SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
JULIEN'S BERBOHONG PADA NANIA


__ADS_3

Rasa kesal tetap ada dalam hatinya. Julien's begitu kecewa pada Marrie yang telah bolos sekolah. Padahal Julien's pernah mengultimatum Marrie untuk tidak melakukan tindakan serupa. Tapi Marrie kembali melakukan hal yang sama.


Wajah kecewa dan kesal yang ada. Coba Julien's singkirkan, begitu memasuki ruang perawatan Nania. Dia tak ingin menambah beban Nania dengan ulah yang dilakukan oleh Marrie. Julien's berusaha tersenyum dengan rasa kesal yang tersimpan di hati kecilnya.


"Ada apa dengan Marrie, kenapa kamu dipanggil ke sekolahnya?" Tanya Nania begitu Julien's masuk kedalam ruang perawatan.


Julien's berusaha tenang. Dia duduk disamping ranjang perawatan Nania.


"Semua baik-baik saja. Marrie hanya tidak memberitahu ada rapat orangtua padaku beberapa minggu yang lalu. Sehingga pihak sekolah ingin menyampaikan secara langsung padaku." Kebohongan Julien's.


"Rapat membahas apa?" Tanya Nania semakin penasaran.


"Soal study tour ke Spanyol. Mereka ingin memberikan perincian serta biaya yang harus ku keluarkan untuk Marrie." Terang Julien's.


"Kemana Marrie akan study tour, maksud aku ke kota mana?" Nania semakin penasaran.


"Cordoba." Jawab Julien's singkat.

__ADS_1


"Aku pikir Cordoba tempat yang historis. Dimana ada banyak hal yang bisa dipelajari disana." Terang Nania.


"Aku pikir juga begitu. Cordoba adalah tempat yang cukup indah untuk kita belajar sejarah. Terlebih untuk anak SMA seperti Marrie." Lanjut Julien's.


"Kapan study tour itu berlangsung?" Tanya Nania kembali.


Julien's bingung.


"Kapan sayang?" Gertak Nania.


Nania berpikir. Bulan ini saja sudah masuk Agustus. Bulan Juni tentu dua bulan yang lalu. Sehingga dia bingung.


"Bukannya bulan Juni itu dua bulan yang lalu. Sekarang bulan Agustus. Jadi kapan study tour itu berlangsung?"


"Maksud aku 16 Juni tahun depan."


Nania nampak sudah percaya dengan ucapan dari Julien's. Dia tak melontarkan pertanyaan seperti wartawan lagi. Kini Nania hanya tersenyum melihat wajah ceria yang ditunjukkan oleh Julien's.

__ADS_1


Dengan penuh perhatian Julien's mengusap dahi Nania. Masih terasa panas, sehingga Julien's meminta Nania untuk kembali meminum obat. Namun Nania belum makan siang, sehingga dia harus makan siang terlebih dahulu.


"Aku ambil makan siang buat kamu dulu." Pinta Julien's.


"Tapi aku gak nafsu makan." Ucap Nania begitu lemas.


"Bagaimana kamu minum obat, kalau kamu tidak makan." Ujar Julien's.


Nania terdiam tetap dengan wajah lemasnya. Julien's mencium kening Nania, sebelum akhirnya pergi mengambil makan siang untuk Nania.


Tak perlu 10 menit menunggu. Sebuah piring dengan berbagai jenis makanan, dibawa oleh Nania. Tidak mungkin makanan itu bisa dimakan semuanya oleh Nania. Nafsu makan Nania saja tidak ada. Tapi tenang, makanan itu tidak untuk Nania sepenuhnya. Tapi untuk Julien's juga.


Usai mengucap doa, Julien's segera menyuapkan suapan pertama yang akan diberikan pada Nania. Suapan itu menjadi suapan yang berkesan, sebab Julien's menyendok dengan penuh rasa cinta untuk Nania.


Terlihat menggugah selera, sebuah potongan ayam yang berpadu dengan kentang serta wortel. Dengan aroma lezat rempah yang menggoyang hidung. Diharap bisa membuat nafsu makan Nania kembali.


Tapi, baru sedikit yang sampai di lidah Nania. Nania langsung muntah. Tak ada rasa sama sekali. Hanya hambar, dengan sensasi panas di lidah. Nania tak merasakan lezatnya dari sup tersebut.

__ADS_1


__ADS_2