
Seharian berada di atas kasurnya, ibu mertua Nania nampak terlihat bosan. Dia terlihat begitu tak nyaman untuk terus berbaring. Mungkin merasakan suasana luar yang bising, bisa menjadi opsi dari ibu mertuanya. Dia ingin mengatakan itu pada Nania, tapi mertuanya nampak sungkan. Terlebih dengan apa yang selama ini dia perbuat pada Nania. Satu hal yang mungkin tak bisa di lupakan begitu saja.
Baru ketika Alex datang membawa cemilan ke kamarnya. Ibu mertua Nania itu mengutarakan keinginannya untuk jalan-jalan di taman kota. Merasakan dunia luar, yang seharian kemarin tak bisa dia rasakan. Mungkin Alex bisa membantu dirinya untuk jalan-jalan dengan sebuah kursi roda berkeliling taman.
"Alex..." Mertua Nania memanggil nama Alex dengan begitu vokalnya.
"Iya Bu, ada apa?" Tanya Alex terus menyuap cemilan ke dalam mulutnya.
"Ibu bosan banget berada di kamar ini. Ibu ingin jalan-jalan ke luar rumah. Kamu mau ajak Ibu jalan-jalan di taman?" Pinta ibu Alex dengan mengiba.
"Tentu Bu, Alex mau mengajak Ibu buat jalan-jalan." Jawab Alex dengan penuh antusias.
"Nania, kamu juga ikut jalan-jalan bersama kita juga." Pinta mertuanya pada Nania.
"I-I-Iya Bu. Saya mau ikut bersama Ibu juga." Jawab Nania yang terkejut.
Alex segera membawa kursi roda yang hendak digunakan oleh ibunya. Sementara Nania mulai mengganti pakaian ibu Alex itu. Begitu juga dengan Nania yang memasangkan sebuah sweater untuk semakin menambah penampilan cantik Nania.
__ADS_1
Semuanya sudah siap, Alex dengan begitu hati-hati memindahkan tubuh ibunya ke atas kursi roda. Tubuh Kekar Alex semakin nampak terlihat keren, begitu membopong tubuh ibunya itu ke atas kursi roda. Urat-urat di tubuhnya terlihat menonjol, seakan ada tenaga dalam dari seorang Alex yang terdorong.
Alex langsung mendorong kursi roda itu menuju luar rumahnya. Sementara Nania berada di samping Alex untuk ikut bersama Alex dan ibunya ke taman kota. Nania begitu senang dengan respon mertuanya yang perlahan mulai melunak. Mungkin ini akan jadi awal yang baik ke depannya. Awal dari restu dirinya dan Julien's.
Perjalanan yang tak terlalu jauh menuju taman itu di selingi dengan candaan yang keluar dari mulut Alex. Dia beberapa kali membuat lelucon yang menciptakan tawa. Perjalanan itu semakin hangat dengan respon mertua Nania pada Nania sendiri. Tak ada ucapan jutek yang biasanya diucapkan olehnya pada Nania. Kali ini, suaranya begitu lembut. Begitu juga sikapnya yang manis bak gula. Mungkin ini adalah jawaban dari puluhan doa yang Nania kirim akan ibu mertuanya itu.
Setibanya di taman, seperti biasa. puluhan burung merpati mulai berseliweran di hadapan ketiganya. Alex langsung berinisiatif untuk membeli jagung yang akan diberikan pada puluhan merpati itu. Mungkin mereka lapar, sehingga mereka langsung menghampiri Alex.
Menunggu Alex kembali dari supermarket membeli jagung. Ibu Alex itu mulai berbincang dengan dengan Nania. Dia meminta Nania duduk di sampingnya. Pasalnya Nania tak juga duduk di bangku. Dia terlihat masih canggung untuk berdekatan dengan mertuanya itu. Sehingga mertuanya langsung meminta Nania untuk duduk di bangku, di samping kursi rodanya.
