SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
OSCAR KEMBALI BEKERJA


__ADS_3

Di rawat beberapa hari di rumah sakit, serta beristirahat sehari di apartemen miliknya. Oscar akhirnya memutuskan untuk kembali bekerja. Dia merasa tubuhnya sudah cukup baik, sehingga tubuhnya tidak akan bermasalah lagi untuk di pakai bekerja.


Kembali mengenakan pakaian kerjanya, Oscar sudah siap berangkat ke salah satu outlet restoran milik Julien's. Sebelum berangkat, Oscar juga menyempatkan diri untuk menyantap sedikit roti sisa yang diberikan Marrie kepada dirinya. Roti itu cukup baik untuk membuat tubuh Julien's lebih terisi.


Tak lupa Oscar untuk menelpon Marrie. Oscar ingin Marrie tahu, jika dirinya sudah kembali bekerja. Oscar ingin mengajak Marrie untuk berangkat bersama menuju ke sekolah.


Oscar tahu, jika melakukan panggilan video call atau telepon akan beresiko bagi Marrie. Oleh sebab itu, Oscar hanya mengirimkan pesan saja pada Marrie. Dengan pesan, tentu hanya akan ada Oscar dan Marrie saja yang tahu.


Pesan yang Oscar kirim, langsung di balas Marrie dengan cepatnya. Hingga Oscar terpaksa membiarkan roti yang dia santap di tangannya. Tanpa disentuh sedikit pun oleh Oscar menggunakan mulutnya. Dia beberapa kali tersenyum membaca pesan yang di kirim Marrie kepada dirinya. Pesan yang sebenarnya sederhana, tapi dorongan hormon endorphin yang di hasilkan oleh Oscar. Membuat Oscar begitu bahagia membaca setiap pesan yang di kirim oleh Marrie kepadanya.


Tak ingin terus mengirimkan pesan pada Marrie. Oscar sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Marrie. Dia langsung mengambil kunci mobilnya. Oscar ingin segera menemui Marrie di rumahnya. Mengajak Marrie untuk berangkat bersama menggunakan mobil miliknya. Sekaligus pergi ke tempatnya bekerja.


Marrie sudah berada di gerbang rumahnya. Dia sudah tak sabar untuk segera pergi bersama Oscar. Marrie kembali membaca pesan yang di kirim oleh Oscar padanya sedari pagi. Marrie tersenyum sendiri saat membaca setiap pesan masuk kedalam ponselnya. Dia bahagia dengan pesan yang Oscar kirim kepada dirinya. Hingga dia tersenyum saat dia membaca kembali pesan tersebut.


Tak berselang lama, mobil Oscar dengan suara klakson khasnya datang menghampiri Marrie. Marrie terlihat begitu antusias dengan kedatangan mobil Oscar tersebut. Dia kembali merapikan penampilan darinya. Tentu itu untuk membuat Oscar semakin terpesona pada seorang Marrie.


Oscar langsung turun dari dalam mobilnya. Dia menghampiri Marrie yang nampak terlihat malu-malu dengan kedatangan dari seorang Oscar.

__ADS_1


"Selamat pagi." Sapa Oscar.


"Pagi." jawab Marrie nampak terlihat malu-malu kucing.


Oscar dan Marrie saling menatap satu sama lain. Keduanya salah tingkah saat menatap satu sama lain. Dimana baik Marrie, maupun Oscar. Sama-sama saling bingung dengan tatapan polos di antara keduanya. Hingga akhirnya keduanya saling menertawakan kebingungan satu sama lainnya.


Untuk membunuh rasa gugup yang terus membayangi Oscar. Dia akhirnya meminta Marrie untuk segera masuk ke dalam mobilnya. Dia akan segera membawa mobilnya menuju sekolah Marrie. Dengan segera Marrie melangkahkan kakinya menuju ke arah mobil Oscar. Namun Oscar yang lupa membuka pintu mobilnya, langsung berlari ke arah Marrie. Oscar berlari dari arah berlawanan untuk membuka pintu mobil untuk Marrie.


"Silakan." ucap Oscar membuka pintu mobil.


