SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
BUNGA BABY'S BREATH


__ADS_3

3 hari pasca insiden bodoh yang dilakukan oleh Julien's. Hubungan Nania dengan Julien's terus membeku. Maaf Julien's semuanya ditolak oleh Nania. Hadiah-hadiah mahal yang diberikan oleh Julien's juga ditolak mentah-mentah oleh Nania. Semuanya ditolak oleh Nania. Sehingga Julien's benar-benar stress untuk mencari cara dalam memaafkan Nania.


Nania berjalan menuju arah dapur. Dia haus, sehingga segelas air putih bisa menyegarkan kembali tenggorokannya dari rasa haus.


Tiba di dapur, Nania langsung mencoba mengambil gelas. Tetapi dia langsung terkejut saat melihat Julien's berada di samping rak tempat penyimpanan gelas. Julien's nampak tenang mengaduk kopi hitam yang dia buat.


Nania berbalik badan, dia mengurungkan niatnya untuk minum. Berusaha pergi dari dapur. Tetapi usaha Nania gagal. Julien's menarik tangan Nania. Dengan sekuat tenaga Julien's menahan Nania untuk tidak pergi.


"Nania tunggu." Julien's menahan Nania.


Nania bingung, antara harus membalikkan badan. Atau tetap berada di posisi awal dengan membelakangi Julien's.


Merasa bersalah terlalu lama mendiamkan Julien's. Akhirnya Nania membalikkan badannya. Dia menatap Julien's yang berharap maaf darinya.


"Ada apa?" Tanya Nania.


"Kamu masih belum mau memaafkan aku?" Julien's memegang kedua tangan Nania.


"Aku mau memaafkan kamu. Tapi kamu harus janji untuk tidak melakukan hal yang serupa lagi. Aku bukan barang yang bisa dijadikan bahan taruhan." Pinta Nania.


"Iya Nan maafkan aku. Aku hanya terbawa suasana, sehingga aku menerima tawaran gila dari Alex. Aku janji gak bakal mengulangi lagi hal tersebut." Janji Julien's.


Julien's yang senang dengan maaf yang diberikan oleh Nania. Langsung memeluk Nania dengan begitu eratnya. Dia begitu bahagia Nania mau memaafkannya.


"Tapi aku boleh minta satu permintaan lagi gak sama kamu?" Tanya Nania.


Julien's melepaskan pelukannya.


"Permintaan apa, sebutkan Nan. Aku pasti akan turuti." Jawab Julien's antusias.


"Aku ingin setangkai bunga Baby’s Breath. Aku ingin menyimpannya di dalam kamar aku. Kamu mau memberikan untuk aku?" Tanya Nania.


"Bunga apa itu?" Tanya balik Julien's dengan bingung.


"Kamu cari dulu. Nanti kamu juga paham bunga tersebut." Jawab Nania dengan senyuman.

__ADS_1


"Ok aku bakal cari bunga tersebut sekarang juga." Janji Julien's.


"Aku tunggu." Balas Nania.


Sebelum berangkat, Julien's mencium terlebih dahulu kening Nania. Tak lupa kata cinta diucapkan oleh Julien's pada Nania.


Mengenakan sebuah jeans berwarna hitam dengan kaos putih. Julien's membeli bunga tersebut dengan pakaian yang sederhana. Tak dengan mobil Porsche super kencang. Julien's hanya menggunakan mobil pabrikan lokal dengan harga yang terjangkau. Julien's melaju menuju toko bunga.


Beberapa pilihan toko bunga sudah ada di list Julien's. Sehingga dia tak harus mencari lagi toko bunga yang memiliki kualitas bunga yang bagus.


Flower Garden menjadi pilihan dari Julien's untuk mencari bunga pesanan dari Nania. Di toko yang dua kali luas rumah Julien's. Semua jenis bunga dari berbagai negara ada. Sehingga bunga yang Nania pesan tentu akan ada juga disini


Masih diselimuti rasa bahagia akan permohonan maafnya yang diterima oleh Nania. Julien's berjalan menuju kedalam toko dengan senyum yang tak pernah padam. Seakan mentari di kala pagi. Senyum Julien's menerangi setiap gelapnya sudut toko bunga.


"Selamat siang. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang pelayan toko.


"Saya ingin beli bunga........" Jawab Julien's yang lupa nama bunga pesanan dari Nania.


"Bunga apa pak?" Tanya pelayan toko kembali.


"Bunga Baby's ..." Ucap Julien's menggantung.


"Baby's Breath maksudnya pak?" Lanjut si pelayan.


"Iya bunga itu." Julien's akhir ingat.


"Mari saya antar untuk memilih bunganya pak."