"Boleh saya tanya sesuatu sama kamu Nania?" Ibu mertua Nania memulai pembicaraan.
"Apakah semua omongan Beatrice akan kamu itu adalah kebenaran?" Tanya mertuanya dengan tatapan wajah serius.
Nania terdiam. Dia bingung untuk menjawab pertanyaan itu. Mungkin dirinya tak suka di sebut sebagai perempuan penggoda. Tapi faktanya Nania sendiri adalah istri kedua dari seorang pria beristri. Sebuah dilema besar yang harus di pilih oleh Nania.
"Tidak bu. Saya tidak pernah menjadi simpanan seorang pria beristri." Jawab Nania dengan sedikit ragu-ragu.
__ADS_1
"Tapi kenapa Beatrice mengatakan itu pada kamu. Bahkan setiap saya datang ke rumah dia, Beatrice selalu berkata hal sama." Terang ibu mertua Nania.
"Saya tidak tahu bu, mengapa dia selalu mengatakan hal itu pada saya. Tapi saya tidak peduli dengan hal itu. Saya tidak seperti yang dia pikir. Jadi saya tidak begitu memperdulikan akan hal itu." Jelas Nania dengan begitu bijaknya.
"Tapi saya pikir, kamu bukan perempuan seperti itu. Kamu perempuan baik-baik yang tidak mungkin menjadi seorang simpanan seorang pria beristri. Kamu terlihat baik, tidak ada sedikit pun wajah perempuan seperti itu dalam diri kamu." Jelas ibu mertuanya.
Nania hanya terdiam. Faktanya Nania memang seorang perempuan yang memiliki hubungan dengan seorang suami orang. Meskipun Nania kini telah menikah dengan pria itu. Tapi Nania masih tetap menjadi orang ketiga. Terlebih Nania harus menjadi orang ketiga dengan kondisi Beatrice yang sedang dalam kondisi sakit parah. Mungkin Nania tidak pantas mendapat pujian dari mertuanya itu. Sebab Nania memang seorang perempuan penggoda yang merebut Julien's dari tangan Beatrice. Menjadi orang ketiga di rumah tangga Beatrice dan Julien's.
Di tengah perasaan bersalah yang Nania rasakan. Akhirnya Alex yang baru membeli jagung, tiba juga di taman. Dia langsung bergabung bersama Nania dan ibunya.
"Lagi ngomongin apa, kelihatan serius banget." Alex penasaran dengan obrolan yang dilakukan oleh Nania dengan ibunya.
"Tidak ada, kita hanya membicarakan tentang merpati itu. Mereka nampak begitu tak sabar untuk segera mendapatkan makanan dari kamu." Jawab ibu Alex sedikit berbohong.
Alex menarik tangan Nania. Dia mengajak Nania untuk memberi makan puluhan merpati itu. Kebahagiaan langsung terpancar di wajah Nania dan Alex, ketika bermain bersama merpati itu. Terlebih saat merpati itu membuang kotoran di tangan kanan Alex. Nania begitu puas tertawa, walaupun akhirnya Nania juga harus merasakan sedikit sensasi dari kotoran merpati itu. Alex sedikit menempelkan kotoran itu pada tangan Nania juga. Hingga Alex langsung membalas tawa Nania itu.
Melihat kebersamaan dari Alex dan Nania yang begitu terjalin dengan hangatnya. Terlintas di pikiran ibu Alex untuk menjodohkan Nania dengan Alex. Terlebih gosip akan Nania yang pernah jadi perempuan simpanan itu tidak benar. Mungkin ini menjadi angin segar akan perjodohan dari Alex dan Nania. Terlebih Alex begitu bahagia dengan keberadaan Nania di samping dirinya.
__ADS_1
Tapi rencana itu perlu di bahas lebih matang lagi. Tentu dengan Alex sendiri, maupun Julien's. Dia tak bisa memutuskan semuanya sendiri saja. Harus ada obrolan lebih lanjut antara dirinya dengan Alex dan Julien's.