
Waktu pergantian shift akhirnya tiba. Itu artinya jam pulang sudah di depan mata. Julien's yang kangen pada keluarganya, sudah tak sabar untuk segera melihat wajah seluruh anggota keluarganya. Terutama istri tercintanya saat ini, yakni Nania.
Sedikit melakukan briffing pada staf yang masuk malam. Julien's mengumpulkan seluruh staf di ruangan VIP yang kebetulan saat itu tidak ada yang mengisi.
Seketika ruangan VIP pun dipenuhi para staf restoran yang siap mendengarkan informasi yang hendak disampaikan oleh Julien's. Beberapa staf mulai merasakan kedinginan teramat, mengingat suhu AC yang ada di ruangan tersebut mencapai titik yang cukup dingin. Mereka pun menyiasatinya dengan menggulung tangan mereka keatas perut. Sehingga udara dingin yang ada, tidak begitu terasa menyiksa tubuh.
Julien's yang sudah ditunggu sedari tadi, akhirnya datang. Dengan sebuah kertas dengan beberapa goresan pena. Julien's segera memulai briffing yang akan dilakukan bersama staf restoran.
"Hari ini saya hanya ingin mengingatkan pada seluruh staf untuk bisa lebih disiplin lagi. Terutama dalam kedisplinan waktu. Itu saya garis bawahi." Tutur Julien's.
Seluruh staf mulai penasaran dengan maksud dari Julien's. Mereka mulai mengobrol satu sama lain untuk mengetahui maksud dari Julien's.
"Hari ini. Saya terpaksa memberikan surat peringatan ketiga atau SP 3 pada seorang staf. Mungkin kalian nanti akan tahu siapa orang yang saya keluarkan dari restoran ini. Tapi saya hanya ingin mengingatkan kembali kepada seluruh staf untuk bisa lebih disiplin lagi, jika memang masih ingin bekerja disini. Beda lagi jika memang tidak ingin. Mungkin bisa melakukan tindakan yang tidak baik." Lanjut Julien's.
Ruangan VIP itu semakin heboh. Mereka yang baru akan bekerja, tidak tahu jika Thomas telah dikeluarkan oleh Julien's dari restoran. Sehingga semuanya penasaran nama dari salah satu staf yang dikeluarkan oleh Julien's.
Tak ada pemberitahuan lain dari Julien's. Setelah menyampaikan berita akan pemberian SP 3 pada salah satu staf. Julien's membubarkan kembali briffing yang dilakukan olehnya. Seluruh staf berhamburan keluar dari ruangan VIP yang begitu dingin.
Tugasnya telah selesai di restoran. Kini Julien's bisa pulang dengan tenang menuju rumahnya. Sebuah panggilan video dari Theo, semakin membuat Julien's tak sabar untuk bertemu dengan penghuni rumah. Terlebih Theo mengatakan jika Nania hari ini memasak makanan special untuk Julien's.
Ingin memberikan kejutan pada Nania juga. Julien's terpikir sebuah bunga yang hendak dihadiahkan untuk Nania. Mengingat Nania begitu menyukai bunga. Akan semakin romantis saat Julien's memberikan bunga untuk Nania.
Tak terlalu jauh mencari bunga untuk Nania. Setangkai mawar merah dengan gampang ditemukan Julien's di sebuah toko bunga tak jauh dari restoran. Julien's pun langsung membeli bunga tersebut. Untuk menambah kesan romantis pada bunga itu. Julien's meminta pada seorang pegawai toko bunga untuk menuliskan sebuah kalimat romantis di sebuah kertas kecil. Lalu kertas itu akan di gantung pada bunga tersebut.
__ADS_1
Kalimat romantis langsung Julien's tuliskan pada kertas kecil itu. Kalimat romantis yang membuat pegawai toko bunga tersebut senyum sendiri saat membaca tulisan romantis yang Julien's buat untuk Nania.
"Ada apa? Mengapa kamu tersenyum seperti itu?" Tanya Julien's pada pegawai toko tersebut.
"Tidak pak. Saya terharu saja dengan apa yang bapak lakukan. Sebuah tindakan romantis yang dilakukan seorang suami sejati pada istrinya." Terang si pegawai toko dengan pujian pada Julien's.
