
Sudah tidak terhitung berapa banyak rambut Beatrice yang rontok oleh kemoterapi yang di jalani Beatrice selama ini. Rambut-rambut itu menjadi sebuah perjuangan daripada Beatrice yang berusaha bertahan hidup dengan penyakit ganas tersebut. Nyatanya Beatrice tetap tidak mampu mengalahkan penyakit ganas yang menghancurkan sebagian hidupnya. Beatrice pun kalah, meski sudah berjuang dengan banyak pengobatan.
Beatrice tak henti menangis saat mendengar pemaparan dari tim dokter akan penyakit kanker yang sudah sangat berat untuk di lawan tubuh Beatrice. Hingga Beatrice tak bisa berkata-kata lagi dengan apa yang terjadi pada dirinya.
Marrie yang duduk di samping seorang Beatrice, juga turut bersedih dengan apa yang terjadi. Bagi Marrie ini adalah pukulan telak untuk ibundanya. Sehingga Marrie pun turut bersedih dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
Mungkin ini akan jadi kemoterapi terakhir yang akan di jalani oleh Beatrice. Dia merasa usianya sudah tidak akan lama lagi. Sehingga Beatrice sudah benar-benar menyerah dengan keadaan dari dirinya yang memang sulit untuk bisa bertahan lebih lama lagi. Beatrice sudah tidak memiliki harapan untuk bisa bertahan jauh lebih lama lagi.
"Apa saya bisa suntik mati saja Dok, rasanya hidup saya sudah tidak akan lama lagi. Saya tidak ingin membuat kesedihan di keluarga saya. Saya hanya ingin mereka tidak merasakan kesedihan dengan kepergian saya." ucap Beatrice dengan begitu ketirnya.
"Mohon maaf Bu. Untuk itu saya tidak bisa melakukannya. Harus ada persetujuan dari pihak keluarga terlebih dahulu. Itu pun harus melalui proses yang panjang." jawab sang dokter.
__ADS_1
Beatrice menoleh ke arah Marrie. Memeluk tubuh kecil anaknya tersebut. Dia menangis dengan begitu hebatnya. Beatrice merasa mungkin Marrie sudah jauh mengerti dengan kondisi Beatrice. Sehingga Marrie harus bisa mulai ikhlas dengan kemungkinan terburuk yang mungkin saja terjadi pada Beatrice. Marrie harus yakin itu sepenuhnya.
Berat bagi Marrie untuk kehilangan Beatrice. Sebab Beatrice adalah satu-satunya orang yang di anggap Marrie memiliki segala hal yang Marrie butuhkan. Beatrice tempat bagi Marrie untuk meluapkan semua keluh kesahnya dalam hidup. Sehingga tanpa Beatrice di samping Marrie. Dia tak bisa meyakinkan dirinya sendiri bisa bertahan dengan sepenuhnya. Mengingat Beatrice sudah di anggap sebagai seseorang yang paling bisa mengerti Marrie sepenuhnya.
Beatrice meminta Marrie untuk melepaskan ketergantungan dari dirinya. Marrie harus bisa lebih mandiri lagi sebagai seorang perempuan. Mungkin dengan cara itu Marrie akan bisa lebih kuat lagi. Marrie harus yakin dia bisa menjadi seorang perempuan yang mandiri, tanpa ada kehadiran Beatrice di sampingnya. Itu yang harus di percaya oleh Marrie.
__ADS_1
Beatrice juga siap mengenalkan Marrie pada seseorang yang akan menggantikan posisi Beatrice sebagai ibu dari Marrie. Beatrice akan memperkenalkan Marrisa pada seorang Marrie. Sehingga Marrie akan bisa memiliki seorang yang akan menjadi teman barunya. Terlebih Marrisa memiliki sifat dan karakter seperti Beatrice. Sehingga Marrie tentunya akan suka dengan sikap dari Marrisa.
Marrie pun di buat penasaran dengan sosok Marrisa yang menurut Beatrice begitu baik tersebut. Apalagi Marrisa adalah teman baik dari Beatrice. Sehingga sudah bisa di pastikan Marrisa adalah sosok perempuan yang bisa menggantikan seorang Beatrice. Marrie tak sabar untuk dapat berjumpa dengan seorang Marrisa.