
Terdengar seseorang mengetuk pintu ruang kerja Alex. Dengan segera Alex meminta orang yang mengetuk pintu ruang kerjanya untuk masuk kedalam ruang kerjanya.
Orang yang mengetuk pintu ruang kerja Alex tersebut adalah Anne. Hari ini adalah hari terakhir bagi Anne untuk berada di kota Nice. Hampir berbulan-bulan berada di kota Nice. Anne mengaku dirinya begitu kesepian. Mengingat sebagian teman dekat dan keluarga besarnya tinggal di Amerika Serikat.
Anne duduk di kursi di hadapan meja kerja Alex. Alex masih belum mengetahui orang yang datang ke ruang kerjanya tersebut adalah Anne. Mantan pacarnya yang begitu dia benci. Saat Alex menatap ke arah depan, Alex langsung terkejut melihat keberadaan Anne di hadapannya.
"Pagi Alex." Sapa Anne melambaikan tangan.
Alex terdiam. Dia terlihat tidak menyukai kedatangan Anne ke ruang kerjanya. Alex takut, Anne akan membuat hari ini menjadi buruk. Mengingat Anne kerap mengganggu Alex dengan berbagai hal konyolnya.
"Ada apa kamu datang kesini?" Tanya Alex terlihat cuek.
"Aku bukan untuk menganggu kamu. Tapi aku hanya ingin berpamitan pada kamu di hari ini." Jawab Anne sambil menunduk.
"pamit?" Alex bingung.
__ADS_1
"Aku akan kembali ke Amerika. Aku rasa, sudah tidak ada lagi kesempatan kedua dari kamu untukku. Aku harap kamu akan mendapatkan seseorang yang benar-benar terbaik dalam hidup kamu. Aku harap itu Alex." Ucap Anne sedikit tersenyum.
Alex tidak langsung percaya dengan ucapan dari Anne. Alex mengenal Anne sudah cukup lama. Banyak hal yang Alex tahu tentang Anne. Hingga Alex mengira apa yang Anne lakukan adalah bagian dari lakon yang sedang Anne mainkan.
"Kamu tidak sedang berbohong?" Tanya Alex kembali.
"Tidak... Tidak.. Tidak! Aku tidak sedang berbohong. Aku serius." Ucap Anne kembali.
"Tapi aku ragu, kamu sering mengatakan ini dari dulu. Tapi kamu sering mengingkari ucapan kamu sendiri. Sehingga aku ragu kamu akan mengatakan hal yang sama kembali." Ucap Alex.
Anne yang kerap membohongi Alex. Seakan sudah tidak memiliki kepercayaan lagi di mata Alex. Untuk perpisahan dari seorang Anne, Alex masih menganggap sebuah gurauan. Sehingga Anne harus berusaha lebih keras lagi, agar Alex percaya. Jika hari ini adalah hari terakhir bagi dirinya di kota Nice. Hari yang akan berkesan, dengan sebuah senyuman dari Alex di hari terakhir bagi seorang Anne.
"Apa yang bisa membuat aku percaya, jika hari ini adalah hari terakhir buat kamu?" Tanya Alex dengan penasaran.
Anne mengeluarkan beberapa dokumen serta tiket yang telah dia pesan. Mungkin bukti itu sudah cukup bagi Anne membuktikan jika hari ini adalah hari terakhir bagi dirinya di kota Nice.
__ADS_1
Alex yang tidak ingin kembali di kelabui oleh seorang Anne. Melakukan pengecekan terhadap bukti yang telah Anne berikan pada seorang Alex. Bukti itu nantinya akan membuat Alex semakin percaya dengan segala ucapan dari Anne.
Setelah di lakukan pengecekan, akhirnya Alex benar-benar percaya. Anne benar-benar akan pergi dari kota Nice menuju Amerika Serikat. Ini akan menjadi hari yang berat bagi Anne untuk meninggalkan kota kelahirannya tersebut. Mengingat kota Nice memiliki kesan tersendiri bagi seorang Anne.
"Aku harap kamu akan lebih baik lagi di sana. Kamu harus menjadi seseorang yang lebih kuat lagi. Dan pastinya kamu harus bisa berkata jujur lagi Anne. Sebab kejujuran adalah hal yang paling penting dari sifat manusia. Sudah berapa banyak manusia yang akhirnya gagal menjadi seorang manusia yang baik. Sebab mereka tidak mampu menjadi jujur." Pesan Alex.
Anne menerima semua pesan yang di sampaikan oleh Alex pada dirinya. Anne menganggap apa yang diucapkan oleh Alex pada dirinya sangat baik. Pesan yang harus selalu Anne ingat.
"Terima kasih Alex untuk segala pesan yang telah kamu berikan. Aku harap kamu akan segera menemukan seseorang yang bisa membuat kamu lebih baik lagi. Aku harap demikian." Ucap Anne.
"Terima kasih Anne juga Anne atas doanya." Tutup Alex.
Sebelum Anne benar-benar pergi dari ruangannya. Alex tak lupa memberikan pelukan hangat terakhir untuk Anne. Mungkin dengan pelukan itu, Anne akan mengingat Alex selamanya. Alex adalah mantan terbaik bagi seorang Anne. Namun Anne yang kurang bersyukur memiliki Alex. Sempat khilaf, hingga membuat Anne berselingkuh dari Alex.
Tak lama, Anne melepaskan pelukan hangat dari dirinya di tubuh Alex. Dia pun benar-benar pergi meninggalkan ruang kerja Alex. Momen yang paling berat bagi Anne, ketika dia harus meninggalkan Alex untuk selamanya.
__ADS_1