
Sembari masuk kedalam outlet tempatnya bekerja. Thomas terus berpikir cara yang tepat untuk melaksanakan tugas dari Nick. Sebuah tugas yang baik untuk menghancurkan Julien's.
Thomas merenung sejenak didalam ruang ganti. Dia memikirkan cara yang tepat untuk bisa melakukan apa yang Nick perintah sesuai harapan. Tetapi bagaimana caranya, dia masih ragu untuk melakukan apa yang Nick perintah. Mengingat ada kamera pengawas yang mengintai.
Selain bingung dengan cara yang harus dilakukan. Thomas juga tak sedikit tak tega dengan ide jahat Nick. Mengingat mereka yang ditargetkan Nick adalah orang-orang baik yang telah mengajarkan Thomas banyak hal akan memasak. Sehingga jahat jika Thomas melakukan hal demikian.
Tetapi cara Nick ini cukup bagus untuk menghancurkan Julien's secara bersamaan. Dimana akan ada kepercayaan yang turun dari pelanggan. Sekaligus Julien's kehilangan orang-orang yang dia anggap penting di restoran.
Akhirnya sebuah ilham ditemukan oleh Thomas di dalam ruang ganti. Dia tahu apa yang harus dia kerjakan. Sehingga bisa menjalankan tugas dari Nick dengan sempurna.
Thomas masuk kedalam area kitchen seperti biasanya. Tak ada gerak-gerik yang mencurigakan dari dirinya. Thomas menyapa semuanya dengan wajah penuh senyuman.
Thomas menargetkan Hubert dan Louise untuk menjadi korban pertama Thomas. Keduanya adalah orang kepercayaan dari Julien's yang telah bersama-sama membangun restoran Julien's dari bawah. Sehingga akan sangat seru jika keduanya dikeluarkan dari restoran, akibat fitnah dari Thomas.
Hubert bertugas menyiapkan preparation untuk bahan-bahan seperti salad. Dia berada di section belakang. Tak terlalu ada CCTV yang menyorot. Hingga Thomas bisa dengan mudah memasukkan benda berbahaya kedalam helaian salad yang dibuat oleh Hubert.
Hubert meninggalkan potongan salad yang terbuat dari helaian daun letucce kedalam sebuah wadah besar berisi air. Dia merendam salad letucce itu selama satu jam untuk menghilangkan aroma dari letucce itu sendiri. Staf lain yang sedang sarapan sejenak juga tak memperdulikan letucce tersebut. Hingga ini adalah kesempatan untuk Thomas memasukkan sebuah kawat berkarat kedalam daun letucce milik Hubert.
Selesai dengan salad Hubert yang berisi kawat-kawat kecil. Kini giliran saus Louise yang coba diubah resepnya oleh Thomas. Memanfaatkan kelemahan CCTV yang tak menyorot seluruh sudut. Thomas memasukkan obat pencahar untuk saus tersebut. Sehingga para pelanggan yang akan menyantap makanan yang berisi saus buatan Louise. Sudah dipastikan akan sakit perut.
__ADS_1
Thomas merasa lega sudah menjalankan tugas dari Nick dengan begitu baik. Kini dia giliran menunggu apa yang akan terjadi pada para pelanggan yang memakan salad dan saus tersebut.
Selain licik, Thomas juga memang pandai berlakon. Dia tak panik usai melakukan tindak kejahatan. Semuanya seperti biasa, tidak ada yang berubah. Thomas tetap mengerjakan pekerjaannya seperti biasa.
Restoran membuka jam operasional, yang artinya itu para pelanggan diizinkan untuk masuk kedalam restoran untuk menyantapnya hidangan yang ada. Satu persatu para pelanggan mulai memadati meja-meja yang berada di ruangan dine in atau ruang makan. Mereka mulai mencari menu di daftar menu. Menu favorit yang ingin mereka santap untuk melepas lapar di jam makan siang.
Semua staf kitchen sudah bersiap-siap untuk tempur dengan pesanan yang akan menghantam mereka. Termasuk Thomas yang berada di section bakaran. Thomas telah mempersiapkan diri untuk menghadapi pesanan yang akan segera memenuhi section yang dia tempati.
