SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
JULIEN'S SADAR


__ADS_3

Julien's masih terus terbayang akan ucapan kasarnya pada seorang Nania. Dia begitu kasar memberitahu Nania, padahal Nania pun berada di dalam sebuah persimpangan yang sulit. Mungkin bukan karena ada rasa yang mengisi hatinya, hanya saja Nania belum bisa melihat Alex hancur. Itu yang Nania pikirkan.


Julien's menyesali apa yang telah dia katakan pada seorang Nania. Dia mengatakan hal yang cukup buruk pada seorang Nania. Sehingga mungkin Nania merasa kecewa dengan apa yang dia ucapkan. Nania mungkin sakit hati akan apa yang telah Julien's katakan pada dirinya. Hingga Julien's pun harus segera meminta maaf pada Nania.


Julien's terbangun dari posisi tidurnya. Dia mulai terpikir untuk meminta maaf pada seorang Nania. Itu mungkin harus di lakukan oleh Julien's untuk membalas rasa sakit hati yang ada di hati seorang Nania oleh ucapannya.


Julien's mulai beranjak dari ranjangnya, dia terlihat sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Nania. Mungkin Julien's yang akan menghampiri Nania di kamarnya, untuk kemudian meminta maaf pada Nania atas ucapannya yang telah melukai hati seorang Nania.


Baru mengenakan sendalnya, langkah Julien's langsung terhenti oleh suara panggilan dari seorang Beatrice. Beatrice yang mengetahui suaminya tersebut akan pergi, langsung memanggil Julien's kembali.

__ADS_1


"Kamu mau pergi kemana?" tanya Beatrice dengan wajah penasaran.


Julien's menggaruk kepalanya. Dia menunjukkan ekspresi yang cukup bingung untuk menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Beatrice. Hingga Julien's terlihat gugup saat akan menjawab pertanyaan dari seorang Beatrice tersebut.


"Aku mau ke kamar mandi sebentar." ujar Julien's.


"Aku sekalian ingin meminum obat pusing, aku merasa kurang enak badan di malam ini." balas Julien's mencoba tenang.


Beatrice mempercayai semua ucapan dari Julien's. Dia tidak terlihat penasaran lagi dengan apa yang hendak di lakukan oleh Julien's. Beatrice kembali menarik selimutnya, untuk melanjutkan tidur malamnya.

__ADS_1


Julien's pun langsung segera menghampiri Nania di kamarnya. Dia sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan Nania. Mungkin permohonan maaf akan di ucapkan oleh Julien's untuk membalas apa yang telah dia lakukan pada seorang Nania. Dia menuduh Nania melakukan hal yang sama sekali tidak di lakukan oleh Nania. Itu yang membuat Julien's merasa begitu bersalah pada seorang Nania.


Julien's langsung mengetuk pintu kamar Nania begitu tiba. Dia terlihat begitu gugup untuk meminta maaf pada seorang Nania. Mengingat apa yang telah Julien's lakukan pada Nania adalah sebuah kesalahan yang cukup fatal. Sehingga Julien's harus bisa mengubah sikapnya yang terkadang berlebihan pada seorang Nania.


Nania yang baru akan tidur di atas kasurnya, langsung terbangun kembali. Dia terbangunkan oleh suara ketukan pintu yang di lakukan oleh seorang Julien's. Hingga Nania pun langsung membuka pintu kamarnya.


Baru membuka pintu kamar, Nania langsung di peluk oleh Julien's dengan begitu eratnya. Julien's meminta maaf pada Nania. Dia merasa telah membuat Nania bersedih dengan sikapnya yang sedikit berlebihan. Itu yang membuat Julien's merasa begitu kecewa pada seorang Nania.


Nania yang sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan dengan ucapan Julien's, merasa apa yang di lakukan oleh Julien's sedikit berlebihan. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana seorang Julien's merasa begitu bersalah pada dirinya. Padahal Nania sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut. Hingga Nania pun meminta Julien's untuk tidak bersikap secara berlebihan pada dirinya.

__ADS_1


__ADS_2