SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
ALEX CURIGA PADA MARRIE


__ADS_3

Usai mendapatkan kabar akan kondisi dari Oscar yang di rawat di rumah sakit. Marrie memutuskan untuk langsung berkunjung ke rumah sakit tempat Oscar di rawat. Dia begitu penasaran dengan kondisi Oscar yang menurut Nania cukup parah. Sebenarnya nenek dari Marrie tidak mengizinkan Marrie untuk pergi ke rumah sakit sekarang. Mengingat kondisi ibunya sendiri belum sadarkan diri. Sehingga ia meminta Marrie menunggu sampai ibunya siuman terlebih dahulu.


Namun Marrie tak peduli dengan ucapan dari neneknya itu. Baginya Oscar saat ini adalah prioritas yang harus di utamakan. Mengingat Oscar tidak memiliki keluarga yang akan menemani dirinya selama masa perawatan. Nenek Marrie akhirnya mengizinkan Marrie untuk pergi menuju rumah sakit. Mengingat keinginan dari Marrie yang begitu besar. Hingga pada akhirnya nenek Marrie tak bisa membendung upaya Marrie untuk bertahan hingga Beatrice siuman terlebih dahulu.


Begitu mendapat izin, Marrie langsung berpamitan pada nenek dan Alex. Tapi tentu tidak pada Nania. Marrie masih belum menerima Nania dengan sepenuh hati. Sekali pun Nania membalas semua perlakuan dari Marrie dengan sebuah kebaikan. Tapi Marrie masih belum bisa membalas kebaikan dari Nania dengan kebaikan juga. Hingga sikap Marrie masih seperti suhu di kutub utara, dingin dengan temperatur berada di level minus.


Alex mulai menyadari bagaimana Marrie yang tidak begitu menyukai Nania. Tidak berpamitan pada Nania, bahkan tidak pernah menegur Nania. Itu menjadi sebuah pertanyaan besar dalam benak seorang Alex. Mengingat Marrie dan Nania satu rumah, lagi pula apa urusan dari Marrie tidak menyukai Nania.

__ADS_1


"Aku pikir Marrie tidak pernah menyukai Nania." Ucap Alex begitu Marrie pergi meninggalkan semuanya.


"Ibu rasa itu tidak benar. Mungkin dia lupa untuk berpamitan pada Nania. Hingga dia tidak sempat untuk berpamitan pada Nania." Balas dari ibu Alex.


"Aku pikir ini bukan kali pertama. Tapi aku pikir ini terulang. Jadi bukan kebetulan semata, aku pikir." Balas Alex.


"Tapi aku pikir tidak demikian. Marrie tidak pernah bersikap baik pada kamu. Ini bukan sekali saja Nania, ini yang akan jadi pertanyaan besar untuk aku. Jika sekali mungkin wajar. Tapi ini selalu berulang. Mungkin kamu bisa bercerita apa yang membuat Marrie terlihat marah sama kamu. Apa dia terhasut ucapan dari mbak Beatrice akan kamu. Aku pikir mungkin karena itu." Ucap Alex begitu penasaran.

__ADS_1


"Tidak ada Alex. Aku dan Marrie baik-baik saja. Kami berdua tidak ada masalah apapun. Mungkin intensitas pembicaraan kita memang minim. Tapi bukan artinya kita tidak memiliki hubungan yang baik. Jadi kamu tidak harus khawatir Alex." Pinta Nania meyakinkan Alex.


"Aku mencoba percaya semuanya. Tapi rasanya berat. Aku melihat Marrie tidak menyukai kamu, bahkan itu terlihat saat dia menatap wajah kamu. Mungkin itu yang buat aku tidak percaya jika dia menyukai kamu." Terang Alex dengan begitu detailnya.


"Sudah, ibu rasa narasi kamu itu tidak benar Alex. Tidak ada yang tidak menyukai Nania. Mungkin hanya kamu saja yang merasa hal tersebut. Tapi ibu dan Nania tidak merasa hal yang sama." Balas ibu Alex menyudahi pembicaraan.


Alex sebenarnya masih ingin memperdebatkan perihal Marrie. Tapi apalah daya, ibunya yang paling Alex hormati. Sudah menegaskan sesuatu yang menurutnya sebuah fakta. Sehingga mau tidak mau, Alex harus menuruti apa yang ibunya katakan. Alex mengalah, walaupun Alex masih yakin ada sesuatu antara Marrie dengan Nania.

__ADS_1


__ADS_2