
Tanpa berpamitan terlebih dahulu pada Alex dan Fritz. Nania langsung mengambil tas kecilnya diatas sofa ruang tamu. Kemudian dia bergegas pergi meninggalkan Alex dan Fritz yang asyik mengobrol.
Alex yang heran dengan perubahan sikap dari Nania. Dengan segera mengikuti Nania yang berlari keluar rumah.
Alex menemui Nania yang sudah berada diluar gerbang rumah Fritz. Nania mencoba memesan taksi online di ponselnya. Dia ingin segera pulang dari rumah Fritz yang didalamnya ada Thomas yang terus meneror Nania.
"Nan kamu kenapa?" Tanya Alex.
"Aku harus pulang Alex." Jawab Nania dengan penuh ketakutan.
"Iya tapi kenapa mendadak seperti ini?" Tanya Alex bingung.
"Pokoknya aku harus pulang!" Nania tetap dengan wajah ketakutan dan sedikit gugup.
Alex melihat ada sesuatu yang aneh. Dia menenangkan Nania. Alex memegang wajah Nania, lalu menatap tajam wajah Nania. Dengan nada lembut, Alex mencoba mengapa Nania ketakutan seperti itu.
"Ada apa?" Tanya Alex.
Nania bingung untuk menjawab pertanyaan dari Alex. Akhirnya dia terpaksa berbohong untuk membuat Alex tak curiga padanya.
"Teman aku Alex. Dia...." Jawab Nania menggantung.
"Dia kenapa?"
"Dia terpeleset di kamar mandi. Aku harus mengeceknya segera di apartemennya." Jawab Nania.
"Jadi kamu buru-buru seperti tadi, karena teman kamu terkena musibah. Ok kalau gitu aku antar kamu kesana." Ajak Alex.
"Gak usah Alex. Aku bisa sendiri. Aku bakal pesan taksi online. Kamu lanjut ngobrol sama teman kamu saja." Tolak Nania.
"Enggak! Aku gak bakal biarkan kamu pergi sendiri. Aku bakal temani kamu." Tegas Alex.
"Tapi Alex..." Nania mencoba.
Goyangan jari telunjuk dari Alex pertanda Nania tak bisa melakukan lobi apapun lagi. Dia harus berangkat bersama Alex menuju apartemen Aurille.
Nania diminta untuk menunggu Alex mengambil mobil miliknya dihalaman Fritz. Sekaligus Alex ingin berpamitan pada Fritz, sebab dia belum berpamitan pada Fritz dan keluarganya.
Tak berselang lama, Alex kembali dengan mobilnya. Dia membunyikan klakson mobilnya, meminta Nania masuk kedalam mobilnya.
Didalam mobil Nania mulai menghubungi Aurille. Dia berulang kali mengirim pesan pada Aurille. Tetapi nomornya tak aktif. Hingga ketakutan mulai mendekapnya. Dimana dia takut ketahuan berbohong pada Alex.
"Kamu kenapa Nan?" Tanya Alex.
"Enggak kenapa-kenapa." Jawab Nania ragu.
"Tapi muka kamu terlihat seperti orang bingung seperti itu." Ucap Alex.
"Aku cuman lagi menghubungi teman aku, tetapi nomor dia gak aktif." Jawab Nania.
"Kita langsung datangi saja ke apartemen rumahnya. Biar kita tahu kondisi dia." Ucap Alex.
Nania terdiam dengan wajah panik.
__ADS_1
"Apartemennya daerah mana?" Tanya Alex.
Nania terkejut dengan pertanyaan dari Alex. Dia tak mungkin menunjukkan apartemen Aurille dengan kondisi Aurille yang sulit dihubungi. Tetapi dia harus mengatakan apalagi. Sebab dia belum melakukan kontak dengan Aurille.
Nania akhirnya memilih kembali berbohong pada Alex. Dia mengatakan jika temannya tersebut telah dibawa ke rumah sakit. Sehingga rasa cemas Nania perlahan menghilang.
Alex nampak curiga, tetapi Nania coba meyakinkan Alex dengan ucapan manisnya. Hingga Alex akhirnya benar-benar percaya dengan ucapan dari Nania akan temannya tersebut.