Marrie langsung memberikan senyuman pada Oscar. Senyuman yang di berikan pada Oscar untuk membunuh rasa gugup yang ada di dalam hati masing-masing. Sementara Oscar juga harus menghela nafas sedalam-dalamnya untuk membunuh rasa grogi yang terus membayangi pikirannya.


"Cantik, aku pikir semua perempuan cantik." ucap Marrie sedikit tertawa.


"Entah mengapa, cantik kamu berbeda dari perempuan biasanya. Itu yang aku lihat." jawab Oscar.


"Bedanya?" tanya Marrie.

__ADS_1


"Kamu cantik tanpa merkuri." jawab Oscar di lanjutkan tertawa.


Tak hanya Oscar, Marrie juga turut tertawa mendengar ucapan dari Oscar. Dia tak mampu menahan tawanya mendengar ucapan yang terlontar dari mulut seorang Oscar. Kata merkuri benar-benar membuat Marrie tertawa. Sebuah senyawa yang sering di gunakan oleh beberapa orang untuk membuat kulit mereka lebih putih lagi.


Semuanya sekarang telah mencair. Obrolan asyik sudah mulai terjadi di dalam mobil Oscar. Beberapa kali Oscar memuji Marrie kembali. Pujian yang tentunya membuat Marrie semakin jatuh hati pada seorang Oscar.


Tiba di depan gerbang sekolahnya. Oscar tak langsung meminta Marrie untuk masuk kedalam sekolahnya. Oscar sedikit memberikan pesan pada Marrie. Dimana Oscar berpesan pada Marrie untuk bersekolah sebaik mungkin. Sebab Marrie jauh lebih beruntung, di banding seorang Oscar yang tak menamatkan sekolahnya.


Marrie menepuk pundak Oscar. Dimana dia justru bangga dengan Oscar yang terus semangat dengan kondisi yang terjadi pada Oscar. Tidak semua orang seperti Oscar. Dimana mereka menyerah begitu saja dengan keadaan yang terjadi. Berbeda dengan Oscar yang tetap berusaha memperbaiki dirinya dengan keterbatasan yang ada pada dirinya.


No body is perfect, but everybody need to change more perfect. Mungkin itu yang bisa dikatakan seorang Marrie pada Oscar. Tidak ada manusia yang terlahir sempurna, tapi setiap manusia berhak untuk mengubah hidup mereka untuk bisa lebih baik lagi. Tidak ada yang tidak mungkin dalam hidup, selama kita masih memiliki waktu untuk mengubah hidup kita.


Sebuah motivasi yang di berikan Marrie kepada Oscar. Semakin membuat Oscar termotivasi untuk lebih giat lagi bekerja. Oscar berjanji, di gajian pertamanya. Dia akan mentraktir Marrie makan di salah satu restoran. Oscar berjanji akan hal tersebut.


Marrie sudah tidak sabar untuk menunggu Oscar gajian. Bukan soal uang semata, tapi tentu akan ada effort lebih yang di tunjukkan oleh Oscar untuk mencapai hingga gajian. Itu yang membuat Marrie sudah tidak sabar untuk menunggu Oscar gajian nantinya.


Tak ada lagi yang harus di bicarakan. Mengingat waktu kerja Oscar hampir segera tiba. Oscar harus segera membawa mobilnya menuju restoran. Mungkin hanya beberapa jam lagi, Oscar akan segera memulai pekerjaannya.

__ADS_1


Marrie pun mendoakan Oscar di hari ini akan bekerja dengan maksimal. Hingga Oscar akan mendapatkan reward dari apa yang telah di kerjakan oleh dirinya. Itu harapan yang Marrie inginkan pada Oscar. Harapan yang berbalut dengan sedikit doa.


Oscar langsung menyambut doa Marrie dengan kata amin. Mungkin dengan kata amin tersebut, doa yang dipanjatkan oleh Marrie akan menjadi kenyataan. Hingga Oscar akan bekerja dengan penuh semangat. Tidak ada komplain atau masalah yang menghadang dirinya. Oscar akan bekerja dengan begitu baiknya di hari ini.


__ADS_2