SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
MARRIE DAN OSCAR NONTON BIOSKOP


__ADS_3

Marrie tak henti memegang wajah sambil bercermin. Ia masih tak percaya ini akan jadi hari yang istimewa dalam hidupnya. Malam ini Oscar mengajak Marrie untuk nonton film. Pria pertama yang mengajak Marrie menonton film di bioskop.


"Apa aku sudah semakin dewasa. Seorang pria mengajak kencan malam ini. Rasanya seperti mimpi, seseorang mengajakku untuk menonton film di bioskop." Ucap Marrie sambil terus senyum-senyum.


Marrie mengubah posisinya. Dia membelakangi cermin, menyender tubuhnya. Kembali mengingat wajah tampan Oscar. Marrie membayangkan akan seperti apa malam ini. Sebuah malam special. Dimana Oscar akan memegang tangan Marrie selama perjalanan menuju gedung bioskop. Membelikan Marrie pop corn serta minuman bersoda. Sebelum duduk berdampingan. Sebuah malam yang special tentunya.


Semua bayangkan indah Marrie itu, seketika terhenti. Dering telepon yang berbunyi dengan kerasnya, langsung membuyarkan segala bayangan indah itu. Marrie langsung merogoh saku celananya untuk mengangkat telepon tersebut.


Matanya hampir jatuh, saat Marrie mengetahui panggilan telepon itu dari Oscar. Antara bahagia, bercampur gugup. Semakin membuat Marrie dilema. Beberapa saat Marrie membiarkan bunyi dering itu, sebelum akhirnya Marrie mengangkat panggilan telepon itu.


"Ma-malam Oscar." Marrie memulai pembicaraan dengan begitu gugupnya.


"Malam my little princess." Jawab Oscar begitu manis.


Panggilan little princess yang diucapkan oleh Oscar, seketika membuat Marrie semakin gugup. Ia tak dapat mengatakan apapun lagi. Tubuhnya seketika menjadi lemas, dengan ucapan yang dilontarkan oleh Oscar padanya.


"Kamu sudah siap buat nonton malam ini?" Tanya Oscar.


"Siap. Emm aku sudah sangat siap." Jawab Marrie meyakinkan.


"Satu jam lagi, aku akan jemput kamu tak jauh dari gerbang rumah kamu. Aku pakai mobil sport warna merah." Ucap Oscar.

__ADS_1


Marrie yang belum melakukan persiapan apapun, dibuat kaget dengan ucapan Oscar tersebut. Pasalnya, Marrie sendiri belum memilih baju yang hendak digunakan untuk menonton film bersama Oscar. Sehingga Marrie harus buru-buru untuk memilih baju yang hendak di pakai olehnya, untuk kencan bersama Oscar.


Begitu panggilan telepon itu berakhir. Marrie dengan segera mengeluarkan seluruh isi pakaian yang ada di rumahnya. Satu persatu ia jajal, sampai Marrie menghabiskan waktu 15 menit untuk memilih sebuah dress pendek berwarna horizontal yang dipadukan dengan sweater denim berwarna hitam. Pakaian itu dirasa cukup untuk membuat Marrie terlihat cantik malam ini.


Sedikit riasan make up ditambahkan oleh Marrie. Tak harus mengenakan make up berlebih, cukup make up tipis yang akan membuat penampilan Marrie semakin terlihat lebih hidup lagi.


Hanya 5 menit menuju 1 jam yang dijanjikan oleh Oscar. Marrie sudah tampil begitu cantik. Kembali bercermin untuk merapikan sedikit rambutnya, dengan penuh percaya diri. Marrie keluar dari kamarnya menuju tempat yang sudah dijanjikan oleh Oscar.


Tak berpamitan pada siapapun, Marrie pergi begitu saja. Ia tak memperdulikan yang akan terjadi jika semua anggota keluarga mengetahuinya pergi. Marrie hanya memikirkan kesenangan dirinya saja. Kesenangan yang tentu hanya bersifat sementara.


Pertanyaan dari Brue, satpam rumahnya. Juga tak dipedulikan oleh Marrie. Ia tak menjawab hendak pergi kemana. Marrie justru memarahi Brue yang dianggap terlalu mencampuri urusannya. Marrie hanya meminta Brue untuk melakukan pekerjaannya sesuai apa yang ada saja. Sehingga Brue harus meminta maaf pada Marrie.