Alex tak ingin menyia-nyiakan waktu bersama Nania hanya untuk bertemu dengan temannya saja. Lebih dari itu, dia ingin mengajak Nania untuk belanja. Tentu untuk tampil gagah dan tampan diacara ulang tahun restoran nanti. Mengingat Alex sendiri memiliki saham disana yang diwariskan oleh ayahnya terdahulu.
Nania tak bisa menolak ajakan Alex. Sebab Beatrice sudah mengatakan jika Nania diizinkan untuk pergi bersama Alex. Beatrice yang akan menjaga Romeo selama Nania tidak ada di rumah.
Kembali ke butik langganannya, Alex meminta gaun khusus untuk Nania. Begitu juga sebuah jas yang tentunya istimewa untuk Alex. Sehingga keduanya bisa berada diatas panggung dengan serasinya.
Gaun panjang berwarna merah menjadi pilihan Nania diantara gaun lain yang disodorkan padanya. Melihat Nania memilih gaun berwarna merah, Alex pun turut memilih setelan jas berwarna merah seperti warna yang Nania pilih.
Alex membayangkan betapa serasinya dia dengan Nania dalam menghadiri acara ulang tahun restoran. Nania akan cantik dengan gaun tersebut. Begitu juga dengan Alex yang akan tampil gagah dengan setelan jas berwarna senada dengan Nania.
Senyum yang Alex lakukan ketika membayangkan dirinya dengan Nania. Menjadi pertanyaan bagi Nania. Dimana Alex tersenyum tanpa diketahui apa penyebabnya.
Alex langsung malu-malu begitu Nania menanyakan mengapa dia tersenyum seperti itu. Alex bingung untuk menjawab pertanyaan Nania. Hingga dia berusaha untuk membuat semuanya menjadi baik-baik saja.
Sudah memilih pakaian yang akan dikenakan untuk esok hari. Alex nampaknya sudah sangat antusias untuk menjajal setelan jas yang dia beli. Tentunya dengan gaun yang Nania kenakan juga.
Akhirnya Alex terpikir sebuah studio photo. Dimana dia menginginkan untuk mengabadikan momen bersama Nania sebagai momen yang indah. Sebelum gaun itu dikenakan untuk peringatan ulang tahun restoran. Alex ingin mengabadikannya terlebih dahulu sebagai sebuah album photo yang berkesan dalam hidupnya.
Nania hanya mengikuti saja semua permintaan dari Alex. Sebab Alex begitu dominan. Hingga Nania tak memiliki ruang untuk menolak permintaan dari Alex yang beragam tersebut.
Uang memudahkan Alex mendapatkan semuanya. Tak harus menunggu, Alex dan Nania akan mendapatkan sebuah album photo super mewah hasil jepretan dari photographer profesional.
10 menit ganti baju, sementara 20 menit sisanya digunakan untuk merias wajah masing-masing untuk terlihat lebih menarik lagi di kamera. Nampak kebahagiaan tak dapat disembunyikan oleh Alex. Dia tersenyum dan terus tersenyum menatap setiap olesan make up yang membalut wajah cantik Nania.
Semuanya siap. Nania anggun dengan gaun merah yang dia pakai. Sementara Alex gagah dengan setelan jas merah yang terlihat padu dengan jas milik Alex. Keduanya bak sepasang kekasih yang akan menjalani sebuah photo prewedding.
Dengan bantuan dari photographer dan asistennya. Nania dan Alex mendapat setiap arahan dalam bergaya di depan lensa kamera. Keduanya pun tak kesulitan untuk memperagakan setiap gaya. Walaupun sedikit kagok, tetapi Nania berusaha membuat suasana pemotretan mencair. Hingga hasil yang didapat pun menjadi lebih bagus lagi.
Puluhan photo telah diperoleh. Nania dan Alex diizinkan untuk melihat hasil gambar dari pemotretan keduanya.
Baik Nania, maupun Alex begitu puas dengan photo keduanya. Dimana tidak ada satupun photo yang terlihat tidak bagus. Semuanya indah dan sesuai harapan dari Alex.
Semua photo itu Alex simpan di sosial media yang langsung terkirim ke semua teman sosial medianya. Baru beberapa detik di posting, photo itu langsung menghentikan jagat sosial media. Semua orang mengira Alex dan Nania melakukan pre-wed.