Pelayan itu membawa Julien's ke sudut toko yang berisi bunga Baby's Breath yang Nania minta. Sembari menunggu tiba di sudut ruangan toko tersebut. Julien's memperhatikan bunga-bunga cantik yang berada di toko tersebut. Indah dan wangi yang dapat Julien's lihat dan rasakan.



Bunga Baby's Breath yang merupakan tanaman bunga yang berasal dari Eropa Timur. Bunga ini banyak ditemukan di wilayah pegunungan di Eropa Timur. Selain cantik dengan warna bunga berwarna putih. Makna dalam yang ada didalam bunga ini juga menjadi alasan bunga ini digemari oleh banyak orang.


Julien's dipersilakan untuk memilih bunga yang ingin dibeli. Julien's melangkahkan kakinya untuk sedikit lebih dekat dengan bunga tersebut. Aroma wangi semakin menembus hidung Julien's kala berada didekat bunga cantik tersebut.

__ADS_1


"Bunga itu sangat cocok diberikan pada orang yang kita cinta. Selain bunga itu melambangkan sebuah kesucian dari cinta. Bunga itu juga perlambang akan cinta abadi dua orang yang menjalin sebuah hubungan." Beber si pelayan.


Akhirnya Julien's paham mengapa Nania meminta bunga yang asing ditelinga Julien's tersebut. Ternyata Nania ingin menjadikan bunga itu sebagai lambang dari keabadian dari cintanya pada Julien's. Sebuah cinta yang tulus dan kekal dengan banyak masalah yang menerpa.


Tak hanya membeli setangkai permintaan dari Nania. Melainkan Julien's membeli dua buah bucket bunga Baby's Breath. Satu untuk Nania, satu lagi dia persembahan untuk Beatrice. Julien's ingin berada dalam keabadian bersama keduanya.


Dua bucket bunga telah berada di tangan. Julien's segera kembali kedalam mobil untuk membawa bunga itu ke Nania dan Beatrice. Julien's begitu senang bisa membelikan bunga tersebut untuk Nania dan Beatrice. Sehingga tidak akan ada kecemburuan diantara keduanya.


Pertama Julien's membawa bunga itu kedalam kamar Beatrice. Dia menemui Beatrice, kemudian memberikan bucket bunga tersebut pada Beatrice. Julien's bukan pria romantis. Sehingga dia tak menggunakan banyak kata kala memberikan bunga tersebut pada Beatrice.


Tak ada sepatah sedikit pun, tak mengurangi perasaan bahagia Beatrice menerima bunga tersebut. Dia tetap bahagia kala menerapkan bunga tersebut. Beatrice memeluk Julien's dengan sedikit berderai air mata. Beatrice yang paham akan makna dari bunga tersebut, merasa beruntung. Sebab Julien's masih menaruh cintanya pada Beatrice.


Usai berderai air mata di kamar Beatrice. Kini Julien's membawa bucket bunga tersebut menuju kamar Nania. Julien's mengetuk pintu kamar Nania. Kemudian dia langsung masuk kedalam kamar Nania.


Julien's langsung menghampiri Nania yang sedang membaca buku sambil mendengarkan musik dengan sebuah earphone diatas kursi didepan meja rias. Julien's mencolek sedikit punggung Nania. Hingga akhirnya Nania tersadar Julien's berada di kamarnya. Nania melepas earphone dari kedua telinga. Lalu menaruh buku yang dia baca. Dia menghadap Julien's yang meletakkan kedua tangannya dibelakang punggung.


"Gimana ada gak bunga Baby's Breath yang aku minta?" Tanya Nania.


"Tara... Ini bunga yang kamu mau." Ucap Julien's menyodorkan bunga tersebut.


Nania langsung tersenyum bahagia.


"Kenapa satu bucket. Aku cuman minta satu tangkai saja Julien's." Ucap Nania menerima bunga tersebut.


"Aku pikir bunga ini akan semakin indah jika ada banyak. Bunga perlambang cinta abadi. Berharap bunga ini akan menjadi perlambang keabadian dari cinta kita." Tandas Julien's.


"Berarti kamu tahu makna bunga ini?" Tanya Nania.


"Emm.... Tahu." Jawab Julien's memegang pinggul Nania.


"Aku harap bunga ini akan jadi perlambang keabadian cinta kita. Ketulusan dan keyakinan antara kita. Tidak akan ada siapapun yang akan memisahkan kita. Cinta kita berdua." Ucap Nania romantis.


Mendengar ucapan super romantis yang Nania lontarkan. Perlahan membuat Julien's terpancing untuk melakukan hubungan seksual. Perlahan Julien's mulai mendekatkan bibirnya untuk mencium bibir Nania.


3 hari tanpa bersentuhan dengan Nania. Mungkin ini adalah momen yang pas untuk Julien's melepaskan segala bulir-bulir rindunya pada Nania. Sehingga Julien's tidak harus lagi menahan bulir rindu tersebut.

__ADS_1


__ADS_2