SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
PERTEMUAN MARRISA DENGAN JULIEN'S


__ADS_3

Dalam sebuah rapat yang di lakukan oleh pihak panitia dengan restoran Julien's selaku pemenang tender makanan event olahraga di kota Nice. Marrisa di tunjuk oleh walikota Nice untuk menjadi ketua panitia. Marrisa nantinya akan menjadi pimpinan rapat yang akan berlangsung cukup panjang tersebut.


Julien's sudah begitu rapi dengan sebuah jas berwarna putihnya. Mungkin Julien's bukan orang yang sering mengenakan pakaian formal. Sehingga begitu mengenakan pakaian formal berupa jas. Julien's terlihat begitu mempesona. Nania yang memakaikan jas untuk Julien's, terlihat begitu senang melihat Julien's dengan gagahnya mengenakan jas tersebut.


"Kamu tampan sekali dengan jas ini. Bahkan aku pikir kamu seperti seorang aktor dengan setelan jas tersebut." ucap Nania dengan sedikit tersenyum.


Julien's begitu bahagia dengan pujian yang diberikan oleh Nania pada dirinya. Dia begitu bahagia dengan apa yang telah diucapkan oleh Nania pada dirinya tersebut. Hingga Julien's tak henti tersenyum dengan pujian yang Nania berikan pada dirinya.

__ADS_1


Begitu semuanya sudah siap, Nania pun mengantarkan Julien's menuju mobilnya. Sebelum akhirnya Julien's berangkat bersama dengan sopir pribadinya. Nania berdoa akan kesuksesan meeting yang akan di jalani oleh Julien's. Meeting yang akan membawa kebahagiaan bagi seluruh staf di restoran Julien's nantinya.


Tak beda dari Nania, Julien's juga berharap bisa mendapatkan hasil yang maksimal dari meeting yang akan di jalani oleh dirinya tersebut. Dengan meeting itu, diharapkan akan ada angin segar yang akan membuat Julien's bisa membawa terbang tinggi restoran miliknya.


Di lokasi meeting yang berlangsung di salah satu hotel di dekat balai kota Nice. Marrisa selaku pimpinan rapat yang akan segera berlangsung. Telah bersiap untuk menyambut Julien's dan beberapa staf lainnya. Marrisa dan Julien's akan membahas perihal setiap menu serta komposisi yang akan di hidangkan pada setiap delegasi.


Marissa begitu tidak sabar untuk menyambut kedatangan Julien's. Apalagi Julien's adalah chef ternama yang kemungkinan akan menjadi suaminya kelak. Sebab, Beatrice menjodohkan Marissa dengan Julien's. Ketika Beatrice nantinya sudah tidak ada di dunia lagi. Itu yang di harapkan oleh Marissa.

__ADS_1


Julien's dan rombongannya pun akhirnya tiba di tempat pertemuan. Di antar oleh staf pribadi dari seorang Marrisa. Julien's dan beberapa stafnya, masuk kedalam ruang pertemuan.


Marissa menyambut hangat kedatangan dari seorang Julien's. Dia terlihat begitu antusias dengan kedatangan Julien's itu. Dia menyapa Julien's, sebelum akhirnya meminta Julien's untuk duduk di kursi yang telah di sediakan.


Marrisa nampak begitu kagum dengan penampilan Julien's yang begitu sempurna. Sebuah setelan jas l berwarna putih, terlihat membuat bentuk tubuh Julien's semakin proporsional. Sehingga Marrisa pun tak henti memuji ketampanan dari seorang Julien's dengan penampilan mewahnya tersebut.


Julien's sendiri tak begitu merasa ada yang istimewa dari seorang Marrisa. Julien's sudah tahu akan rencana dari Beatrice yang hendak menjodohkan dirinya dengan Marrisa. Tapi Julien's merasa hal yang kurang nyaman tentu akan di rasakan oleh Julien's. Sebab Marrisa adalah seorang perempuan yang memutuskan untuk tidak memiliki anak. Itu akan jadi masalah besar bagi Julien's yang memiliki 3 orang anak.

__ADS_1


__ADS_2