
Babak belur, itu yang dapat terlihat dari beberapa area tubuh Julien's. Tubuhnya dipenuhi oleh lebam, hasil dari pukulan dua orang preman suruhan Thomas. Wajahnya nampak lemas, hingga Julien's harus dibopong oleh Oscar masuk kedalam rumahnya.
Tubuh Julien's yang jauh lebih besar dibanding Oscar. Sedikit menyulitkan Oscar ketika membopong Julien's. Oscar perlu tenaga ekstra untuk bisa membopong Julien's.
Kedatangan Julien's dengan tubuh yang penuh dengan luka lebam, seketika membuat seisi rumah kaget. Mereka begitu khawatir melihat kondisi Julien's yang nampak begitu payah.
Nania yang menyambut kedatangan Julien's, langsung menangis melihat suaminya tersebut terbaring lemas. Nania membantu Oscar membopong tubuh Julien's keatas sopa. Sehingga Julien's bisa sedikit istirahat dengan kondisinya saat ini.
Beatrice tak kalah panik. Suami yang telah menemaninya hampir 20 tahun itu, terlihat begitu tak berdaya. Hingga Beatrice ikut bersedih akan kondisi dari Julien's.
Theo dan Romeo yang sudah siap menyambut kedatangan Julien's dengan makan malam bersama. Turut menangis melihat ayahnya terbaring lemas dengan penuh luka. Keduanya tak tega melihat Julien's dalam kondisi tersebut.
Nania berinisiatif untuk mengambil beberapa obat yang ada di rumah. Peralatan P3K yang mungkin bisa sedikit meredakan rasa nyeri yang ada pada tubuh Julien's. Nania tak ingin hal buruk akan menimpa Julien's di hari mendatang.
Dengan penuh perhatian, Nania mulai mengobati Julien's. Beberapa bagian tubuh Julien's yang robek serta mengeluarkan darah. Langsung Nania obati dengan obat merah. Sementara luka lebam kebiru-biruan yang melanda beberapa bagian tubuh Julien's. Nania beri sedikit alkohol, untuk menghilangkan rasa nyeri yang ada.
Oscar yang merasa keberadaan dirinya sudah tidak dibutuhkan lagi. Berinisiatif untuk pergi dari rumah Julien's. Ia sudah membawa Julien's pulang ke rumahnya, sehingga tugas kemanusiaan darinya telah usai. Kini Oscar bisa kembali.
Julien's yang merasa berhutang budi pada Oscar. Meminta Oscar untuk tidak langsung pulang. Ia masih ingin mengobral dengan Oscar yang telah menolongnya dari dua orang yang melakukan kekerasan padanya.
__ADS_1
Julien's menawarkan Oscar untuk makan malam bersama keluarga besarnya. Bersama istri dan anak-anaknya. Terlebih hari ini Nania masak makanan special, yang tentu makanan enak yang akan menggugah selera.
Nania juga mencoba menahan Oscar. Nania mengucapkan terima kasih pada Oscar yang telah menolong Julien's. Sehingga Julien's bisa pulang, walaupun kondisinya babak belur. Namun Julien's masih dalam keadaan selamat.
Banyaknya tawaran yang datang pada Oscar. Akhirnya membuat remaja 17 tahun itu menerima ajakan makan malam dari Julien's. Terlebih ia belum makan juga, sehingga makan malam hari ini. Bisa membuat Oscar tidak perlu mencari restoran untuk makan.
Sedikit masih payah, Julien's tetap berusaha berjalan menuju meja makan. Namun kondisi Julien's yang benar-benar payah, membuat Julien's tetap kesulitan untuk berjalan. Hingga Nania yang harus membopong tubuh Julien's menuju tempat makan.
Tindakan yang dilakukan oleh Nania. Seakan sudah mengganti seluruh posisi Beatrice sebagai seorang istri dari Julien's. Ia benar-benar kalah segalanya dari Nania. Selain sudah tidak bisa memenuhi kebutuhan biologis seorang Julien's. Fisik serta lambannya respon aksi dari Beatrice. Semakin membuat Beatrice jauh tertinggal dari Nania, dalam merebut hati Julien's.
