar di rawat adalah rumah sakit tempat Alex bekerja. Hingga Alex bisa dengan mudah menemui seorang Marrie yang sedang menunggu Oscar di kamar perawatannya. Alex hanya perlu menunggu waktu istirahat darinya tiba. Dengan begitu, Alex bisa mengunjungi kamar perawatan dari seorang Oscar untuk bertemu dengan Marrie.
Ketika Jam istirahat dari Alex tiba. Dengan segera dia melepaskan seragam dokter yang di kenakan olehnya. Alex langsung bergegas ke kamar perawatan dari Oscar.
Untuk semakin membuat Alex mudah menemukan kamar perawatan dari seorang Oscar. Alex mendatangi terlebih dahulu tempat resepsionis. Dengan begitu, Alex bisa dengan mudah menemukan kamar perawatan dari Oscar. Dimana Marrie berada di sana.
Begitu Alex telah menemukan nomor kamar perawatan seorang Oscar. Dengan segera Alex mendatangi kamar perawatan dari Oscar tersebut. Dia tak sabar untuk menemui Marrie di sana. Sedikit berbincang dengan Marrie mungkin bisa di lakukan Alex dalam menggali informasi.
Begitu menemukan kamar perawatan dari Oscar. Alex terlebih dahulu mengetuk pintu kamar perawatan dari Oscar. Tak berselang lama, Marrie membuka pintu kamar perawatan dari seorang Oscar.
"Paman Alex, ada apa yah Paman?" Tanya Marrie dengan begitu bingungnya.
"Paman hanya ingin melihat kondisi dari Oscar. Bagaimana dengan kondisi Oscar sekarang?" Tanya Alex basa-basi.
"Alex masih belum siuman, dia masih tidak sadarkan diri Paman." Jawab Marrie cukup bersedih.
"Apakah Paman boleh masuk ke dalam kamar perawatan dari Oscar" Pinta dari Alex.
__ADS_1
"Tentu saja paman. Silakan masuk." Ucap Marrie.
Alex pun masuk ke dalam kamar perawatan dari Oscar. Dia melihat kondisi Oscar yang masih belum sadarkan diri. Melihat kondisi mata Oscar, begitu juga dengan beberapa luka lebam yang berada di sekujur tubuhnya.
Saat Alex memperhatikan tubuh Oscar yang di penuhi oleh luka lebam. Dia melihat sebuah tanda lahir yang terdapat di tubuh Oscar. Tanda lahir itu terlihat seperti tompel kecil di bagian pundak Oscar.
"Ini tato atau apa?" Tanya Alex menunjuk ke arah tanda lahir dari Oscar.
"Itu tanda lahir paman. Alex memiliki tanda lahir di bagian sana." Terang Marrie yang sudah begitu paham dengan Alex.
"Paman pikir itu adalah tato. Tapi itu cukup besar dan menonjol. Jadi memang bukan tato ternyata." Balas Alex.
Beberapa detik suasana menghening. Alex sempat begitu bersedih melihat kondisi Oscar yang tak sadarkan diri. Pun dengan Marrie yang terlihat masih cukup bersedih dengan kondisi orang yang mulai di sukainya saat ini.
"Paman boleh tanya sesuatu sama kamu Marrie?" Tanya Alex memulai pembicaraan.
"Tentu paman. Apa yang ingin di bicarakan?" Tanya balik Marrie.
"Bagaimana jika hari ini paman menikah dengan Nania?" Tanya Alex spontan.
Marrie langsung terkejut. Kedua bola matanya seperti akan terjatuh mendengar pertanyaan dari Alex.
"Bagaimana menurut kamu Marrie?" Tegas Alex semakin menekan Marrie.
__ADS_1
"Emmmm aku pikir itu bukan ide yang bagus." Jawab Marrie ragu-ragu.
"Terus ide yang bagus menurut kamu seperti apa?" Tanya Alex kembali.
"Paman tidak menikah dengan perempuan itu!" Tegas Marrie.
"Paman lajang, begitu juga dengan Nania. Kita sama-sama lajang. Apa yang salah jika kita menikah." Alex mendesak.
"Aku pikir dia bukan perempuan baik-baik. Jadi Paman jangan sampai menikah dengan perempuan itu. Perempuan yang aku pikir tidak layak mendapatkan laki-laki hebat seperti paman." Tegas Marrie kembali.
Alex memperhatikan Marrie dengan begitu seksama. Dia melihat ada kemarahan dari seorang Marrie dari Nania. Tapi dia harus terus menggali amarah apa yang membuat Marrie begitu marah pada Nania. Hingga Alex bisa menemukan jawaban dari pertanyaan yang masih membelenggu dalam pikirannya tersebut.
Baru juga akan melontarkan pertanyaan kepada Marrie. Dokter Vincent yang bertugas untuk melakukan perawatan terhadap Oscar. Masuk ke dalam kamar perawatan dari Oscar. Dia akan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi Oscar yang masih belum sadarkan diri.
"Dokter Alex." Ucap dokter Vincent menghampiri Alex.
"Dok, jadi dokter Vincent yang melakukan pemeriksaan terhadap Oscar?" Tanya Alex.
"Iya dok. Saya yang melakukan pemeriksaan terhadap pasien Oscar." Jawab dokter Vincent.
Tak ingin menganggu dokter Vincent melakukan pemeriksaan terhadap Oscar. Alex dengan segera berpamitan pada Marrie. Pertanyaan dari dalam hatinya masih cukup menggantung. Hingga Alex harus terus menggali informasi akan Marrie lebih dalam lagi. Mungkin di lain waktu, Alex bisa menggali informasi dari Marrie kembali. Mengingat masih ada sekelumit pertanyaan yang jawabannya masih begitu ia tunggu. Tentu jawabannya berasal dari seorang Marrie.
Alex semakin curiga ada rahasia besar yang di sembunyikan oleh Julien's dan keluarganya. Rahasia yang tentu berhubungan dengan Nania juga. Sebab Nania menjadi objek yang paling sering di sakiti oleh Marrie dan Beatrice. Nania sering menjadi bahan gunjingan dari Beatrice dan Marrie. Tapi alasan keduanya mengunjing Nania, tak dapat Alex temukan. Alex hanya melihat kebencian dari kedua orang itu pada Nania. Tanpa tahu penyebab utama dari keduanya membenci Nania. Itu yang menjadi alasan Alex harus menemukan semua jawaban atas pertanyaan yang masih membelenggu pikirannya.
__ADS_1