"Kamu jangan buat saya terbang. Nanti saya takut jatuh." Ucap Julien's menggoda pegawai toko bunga tersebut.
Tak dapat menjawab lagi, penjaga toko bunga itu hanya bisa tersenyum dengan godaan yang diucapkan oleh Julien's.
Julien's segera kembali masuk kedalam mobilnya. Ia sudah tak sabar untuk memberikan bunga cantik itu pada Nania. Julien's sudah bisa membayangkan betapa bahagianya Nania akan bunga yang diberikan Julien's padanya. Hingga Nania akan semakin jatuh hati pada Julien's.
Untuk menambah suasana semakin romantis. Julien's memutar sebuah lagu cinta. Sepanjang perjalanan, Julien's terus bersenandung dengan lagu yang ia putar. Sesekali Julien's tersenyum kecil saat mendalami lirik lagu tersebut.
Tak perlu banyak energi yang harus dikeluarkan oleh Julien's. Dengan sendirinya mobil itu berhenti. Sehingga Julien's dengan mudah meminta pertanggungjawaban dari pengendara mobil yang menyerempet mobilnya.
Tapi ini bukan tempat yang bagus. Sebuah jalanan sepi yang jauh dari keramaian. Namun Julien's tidak memperdulikan tempat dimana ia berada. Terpenting amarahnya pada pengendara mobil itu dapat dilampiaskan secara membabi buta. Mengingat mobil itu sengaja menyerempet mobil Julien's.
Julien's yang emosional keluar dari dalam mobilnya. Ia langsung bergegas menghampiri mobil tersebut. Kemudian dengan sekuat tenaga, menggedor jendela mobil yang menyerempet mobilnya tersebut.
Tak butuh waktu lama untuk Julien's menunggu. Si pengendara mobil itu keluar dari mobilnya. Tapi ia tidak sendirian, disampingnya ada pria lain yang siap membela si pengendara mobil.
"Ada apa?" Bentak si pengendara mobil tersebut.
__ADS_1
"Anda sudah menyerempet mobil saya. Jadi saya harap anda ganti rugi atas ulah yang anda lakukan." Tegas Julien's.
"Cuman lecet dikit, gak usah berlebihan. Itu cuman lecet dikit, masa harus ganti rugi segala." Tegas si pengendara dengan ngeyelnya.
"Lecet dikit pun itu mahal biaya perawatannya. Jadi anda berdua harus tetap mengganti rugi atas insiden tersebut." Tegas Julien's kembali.
"Tidak! Kamu tidak akan mengganti rugi." Teman si pengendara itu berucap.
Julien's yang sudah emosi. Akhirnya langsung melayangkan sebuah pukulan keras pada si pengendara itu. Kerasnya pukulan dari Julien's, langsung membuat pengendara itu tersungkur.
Teman dari si pengendara tak terima. Ia langsung membalas pukulan dari Julien's. Hingga kini Julien's yang tersungkur.
Perkelahian tak terelakkan lagi. Perkelahian kurang berimbang terjadi, dimana Julien's harus melawan dua orang yang umurnya jauh dibawahnya.
Julien's perlahan tak dapat mengimbangi perkelahian itu. Hingga Julien's harus babak belur dibuat oleh dua orang yang ternyata suruhan dari Thomas.
Untung saat itu Oscar sedang melintas di jalanan itu. Oscar yang tak mengetahui orang yang babak belur itu adalah ayah dari Marrie. Dengan hati nuraninya, menolong Julien's dari aksi brutal dua orang suruhan Thomas tersebut.
Membunyikan sirine polisi, Oscar berhasil membuat dua orang itu kocar-kacir. Keduanya mengira polisi datang. Sehingga langsung menghentikan aksi brutalnya pada Julien's.
Julien's yang tak berdaya, langsung ditopang oleh Oscar menuju mobilnya. Tapi Julien's tak dapat menyetir. Sehingga Julien's meminta bantuan Oscar untuk membawa mobilnya.
Sementara sepeda yang dibawa oleh Oscar. Terpaksa harus ditinggalkan oleh Oscar. Mengingat ia harus membawa mobil Julien's.
__ADS_1