Oscar tak mengingkari janjinya pada Marrie. Ia memang sudah berada tak jauh dari gerbang rumah Marrie seperti yang sudah disepakati. Sambil tersenyum kecil, Marrie berjalan menuju mobil sport Oscar yang ia pinjam dari rental mobil.


Marrie hanya membalas dengan senyuman kecil saja pujian dari Oscar tersebut.


"Kita makan dulu atau langsung menuju gedung bioskop?" Tanya Oscar.


"Bagaimana kalau kita makan dulu. Aku pikir akan sangat membosankan saat kita berada di gedung bioskop." Jawab Marrie.


"Baik kalau memang itu permintaan dari kamu. Kita akan makan dulu." Tutup Oscar.

__ADS_1


Dengan penuh perhatian, Oscar membukakan pintu mobil untuk Marrie masuk. Sehingga Marrie semakin terkesima dengan perhatian kecil yang diberikan oleh Oscar.


Pun ketika Marrie sudah berada didalam mobil. Oscar tetap menunjukkan rasa perhatiannya pada Marrie. Tanpa diminta oleh Marrie, Oscar langsung memasangkan sabuk pengaman melingkari tubuh Marrie.


Sempat sedikit saling menatap satu sama lain. Sebelum akhirnya Marrie tak kuat dengan tatapan manis yang ditunjukkan oleh Oscar, mengalihkan pandangannya. Oscar pun dengan segera mengakhiri tatapan tajam tersebut.


Oscar terus merayu Marrie di sepanjang jalan menuju restoran. Mulai dari kalimat gombalan yang membuat Marrie tertawa. Hingga kalimat romantis yang diucapkan oleh Oscar yang membuat Marrie semakin dibuat terbang.


Sampai di restoran yang dituju. Oscar masih menunjukkan sikap romantisnya pada Marrie. Ia melepaskan sabuk pengaman dari tubuh Marrie. Hingga membuka pintu mobil untuk Marrie. Semua aksi romantis yang dilakukan oleh Oscar, semakin membuat Marrie terbang tak karuan.


Oscar juga menggenggam erat tangan Marrie. Ia tak ingin henti melakukan aksi romantisnya pada Marrie. Oscar ingin malam ini sangat berkesan untuk Marrie. Sehingga Marrie akan semakin jatuh dalam pelukannya.


Masuk kedalam restoran. Oscar tetap tak henti dengan aksi-aksi romantisnya. Dimana Oscar mengambil sebuah bunga yang memang diberikan pada seluruh pelanggan yang berkunjung ke restoran. Tetapi Oscar memanfaatkan momen itu dengan baik. Sehingga apa yang dilakukan Oscar untuk Marrie sangat romantis dan berkesan di hati Marrie.


Bunga indah yang diberikan oleh Oscar, tak lepas dari genggaman Marrie. Ia menggenggam erat bunga pemberian dari Oscar itu. Bahkan saat ia duduk pun, Marrie masih menggenggam bunga tersebut.


Tak banyak makanan yang dipesan oleh Marrie dan Oscar. Hanya beberapa makanan yang digunakan untuk pengganjal perut saja. Sebelum menonton film di bioskop.


Sekecil apapun peluang yang ada. Oscar tetap berusaha membuat peluang itu menjadi momen yang paling berkesan untuk Marrie. Dengan penuh perhatian, Oscar menyuapi Marrie. Begitu juga dengan kotoran yang menempel disamping mulut Marrie. Oscar langsung membersihkannya dengan penuh perhatian. Momen itu langsung membuat Marrie semakin terkesan dan terkesan.


Beberapa menit lagi film akan segera di mulai. Oscar dan Marrie pun harus segera menuju gedung bioskop untuk mendapatkan tempat duduk ideal bagi mereka berdua. Tetapi sebelum memasuki gedung bioskop. Sekantong pop corn serta dua minuman dibeli terlebih dahulu oleh Marrie dan Oscar.

__ADS_1


Oscar dan Marrie memilih kursi dibagian tengah bioskop. Sehingga keduanya bisa tetap bermesraan selama pemutaran film. Tak terlalu dekat, tapi juga tak terlalu jauh. Jadi tempat yang cocok untuk menonton film, sambil bermesraan.


Sepanjang film Oscar tak melepaskan rangkulan tangannya dari pundak Marrie. Begitu juga Marrie yang terkadang menyandarkan kepalanya ke bahu Oscar. Keduanya begitu romantis selama penayangan film.


__ADS_2