Satu persatu pesanan print kertas bertuliskan pesanan para tamu memasuki setiap section. Semua staf langsung melakukan gerakan super cepat untuk menyiapkan pesanan mereka.
Begitu selesai mereka langsung mengantarkan pesanan para tamu kepada para pelayan. Sebelum akhirnya pelayanan yang menyajikan makanan para tamu diatas meja masing-masing.
Saus yang dibuat oleh Louise justru menjadi menu yang paling laris. Saus itu banyak digunakan untuk menu yang berkuah seperti semangkuk sup daging yang lezat. Sehingga hanya dalam sekejap, saus buatan Louise langsung habis.
Thomas yang berada ditempat bakaran, hanya tinggal menunggu complain datang satu persatu dari para tamu. Mengingat efek obat pencahar itu sangat cepat bereaksi. Sehingga segera mungkin para tamu akan melakukan complain terhadap makanan yang mereka makan.
Benar saja, satu persatu tamu yang datang mulai mengeluh sakit perut yang hebat. Mereka secara serentak mules. Hingga mereka serentak pergi menuju toilet untuk buang hajat.
Melihat para tamu yang mulai sakit perut. Manajer restoran begitu panik. Dia langsung memanggil ambulans untuk menangani para tamu yang keracunan.
__ADS_1
Mendengar para tamu keracunan, para staf kitchen seketika panik. Mereka mulai ketakutan akan makanan mereka yang telah meracuni para tamu. Hingga mereka berharap-harap cemas nasib mereka.
Thomas yang menjadi dalang dari keracunan itu mulai memperagakan lakon sempurnanya. Dia turut panik melihat para tamu yang satu persatu tumbang akibat keracunan yang terjadi. Thomas memasang wajah super panik, dengan dibumbui kalimat yang berlebihan.
Tak hanya keracunan yang terjadi. Dari sedikit orang yang memesan salad siang itu. Dua mangkuk salad itu ditemukan beberapa serpihan kawat yang Thomas tuang. Hingga area dapur semakin kacau.
Hubert yang bertugas membuat salad, langsung melihat kembali salad yang dibuat. Hubert menemukan beberapa serpihan kawat kecil yang mengisi wadah besar salad tersebut. Hubert langsung membuang salad tersebut. Dengan segera dia mengganti salad buatannya.
Mendengar kabar adanya keracunan di restoran milik Julien's. Nick langsung memainkan perannya. Dia menelpon salah satu asistennya untuk membayar mahal seorang dokter yang menangani para pasien keracunan. Nick meminta dokter itu untuk berkata bohong. Sehingga penyebab keracunan itu benar-benar murni kesalahan dari salah satu staf kitchen yang menggunakan bahan tidak higienis.
Sempat menolak, tetapi uang besar yang nominalnya terus dinaikkan oleh Nick. Akhirnya membuat dokter itu gelap mata. Dia dengan segera mengeluarkan statement bohong untuk membuat kesalahan berada di tangan Hubert.
Julien's selaku pemilik restoran mendatangi lokasi kejadian. Dia menanyakan pada semua staf kitchen apa yang terjadi. Semuanya hanya terdiam, sebab mereka melakukan tugas mereka sesuai prosedur dari restoran. Sehingga tidak mungkin terjadi sesuatu yang membahayakan.
Selepas mendapatkan keterangan dari pihak kitchen. Julien's segera mendatangi rumah sakit untuk meminta maaf atas insiden yang terjadi. Dia juga mendatangi dokter yang menangani para pasien. Seperti yang sudah dibuat oleh Nick. Dokter itu juga memberikan keterangan palsu pada Julien's. Dia mengatakan jika keracunan terjadi akibat adanya bahan yang terkontaminasi yang berasal dari saus buatan salah satu staf kitchen, yakni Louise.
Tak sekedar memohon maaf, Julien's juga memberikan uang kompensasi kepada para tamu yang keracunan. Uang itu sebagai pengganti dari kerugian yang dialami oleh para tamu.
Thomas dan Nick begitu bahagia dengan skenario sukses yang mereka buat. Keduanya perlahan bisa menghancurkan Julien's dengan sistematis. Sehingga kehancuran Julien's sudah berada di depan mata.
__ADS_1