Banyaknya doa yang mengalir di sosial media milik Alex. Terdengar juga hingga telinga Julien's. Dia yang penasaran langsung melihat semua koleksi photo tersebut di sosial media Alex. Dimana dengan mata kepalanya sendiri, Alex melihat istri keduanya tersebut bermesraan dengan adiknya sendiri.
Remuk laksana sebuah gelas kaca terjatuh dari ketinggian. Dimana retakannya terasa menyakitkan, menghancurkan keseluruhan dari bagian yang ada. Dia hancur secara berkeping-keping. Menyaksikan kemesraan Nania dengan Alex.
Beatrice hanya tersenyum dengan apa yang terjadi pada Alex dan Nania. Dia merasa menang dan menang. Melihat batin suaminya tersiksa dengan kecemburuan akan Alex.
Julien's seketika bersikap dingin pada Nania. Dia mengacuhkan Nania begitu tiba ke rumah bersama Alex. Tak ada senyum, selain amarah yang nampak ia tahan di hatinya. Sikap dingin Alex membuat Nania bertanya, mengingat apa yang dia lakukan dengan Alex hanya photo biasa. Tetapi dalam sudut pandang Julien's yang dibakar api cemburu.
Malam tiba, Julien's yang berangkat lebih awal dibanding dengan anggota keluarga lain. Telah berada di tempat acara ulang tahun. Dia dengan setelan jas berwarna biru nampak gagah. Julien's memastikan semuanya berjalan sesuai dengan apa yang dia inginkan. Sebuah pesta ulang tahun restoran yang mewah dan megah.
Didalam kamar, Nania telah memilih gaun berwarna biru pemberian dari Julien's. Tetapi dia terpaksa mengganti gaun yang dia kenakan dengan gaun milik Alex. Alex meminta Nania dengan sangat pada Nania untuk mengenakan gaun yang dia berikan padanya.
__ADS_1
Delima berat, tetapi Nania akhirnya mengikuti permintaan dari Alex. Dia akhirnya memilih gaun berwarna senada dengan Alex dibanding dengan gaun pemberian dari Julien's yang tak kalah cantik dan mewah.
Mungkin Julien's akan memahami. Sehingga tak ada pemikiran dalam diri Nania yang akan membuat Julien's marah padanya.
Satu persatu para staf restoran serta staf kantor berdatangan memadati gedung acara. Mereka mulai menikmati setiap kejutan yang dihadirkan oleh Julien's sebagai owner perusahaan pemilik restoran. Mereka pun dibuat layaknya raja yang mendapat jamuan yang istimewa dari Julien's. Termasuk Thomas yang mengenakan pakaian casual dengan topi berwarna hitam.
Kedatangan kloter kedua dari keluarga Julien's bermuatan Beatrice dengan ketiga anaknya. Dengan didampingi Roberto sebagai sopir pribadi Beatrice, merangkap asisten Beatrice. Walaupun angin malam akan membuat kondisi kesehatan sedikit bermasalah, tetapi demi merayakan kebahagiaan restoran keluarga Julien's. Beatrice mencoba melawan rasa yang akan membuatnya sakit.
Kloter ketiga diikuti Alex yang tetap dengan Nania yang berada disampingnya. Sebelum berangkat ke gedung yang menjadi tempat perayaan ulang tahun. Alex membawa mobilnya menuju rumah ibunya. Dia ingin mengajak ibunya berangkat bersamanya.
Tak perlu lama menunggu, ibu Alex dengan dandanan super kece. Telah siap pergi bersama Alex. Begitu Alex memarkirkan mobilnya di depan gerbang rumah. Ibunya langsung menghampiri mobil Alex, lalu masuk kedalam mobil Alex.
Ibunya menyapa Alex dengan begitu manisnya. Tetapi sapa ramah itu tiba-tiba berubah menjadi amarah, begitu dia melihat Nania berada disamping Alex. Amarahnya seketika meledak.
"Sedang apa perempuan murahan ini ada di mobil kamu?" Tanya ibunya.
"Ayolah bu. Jangan terus-terusan mengungkit masa lalu Nania. Itu dulu, bukan hari ini." Jawab Alex mengiba.
"Alex yang namanya perempuan gak benar, sampai kapan pun akan jadi perempuan gak benar. Jadi kamu harus hati-hati sama dia." Amuk ibunya.