Beatrice hanya bisa bersedih melihat nasib dirinya. Ia ingin marah, tapi apa yang harus Beatrice marahi. Kondisi Beatrice sekarang adalah nasib yang harus diterima olehnya. Hingga semua kenyataan pahit dalam hidupnya kini, adalah sebuah keniscayaan yang harus Beatrice terima.
Dibanding terus merasakan sakit akan kemesraan yang ditunjukkan oleh Nania dan Julien's. Beatrice memilih melintir pergi menuju kamarnya. Dimana di kamar itu, Beatrice bisa melampiaskan semua emosi dalam hatinya.
Tak hanya menyendok saja, Nania juga menawarkan diri pada Julien's untuk menyuapi Julien's. Mengingat Julien's masih dalam kondisi payah.
Oscar hanya bisa terdiam melihat keromantisan yang ditunjukkan Nania pada Julien's. Sesekali ia mencuri pandang, ketika Nania dengan mesranya memberikan perhatian pada Julien's. Mungkin suatu hari nanti, saat Oscar sudah menikah. Ia akan mendapatkan perhatian yang sama seperti Julien's. Impian semua orang pria.
Namun Oscar sendiri dibuat bertanya akan status Nania. Nania yang terlihat masih muda, berbanding terbalik dengan Julien's yang mulai tua. Terlebih ada Beatrice yang nampak seumuran dengan Julien's. Tapi Nania yang terlihat seperti istri dari Julien's.
__ADS_1
Hidangan lezat yang dibuat Nania. Perlahan membuat Oscar mulai tak peduli akan status Nania dan Julien's. Terlebih aroma lezat yang menari-nari dibawa oleh udara ruangan. Semakin membuat Oscar lupa akan banyak hal. Hingga ia mulai tak tertarik lagi pada status Nania tersebut.
Oscar mulai mengambil piring untuknya makan. Terlebih Julien's sedari tadi menawarkan semua menu makanan lezat yang Nania buat pada Oscar. Ia pun semakin semangat untuk menyantap makanan yang tersedia diatas meja makan.
Kejutan untuk Oscar akhirnya datang. Marrie yang baru pulang sekolah, terkejut akan kehadiran Oscar ditengah-tengah keluarganya. Ia terpana ketika melihat Oscar duduk berdampingan dengan ayahnya.
"Oscar. Kenapa kamu bisa ada disini?" Marrie mendekat kearah Oscar.
"Kalian sudah saling kenal?" Julien's bingung pada Marrie.
"Iya yah. Ini teman Marrie. Namanya Oscar. Dia baik banget yah." Marrie menjelaskan akan Oscar.
"Oscar ini memang pria baik. Tadi dia menolong ayah saat dua orang mencoba menjegat ayah di jalanan." Terang Julien's sambil mengelus lembut rambut Oscar.
Mulut Marrie langsung terbuka lebar. Ia tak menyangka Oscar akan menjadi pahlawan untuk ayahnya. Hingga ia semakin jatuh hati pada Oscar.
Oscar yang terkejut akan kedatangan Marrie. Langsung canggung, mengingat ini adalah rumah dari musuh Thomas. Dimana Oscar diminta untuk menghancurkan keluarga dari Julien's. Namun Oscar malah menolong Julien's yang hampir chaos oleh dua orang preman di jalanan.
Tidak ada penyesalan dari Oscar untuk aksinya tersebut. Mengingat Oscar melakukan itu atas dasar kemanusiaan. Dimana Oscar melihat Julien's harus bertarung dengan dua orang berbadan besar.
__ADS_1
Sejauh apapun Oscar dari sang pencipta. Tetapi Oscar masih bisa merasakan bagaimana jika ada di posisi Julien's seperti tadi. Mungkin Oscar akan bonyok seperti Julien's.
Makan malam itu pun kembali berlanjut dengan kehadiran Marrie. Suasana makan malam itu semakin hangat serta dekat. Terlebih Marrie yang tak henti memuji Oscar dihadapan Julien's.