
Julien's terlihat menikmati hembusan angin yang menerbangkan beberapa bagian daun yang ada di sekitar rumahnya. Menerbangkan daun-daun tersebut entah ke tempat yang mereka tidak ketahui.
Kencangnya hembusan angin yang berhembus di malam ini. Terkadang membuat beberapa dokumen Julien's berterbangan juga. Hingga Julien's harus pandai dalam menyiasati hal tersebut.
Julien's menahan menggunakan sebuah cangkir yang berat untuk menahan beberapa lembar dokumen yang sudah ia print. Sehingga dokumen tersebut tidak lagi bertebaran entah kemana. Cara itu cukup baik di lakukan oleh Julien's. Dokumen Julien's sudah tidak lagi pergi dari tempatnya. Hingga Julien's bisa dengan aman melanjutkan pekerjaannya yang lain.
Tidak ada Nania yang menemani Julien's di malam ini. Kedua anak Julien's meminta Nania menemani mereka untuk tidur. Hingga Julien's harus mengerjakan semua tugasnya tersebut sendiri saja. Tanpa ada asisten yang biasanya menolong Julien's dalam menyelesaikan pekerjaannya tersebut.
Tidak ada Nania di samping seorang Julien's, ini menjadi kesempatan emas bagi seorang Beatrice untuk membicarakan diagnosis umurnya yang sudah tidak lama lagi. Mungkin Beatrice harus mengatakan hal tersebut pada Julien's. Mengingat Julien's adalah suami dari Beatrice. Sehingga sudah sewajarnya bagi Beatrice untuk membicarakan diagnosa akan umur Beatrice yang sudah tidak lama lagi tersebut.
Beatrice duduk di samping Julien's. Basa-basi terlebih dahulu, sebelum mulai membicarakan hal berat tersebut pada Julien's. Julien's yang terkejut dengan kedatangan Beatrice, menyambut Beatrice dengan begitu antusias. Hingga Julien's senang Beatrice mau untuk menemani dirinya mengerjakan tugasnya.
Hembusan angin yang berhembus dengan begitu kencang. Sedikit membuat Beatrice tidak nyaman. Dia harus menutup rapat-rapat pakaian yang di kenakan oleh dirinya. Sehingga pakaian itu benar-benar melindungi tubuh Beatrice dari hembusan angin kencang yang menerbangkan dedaunan juga.
Untuk membuat Beatrice semakin hangat, Julien's memberikan sweater tebal miliknya pada Beatrice. Sehingga Beatrice bisa lebih hangat lagi dengan sweater yang di berikan oleh Julien's pada dirinya.
Beatrice begitu terkesan dengan perhatian dari seorang Julien's. Perhatian Julien's yang masih sama seperti dahulu. Sebelum sebuah penyakit ganas menyerang tubuhnya. Beatrice begitu bahagia akan perhatian yang di tunjukkan oleh Julien's pada dirinya.
Julien's tidak hanya menunjukkan perhatian yang tulusnya pada Beatrice. Dia juga terlihat begitu lembut memperlakukan Beatrice. Ini yang membuat Beatrice jatuh hati pada seorang Julien's. Dari sejak mereka di bangku kuliah, hingga akhirnya menjadi pasangan suami istri hingga saat ini..
__ADS_1
"Aku jadi ingat momen beberapa tahun ke belakang." Ucap Beatrice dengan begitu lembutnya.
"Iya, momen yang indah yang akan selalu kita ingat." Balas Julien's.
"Tapi sayang, momen itu sudah tidak bisa kita ciptakan lagi. Momen yang cukup indah yang akhirnya harus hancur oleh sebuah penyakit ganas. Kadang aku merasa nasibku ini begitu buruk. Hingga aku merasa menjadi perempuan yang paling tidak berguna yang ada di dunia ini." Ujar Beatrice kembali.
Mendengar ucapan dari Beatrice yang begitu terdengar menyedihkan. Julien's langsung merangkul tubuh istrinya tersebut. Dia memeluk Beatrice, sebelum menyandarkan kepala Beatrice ke pundak kekarnya.
"Aku harap kamu tidak menghakimi diri kamu seperti itu. Kamu tetap seorang perempuan hebat dengan apapun yang terjadi pada kamu saat ini." Ucap Julien's menguatkan Beatrice.
"Kamu tahu Julien's. Berapa lama lagi aku akan hidup?" Tanya Beatrice dengan begitu sedihnya.
"Aku tahu, tapi terkadang beberapa orang bisa tahu dengan beberapa hal. Salah satunya dengan sebuah penyakit yang mungkin akan semakin terlihat. Aku tadi kembali ke rumah sakit untuk mengontrol penyakitku. Aku terkejut, saat dokter mengatakan umurku sudah tidak lama lagi." Ucap Beatrice mulai menangis.
"Emmm... Aku pikir dokter itu terlalu berlebihan. Dia seolah tahu umur seseorang. Padahal dia belum tahu kuasa Tuhan yang begitu besar. Aku harap, kamu tidak akan memikirkan hal itu terlalu dalam. Kamu harus yakin, kamu akan segera sembuh sayang." Pinta Julien's dengan penuh keyakinan.