Alex tak menjawab ucapan ibunya. Dia hanya menunjukkan raut wajah kecewa akan penghinaan ibunya pada Nania.
"Ibu gak mau satu mobil sama perempuan ini!" Tegas ibunya sambil menunjuk kearah Nania.
Alex diam.
"Ok kalau kamu gak mau menuruti permintaan ibu. Biar ibu yang turun dari mobil ini." Ancam ibunya.
Alex tetap diam. Dia tak memperdulikan ancaman dari ibunya tersebut.
Seolah tak mendapat respon yang baik dari anaknya sendiri. Akhirnya ibu Alex benar-benar turun dari mobil Alex. Keluar dengan tetap mempertahankan makian pada Nania. Tak lupa dorongan keras di pintu mobil Alex. Menambah kekecewaan dari ibunya tersebut.
Melihat Alex bertengkar dengan ibunya sendiri. Nania merasa tak enak. Dia mencoba membujuk Alex untuk meluluhkan egonya. Bahkan Nania rela untuk tidak satu mobil dengan Alex dan ibunya, jika memang ibunya tidak menginginkan keberadaan Nania disana.
Tetapi Alex telah memutuskan untuk memilih Nania. Dia dewasa, sehingga berhak memilih apa yang terbaik untuknya. Alex melarang Nania turun, sebab Alex akan segera memacu mobilnya menuju gedung acara.
Nania tetap tidak merasa tenang. Mengingat Alex bertengkar dengan ibunya karena dia. Sehingga ada perasaan bersalah dalam diri Nania akan pertengkaran yang terjadi antara Alex dengan ibunya.
Rasa bersalah Nania tetap ada, sekalipun suasana meriah sudah mulai nampak dari luar gedung akan acara ulang tahun restoran. Nania tetap memikirkan perasaan sedih yang dialami oleh ibunya Alex. Nania menanyakan apakah ibunya telah tiba. Tetapi Alex hanya mengatakan pada Nania untuk tidak mengkhawatirkan ibunya, sebab ibunya tentu akan baik-baik saja. Sebab dia pun memiliki seorang sopir kepercayaan yang bisa diandalkan. Jadi Nania tak harus khawatir pada ibunya.
Alex menggandeng Nania menuju kursi VIP yang khusus diberikan pada keluarga besar Julien's, termasuk Alex. Disamping Nania telah berjejer keluarga Julien's lainnya seperti Beatrice dan ketiga anaknya. Maupun orang penting di perusahaan Julien's yang telah berjasa membuat restoran Julien's tumbuh dan berkembang seperti saat ini.
Tak nampak Julien's dijejeran kursi VIP. Nampaknya Julien's tengah meredakan emosi ibunya yang tentu masih kesal pada Alex yang lebih memilih Nania, dibanding ibunya sendiri.
Begitu reda emosinya. Baru Julien's mengajak ibunya untuk turut duduk dijejeran kursi VIP bersama keluarga besar dan petinggi perusahaan. Walaupun Julien's belum bisa memastikan ibunya tidak akan kembali marah pada Nania.
Ibunya begitu marah, melihat Nania dengan santainya berada di kursi VIP. Dia ingin marah, tetapi tentu tidak etis untuk saat ini. Mengingat ada acara besar yang sedang berlangsung. Jika dia membuat keributan, nama baiknya selama ini akan tercoreng begitu saja.
Berbeda dengan ibunya yang marah, sebab Nania berada di kursi VIP bersama Alex. Julien's marah, sebab Nania lebih memilih baju pemberian dari Alex. Dibanding dengan gaun yang dia berikan. Julien's begitu kecewa pada Nania. Tetapi dia hanya bisa menahan rasa kecewanya tersebut. Dia tetap profesional dengan duduk disamping Alex.
Acara dimulai, dimana langsung dihibur oleh seorang penyanyi ternama yang berasal dari Nice. Dia menyanyikan dengan begitu meriah. Tetapi terasa hampa dihati Julien's saat ini. Dimana dia melihat istrinya berdekatan dengan adik kandungnya sendiri.
Acara berikutnya sambutan dari Julien's selaku pemilik terbesar saham di perusahaannya. Dia menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh staf yang telah membantu perusahaannya tumbuh menjadi seperti saat ini. Tetapi matanya tetap tak bisa berpaling menatap Nania.
__ADS_1