SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
UPAYA SABOTASE THOMAS YANG GAGAL


__ADS_3

Thomas mendatangi rumah sakit tempat Oscar di rawat dengan pakaian serba hitam. Tak ketinggalan sebuah topi serta kacamata hitam, juga Thomas kenakan. Penampilan Thomas terlihat seperti malaikat maut yang hendak mencabut nyawa seseorang. Serba hitam, serba menyeramkan.


Seorang sekuriti yang curiga pada Thomas, sempat menahan Thomas di pos jaga. Dia curiga dengan kedatangan dari Thomas yang terlihat cukup aneh ke rumah sakit tersebut.


Thomas sempat melawan saat di bawa ke pos pemeriksaan. Mengingat banyak orang yang melihat Thomas yang di tarik oleh sekuriti dari rumah sakit tersebut. Hingga Thomas merasa tidak nyaman dengan perlakuan dari sekuriti itu pada dirinya.


"Kamu mau apa masuk ke dalam rumah sakit?" Tanya sekuriti dengan tegas pada Thomas.


Thomas melepas kacamata hitam yang menutupi kedua matanya. Kemudian dia bangkit, untuk balik memaki sekuriti rumah sakit tersebut.


"Saya mau lihat teman saya, masa saya malah di perlakukan seperti ini. Saya siap menuntut kamu!" Tegas Thomas sambil menunjuk sekuriti tersebut.


Tak gentar, sekuriti itu balik memaki Thomas dengan perkataan yang tak kalah berkelas.


"Saya sudah SOP, ini memang menjadi tugas saya. Jika saya salah, saya siap menerima segala konsekwensinya. Tapi jika saya benar, itu adalah tugas yang saya jalankan dengan benar. Mungkin Tuhan akan membalas karma baik saya itu dengan sebuah kebaikan juga di kemudian hari." Balas sekuriti itu dengan tenangnya.

__ADS_1


Deni menggerutu di dalam hatinya. Dia di buat mati kutu oleh seorang sekuriti. Bagaimana tidak, dia adalah seorang manajer sebuah restoran. Tapi dia di buat tak berdaya adu argumentasi dengan seorang sekuriti. Tentu itu adalah level terendah bagi seorang Deni dalam beradu argumentasi.


"Sekarang saya tanya sama kamu. Kamu mau menjenguk siapa?" Tanya sekuriti itu dengan tegasnya.


"Saya ingin menjenguk teman saya, namanya Oscar. Dia saat ini masih koma. Jadi saya ingin menjenguk dia." Jawab Thomas dengan begitu kesal.


"Baik, silakan kamu masuk ke dalam rumah sakit. Di setiap sudut di rumah sakit ini memiliki kamera pengawas. Jadi jika kamu berbuat macam-macam. Kamu akan tahu sendiri akibatnya." Terang sekuriti itu.


Thomas kembali menggerutu di dalam hatinya. Seolah bisa membaca pikirannya. Sekuriti itu tahu maksud dan tujuan dari seorang Thomas yang akan mencelakai Oscar. Dengan ancaman dari sekuriti itu, jelas Thomas tidak bisa melakukan aksinya. Sebab jika dia melakukan aksi itu pada Oscar. Identitas dia akan terbongkar. Terlebih sekuriti itu sudah mengenali wajah Thomas.


Tak harus mengenakan pakaian serba hitam lagi. Thomas melepas jaket besar hitam yang sempat dia kenakan. Dia lebih nyaman menunjukan tubuhnya dengan balutan kaos. Begitu juga kacamata hitam yang awalnya Thomas kenakan, langsung dia lepaskan. Kini pandangan Thomas cerah, tanpa ada bayangan hitam seperti ketika dia menggunakan kacamata.


Thomas bertemu dengan Julien's dan Marrie yang berada di luar ruangan Oscar. Thomas menghampiri Julien's, menanyakan kondisi dari Oscar.


"Bagaimana kondisi Oscar?" Tanya Thomas.

__ADS_1


"Kamu kenal Oscar?" Tanya balik Julien's.


"Sebelum kamu kenal dia, saya lebih banyak mengenal remaja tengil itu. Bodohnya kalian mau peduli pada remaja tengil seperti dia." Ujar Thomas menghasut Julien's.


Marrie yang tak suka dengan perkataan Thomas pada Oscar. Langsung marah, saat Thomas mengatakan Oscar sebagai bocah tengil. Hingga Marrie langsung memaki Thomas.


"Apa maksud kamu bilang seperti itu pada Oscar. Kamu tidak tahu Oscar, jadi jangan pernah mengatakan hal itu pada Oscar." Bentak Marrie pada Thomas.


"Saya lebih tahu Oscar di banding kamu. Jadi saya cuman mengingatkan kalian saja." Balas Thomas.


Marrie yang semakin emosi pada Thomas, langsung berusaha memukul tubuh Thomas yang berada di hadapannya. Thomas berusaha menghindar dari pukulan Marrie tersebut. Sementara Julien's sendiri, langsung meminta Marrie untuk segera menghentikan aksinya. Sebab apa yang Marrie lakukan juga tidak baik.


Tak ingin ada keributan, Julien's meminta Thomas untuk pergi dari hadapannya. Dia tak ingin Marrie semakin marah dengan ucapan Thomas akan Oscar. Mengingat Marrie begitu mencintai seorang Oscar. Sehingga setiap hal buruk yang di ucapkan oleh Thomas akan Oscar, tidak bisa di terima oleh Marrie.


Thomas akhirnya memilih pergi, mengingat Marrie yang semakin beringas untuk menyakiti dirinya. Thomas tak ingin juga terjadi keributan di antara dirinya dengan Marrie. Sehingga Thomas memilih untuk segera meninggalkan ruang perawatan Oscar, dimana Marrie dan Julien's berada.

__ADS_1


Tak percaya seratus persen dengan ucapan dari Thomas. Tapi Oscar Julien's tetap mencoba sedikit mencerna ucapan dari Thomas itu. Mengingat apa yang di ucapkan oleh Thomas memiliki arti tersendiri.


__ADS_2