"Aku selalu berpikir demikian, tapi kenyataannya. Aku pun merasakan apa yang dokter itu katakan padaku. Tubuhku terkadang sudah tidak mampu lagi untuk bertahan dengan apa yang ada. Sehingga aku pikir ucapan dari dokter tersebut tidak salah. Sepertinya umurku sudah tidak akan lama lagi. Aku merasakan hal tersebut." Ucap Beatrice semakin bersedih.
Julien's yang mulai merasakan tetesan air mata yang mulai membanjiri wajah Beatrice. Menatap wajah Beatrice dengan penuh rasa optimisme. Dia mencoba memberikan sedikit semangat pada seorang Beatrice. Sehingga Beatrice kembali bisa bersemangat untuk menjalani kehidupannya. Melawan penyakit kanker yang saat ini menyerang tubuhnya. Beatrice harus bisa kuat dalam menghadapi setiap persoalan hidupnya yang sedang di jalani oleh dirinya. Dia tidak harus memikirkan kapan dia akan meninggal. Sebab meninggal itu adalah sebuah rahasia. Jangankan seorang Beatrice yang memiliki penyakit yang kronis. Seseorang yang sehat secara fisik saja, bisa meninggal secara tiba-tiba. Hal yang harus di pikirkan dua kali oleh Beatrice dalam menanggapi penyakitnya tersebut.
__ADS_1
Sekalipun telah mendapatkan suntikan motivasi dari seorang Julien's. Nyatanya Beatrice masih terlihat begitu bersedih. Dia tetap merasakan firasat buruk akan kematian dari dirinya yang sudah tidak lama lagi. Sehingga beberapa wasiat mulai diucapkan oleh Beatrice pada Julien's.
"Jika aku mati nanti. Aku harap kamu akan menjaga dan merawat anak kita sebaik mungkin. Aku tidak ingin melihat mereka menangis atas kepergianku. Kamu harus bisa membuat anak-anak kita tetap tersenyum seperti hari ini. Saat aku masih bersama mereka. Hidup di dunia ini." Ucap Beatrice dengan wajah penuh kesedihan.
"Aku janji. Aku akan merawat dan menjaga mereka semua. Tidak akan ada kesedihan yang mungkin terlihat di wajah mereka. Semuanya akan sama, terlihat sebaik mungkin." Ucap Julien's.
"Namun ada satu permintaan lainnya yang aku inginkan dari kamu." Pinta Beatrice.
"Apa?" Tanya Julien's penasaran.
"Aku hanya meminta seorang perempuan lain yang akan menggantikan sosok diriku. Aku ingin dia memahami bagaimana perkembangan anak-anak kita. Sehingga kasih sayang seorang ibu tidak akan pernah hilang pada mereka bertiga." Jawab Beatrice dengan penuh harap.
Nania yang mulai datang ketika Beatrice menceritakan kabar diagnosa dari dokter. Terkejut saat mendengar Beatrice meminta Julien's untuk mencari perempuan lainnya. Padahal Nania begitu tulus mencintai ketiga anak Beatrice. Tapi mengapa Beatrice meminta Julien's mencari sosok perempuan lain yang bisa menjaga ketiga anaknya tersebut.
Julien's merasa apa yang diucapkan Beatrice itu tidak masuk akal. Dirinya di minta untuk menikah lagi. Padahal Julien's sudah memiliki Nania sebagai istri kedua. Bagi Julien's, Nania sudah cukup untuk dirinya dan ketiga anaknya dalam mengganti posisi Beatrice. Sehingga Julien's tidak harus menikah kembali seperti yang Beatrice harapkan. Nania sosok ibu yang baik. Sehingga dia akan membuat ketiga anaknya lebih baik lagi.
Namun tidak dengan Beatrice. Dia meminta Julien's untuk tetap menikah lagi. Bagi Beatrice Nania bukan sosok yang baik. Dia adalah seorang perempuan yang tidak baik bagi Julien's. Sehingga Nania tidak akan mungkin mencontohkan hal positif bagi ketiga anaknya.
Sebagai alternatif, beberapa orang yang Beatrice rasa cocok untuk mengganti posisi dari dirinya sebagai istri utama Julien's telah dia persiapkan. Beberapa orang tersebut adalah teman-teman Beatrice yang dia rasa jauh lebih cocok di banding seorang Nania yang merupakan perempuan tidak baik bagi Julien's.
__ADS_1
Julien's yang tidak tertarik dengan perempuan yang di usulkan oleh Beatrice. Menolak untuk melihat gambar dari teman-teman Beatrice yang sebenarnya cantik tersebut. Julien's mulai kembali memfokuskan dirinya untuk mengerjakan tugas yang masih harus segera dia selesaikan. Sehingga Beatrice pun terlihat bersedih dengan sikap dingin Julien's saat dirinya mencoba menunjukkan beberapa photo perempuan pada Julien's.