
Tiba di pasar tradisional yang akan menjadi tempat Julien's dan Nania belanja. Julien's dan Nania langsung berkeliling pasar untuk mencari bahan makanan yang akan di beli oleh keduanya. Beberapa bahan makanan sudah ada di daftar seorang Julien's.
Julien's mengajak Nania untuk membeli daging babi terlebih dahulu. Mungkin pagi ini Julien's ingin memasak hidangan dengan bahan utama daging babi. Mengingat ibu Nania di kenal sebagai seseorang yang menyukai daging babi. Hingga masakan dari Julien's akan menjadi nilai tambah, di mata seorang ibu Nania.
Cukup setengah kilo saja, Julien's rasa daging itu cukup untuk di santap saat sarapan, makan siang dan juga makan malam. Tujuan Julien's selanjutnya tentu adalah sayuran segar yang akan di jadikan bahan utama masakannya juga. Beberapa sayuran sudah di incar oleh Julien's. Salah satunya adalah bayam yang memiliki kandungan mengandung vitamin C yang cukup banyak. Dalam bayam sendiri, terdiri kandungan vitamin C sebesar 45 miligram. Itu sesuai dengan rekomendasi dari badan kesehatan dunia, dalam pemenuhan vitamin C harian yang di butuhkan oleh tubuh kita.
Tak hanya bayam saja, kentang, wortel dan letuce juga tak luput dari pandangan Julien's. Dia yang memang seorang chef profesional, dengan mudah menemukan beberapa sayuran segar yang memang layak untuk di konsumsi. Beda dengan Nania yang jarang belanja di pasar tradisional. Hingga dia tak bisa membedakan sayuran yang masih layak, atau tidak. Hingga Nania asal memilih saja sayuran ke dalam kantong belanja yang di bawa oleh dirinya.
Tak hanya sayuran dan daging saja. Julien's juga membeli buah-buahan segar yang ada di pasar. Mulai dari apel, jeruk hingga pisang. Tak luput dari mata seorang Julien's. Nania yang sudah kelaparan, mencoba salah satu apel yang di beli oleh Julien's. Dia mencoba dengan satu gigitan. Namun akhirnya Nania keterusan, hingga menghabiskan satu apel tersebut.
Capek mengelilingi pasar itu, saatnya untuk pulang. Julien's yang sudah tak sabar untuk segera memasak di rumah ibu Nania, mengajak Nania untuk menaiki kendaraan umum saja. Namun Nania menolaknya. Dia tak ingin meninggalkan sepedanya, walaupun sepedanya itu sudah rusak di bagian rantainya.
__ADS_1
Julien's akhirnya menuruti kemauan seorang Nania. Tapi Julien's meminta Nania untuk tidak di minta untuk digendong, jika dia kelelahan. Sebab perjalanan yang cukup jauh dari rumah. Tentu akan membuat Nania kelelahan. Apalagi keduanya berjalan kaki.
Nania dengan penuh meyakinkan, mengatakan dirinya tidak akan kelelahan. Baginya perjalanan dari pasar menuju rumahnya tidak begitu jauh. Hingga Nania tidak akan merasakan kelelahan seperti yang Julien's sangkalkan pada dirinya.
Julien's mendorong sepeda milik Nania. Sementara Nania berjalan di samping seorang Julien's. Di perjalanan awal itu, Nania belum merasakan kelelahan seperti yang Julien's katakan. Dia masih cukup bersemangat, hingga beberapa kali Nania berlarian di samping jalanan yang di penuhi rerumputan hijau yang mempesona. Beberapa kali Nania memetik bunga liar yang tumbuh di sepanjang jalan itu. Sesekali dia memasang bunga itu di telinga kanannya. Hingga membuat penampilan Nania semakin mempesona lagi.
Namun di pertengahan jalan, Nania mulai letih. Beberapa kali Nania meminta Julien's untuk beristirahat terlebih dahulu. Mengingat dirinya yang begitu kelelahan. Namun Julien's yang ingin memberikan Nania sedikit pelajaran penting dalam hidup. Tak memperdulikan permintaan dari istrinya tersebut. Julien's tetap dengan asyiknya mendorong sepeda Nania yang rusak.
Nania dengan langkah yang sudah sangat berat, berusaha tetap mengikuti langkah kaki Julien's yang seolah tak merasakan kelelahan. Dia berjalan dengan begitu santai, tak mengeluh lelah sama sekali. Julien's berjalan dengan penuh semangat.
Julien's dengan penuh perhatian memijat kaki Nania yang pegal. Bahkan Julien's dengan penuh perhatian mengelap keringat yang bercucuran keluar dari wajah Nania. Sebuah senyuman manis di berikan Julien's pada Nania. Kemudian langsung di balas Nania dengan senyum manis juga.
__ADS_1
Nania benar-benar merasa bersalah pada Julien's. Dia egois, tidak mau mendengar apa yang Julien's katakan. Sehingga yang repot justru Nania sendiri. Dengan wajah penuh penyesalan, Nania meminta maaf pada Julien's.
"Aku minta maaf sayang, seandainya aku mau mendengarkan kamu. Mungkin kita sudah sampai di rumah dari tadi." ucap Nania.
"Ini pelajaran buat kamu sayang. Kedepannya, kamu harus mau untuk mendengarkan apa yang suami kamu katakan. Jangan egois lagi." balas Julien's.
"Janji." Nania memberikan jari kelingkingnya.
Julien's langsung menyambut hari kelingking Nania itu dengan jari kelingkingnya juga. Sebuah janji dari seorang Nania pada Julien's. Tentu janji itu harus di pegang oleh Nania. Apalagi dia sudah mengangkat jari kelingking. Berarti Nania tidak akan mengulangi lagi kesalahan dirinya di masa yang akan datang.
Melihat Nania yang sudah letih, Julien's menawarkan diri untuk menggendong Nania di punggungnya. Nania sempat ragu untuk naik ke atas punggung Nania. Namun Julien's yang meminta Nania untuk segera naik ke atas punggungnya. Akhirnya naik juga ke atas punggung Julien's.
__ADS_1
Nania terlihat begitu malu-malu untuk berada di atas punggung suaminya. Namun ini pilihan terakhir untuk Nania segera tiba di rumah. Sebab kaki Nania sudah tidak sanggup lagi untuk berjalan menuju rumah. Dengan bantuan Julien's, tentu Nania akan segera tiba di rumah ibunya.
Julien's benar-benar seorang pria kuat dan tangguh. Selain harus menggendong Nania, Julien's juga harus mendorong sepeda Nania yang rantainya putus. Tidak terlihat sedikit pun kelelahan dari seorang Julien's. Dia terlihat bugar, mungkin ini adalah efek dari olahraga rutin yang sering Julien's lakukan. Sehingga Julien's bisa sekuat seperti itu.