
Oscar nampak begitu semangat untuk kembali bekerja di restoran Julien's sebagai seorang kurir. Ketika para pegawai lain belum datang ke restoran. Oscar telah menepikan dirinya di depan restoran. Mungkin ini adalah bukti bagaimana seorang Oscar adalah pekerja keras yang disiplin dalam bekerja.
Menunggu pegawai lain membuka kunci restoran. Oscar memakan terlebih dahulu, roti yang sempat dia beli di supermarket. Mungkin roti itu bisa membuat perut Oscar sedikit terisi oleh makanan. Mengingat Oscar akan melakukan perjalanan yang cukup jauh dengan berbagai tempat yang akan di tuju.
Ketika asyik menyantap roti sarapannya. Tiba-tiba manajer Jerome datang dengan kunci restoran yang dia bawa. Sambil membuka kunci restoran, dia tiba-tiba menghina Oscar yang sarapan dengan roti saja.
"Kamu tidak mampu membeli makanan lain untuk sarapan?" Ledek Jerome pada Oscar.
"Masih mending saya sarapan dengan roti. Daripada bapak, saya yakin bapak tidak sarapan pagi ini Mungkin istri bapak lupa bangun, sehingga bapak tidak sarapan." Jawab Oscar dengan begitu tengilnya.
"Kata siapa kamu saya tidak sarapan?" Balas Jerome dengan begitu kesalnya.
__ADS_1
"Orang kalau sudah sarapan itu pasti bahagia. Tidak akan marah seperti itu. Sebab ada hormon yang meningkat,"
Melihat Jerome yang terlihat begitu kesal. Oscar hanya bisa tersenyum dengan begitu puasnya. Manajer restoran super menyebalkan itu, akhirnya harus menerima kenyataan di serang balik oleh Oscar.
Begitu pintu restoran itu telah terbuka, Oscar segera masuk ke dalam loker untuk mengambil seragam miliknya. Mungkin merapikan mobilnya lebih baik, sebelum menunggu mengantar makanan ke berbagai tempat dan tujuan.
Baru akan membersihkan kaca mobilnya, Oscar langsung mendapat tugas dari Jerome. Dia di minta Jerome untuk mengantar beberapa sayuran yang harus di kirim pada outlet lain. Sebenarnya sayuran itu tidak harus di kirim sekarang. Tapi Jerome yang ingin memberikan pekerjaan langsung pada Oscar. Meminta Oscar memberikan sayuran itu sekarang juga pada outlet itu.
Oscar menuruti saja permintaan dari Jerome tersebut. Mengingat itu adalah sebuah tugas dirinya sebagai seorang kurir restoran. Oscar pun menjalankan tugas dari Jerome itu dengan penuh suka cita. Ada sedikit uang tips yang tentu akan di dapat oleh Oscar di pagi ini. Ini akan jadi uang tips pertama di hari ini. Buka dasar bagi seorang Oscar.
Perjalanan berjalan baik-baik saja, sampai Oscar melewati sebuah jalanan yang sedikit sepi. Mobilnya seperti di ikuti oleh sebuah mobil lainnya. Entah mengapa mobil itu mengikuti Oscar. Oscar terus memantau mobil yang mengikuti dirinya itu dari spion mobilnya. Oscar ingin memastikan jika mobil itu sudah tidak mengikuti dirinya lagi.
__ADS_1
Namun mobil itu terus mengikuti mobil Oscar. Sampai di jalanan yang benar-benar sepi. Mobil yang mengikuti Oscar itu menyusul mobil Oscar. Kemudian langsung mencegat mobil Oscar, sebelum akhirnya mobil Oscar benar-benar terjepit oleh mobil itu. Oscar menghentikan mobil miliknya. Tak lama, dua orang berbadan besar keluar dari mobil. Keduanya berjalan ke arah mobil Oscar.
"Cepat turun." Perintah salah satu dari dua preman itu.
"Cepat!" Bentak salah seorang lainnya sambil memukul keras kaca mobil Oscar.
Oscar yang takut dan panik, akhirnya keluar untuk menghadapi kedua preman yang tentu bukan tandingan darinya itu. Oscar sempat mencoba berlari untuk kabur dari kedua preman itu.
Tapi, kedua preman itu tidak mampu di kelabui oleh Oscar. Keduanya berhasil menarik kerah baju Oscar. Sehingga Oscar tidak bisa berlari jauh dari kedua preman itu.
Disaat itu, tubuh kecil Oscar langsung di hujani dengan pukulan dari kedua preman itu. Oscar tak berdaya, dia membiarkan tubuhnya itu menjadi sasaran empuk dari kedua penjahat itu. Hingga akhirnya Oscar harus babak belur di buat oleh kedua preman itu.
__ADS_1
Melihat Oscar yang sudah setengah sadar. Preman itu membiarkan tubuh Oscar begitu saja di samping mobil miliknya. Keduanya lalu pergi meninggalkan Oscar yang akhirnya jatuh pingsan dengan kondisi tubuhnya yang begitu payah.
Tak ada orang yang menolong Oscar. Beberapa mobil melintas di jalanan itu. Tapi tidak ada yang peduli dengan tubuh kecil Oscar yang terlihat terbaring dengan begitu payahnya. Mungkin kepedulian dari orang-orang sudah tidak ada. Sehingga mereka sudah tidak peduli terhadap sesama. Melihat tubuh Oscar yang terbaring dengan begitu lemahnya saja, banyak orang yang tak peduli.