
Ditengah sikap dingin Nania yang tak urung menghangat. Alex mencoba memanfaatkan kemenangan taruhannya dengan Julien's. Dia mengirim pesan pada Nania untuk mengajak Nania mendatangi acara ulang tahun kepala rumah sakit. Pesan itu hanya Nania baca, dia enggan membalas pesan dari Alex.
Alex kembali mengirim pesan pada Nania. Pesan kedua yang Alex kirim, dibumbui dengan taruhan yang dia menangkan. Sehingga mau tidak mau Nania harus menuruti permintaan dari Alex.
Akhirnya Nania membalas pesan dari Alex tersebut. Dengan terpaksa Nania menerima permintaan Alex untuk pergi bersamanya ke acara kepala rumah sakit.
Bahagia, Alex begitu bahagia mendapat balasan pesan dari Nania. Terlebih balasan itu persetujuan dari Nania. Hingga membuat Alex semakin bahagia. Dia segera mempersiapkan diri untuk berangkat ke acara yang akan dihelat malam ini.
Ingin melihat Nania tampil dengan cantik dan elegan. Alex mengirimkan Nania sebuah gaun indah yang dia pesan disebuah butik ternama. Dengan warna merah menyala yang merupakan warna kesukaan Nania, Alex ingin Nania tampil secantik mungkin malam ini.
Dalam sebuah kiriman paket kilat, Alex mengirim gaun itu ke rumah Julien's. Dibumbui kata romantis, Alex berharap Nania semakin suka dengan gaun mahal pemberian darinya.
Super kilat, paket pemberian dari Alex begitu cepat tiba di rumah Julien's. Hanya butuh 30 menit bagi kurir untuk mengirimkan paket berisi gaun tersebut.
Menekan bel gerbang rumah Julien's. Kurir itu memberikan paket berisi gaun itu pada Roberto yang kebetulan saat itu sedang berdiri di depan gerbang rumah Julien's. Roberto segera membawa paket itu menuju kamar Nania.
Dalam perjalanan menuju kamar Nania. Roberto dijegat oleh Julien's yang penasaran dengan benda yang dibawa oleh Roberto.
"Kamu bawa apa itu?" Tanya Julien's penasaran.
"Ini pak saya bawa paket untuk bu Nania." Jawab Roberto menunjukkan paket tersebut.
"Paket dari siapa?" Tanya Julien's semakin penasaran.
"Sepertinya dari tuan Alex. Kalau dilihat dari nama dan Alamatnya, sepertinya paket ini dari tuan Alex." Terang Roberto.
"Boleh saya lihat?" Pinta Julien's.
"Dengan senang hati." Roberto memberikan paket itu pada Julien's.
Julien's membaca alamat yang tertera dalam paket tersebut. Benar, paket tersebut ternyata benar dari Alex. Julien's penasaran apa yang Alex kirim untuk Nania. Tetapi tidak mungkin dia membuka isi paket tersebut. Julien's memberikan kembali paket tersebut pada Roberto. Dia pun meminta Roberto untuk segera memberikan paket itu ke kamar Nania.
Tok.. Tok.. Dua ketukan yang dilakukan oleh Roberto, cukup untuk membuat Nania keluar dari sarangnya. Nania membuka pintu kamarnya. Dia terkejut dengan keberadaan Roberto yang memegang sebuah paket berwarna hitam.
__ADS_1
"Ada apa?" Tanya Nania dengan kedua matanya yang melirik kearah paket yang dipegang oleh Roberto.
"Saya ingin memberikan paket untuk bu Nania." Roberto menyodorkan paket tersebut.
"Paket dari siapa?" Tanya Nania kembali sambil menerima paket tersebut.
"Paket dari tuan Alex sepertinya." Jawab Roberto singkat.
Nania mulai membaca alamat si pengirim paket yang ternyata benar dari Alex. Dia penasaran dengan isi paket dari Alex. Sehingga dia langsung membawa paket itu kedalam kamarnya. Sementara Roberto juga langsung kembali menuju tempatnya.
Nania membuka isi paket tersebut diatas kasurnya. Walau sedikit kesusahan untuk membukanya. Tetapi Nania tetap berusaha untuk membuka isi paket itu.
Tara..... Isi paket itu ternyata adalah sebuah gaun berwarna merah. Nania dilema antara suka maupun tidak. Disatu sisi Nania begitu menyukai keindahan gaun dari pemberian Alex tersebut. Tetapi disisi lain gaun itu dari Alex, orang yang mencoba menaklukkan hatinya.
Tak hanya gaun saja, tulisan indah ditulis oleh Alex. Tulisan yang hanya satu paragraf itu begitu menyentuh kalbu.
*Ribuan lebah akan menghinggapi sebuah bunga yang indah. Tapi hanya akan ada satu lebah yang akan bertahan disana. Semoga itu adalah aku yang akan bertahan di bunga itu*
Nania semakin tidak nyaman dengan sikap frontal Alex dalam mendekatinya. Sehingga dia begitu semakin tidak nyaman. Mengingat status dia sebagai seorang istri dari Julien's.
Julien's memilih meratapi kesedihannya diatas balkon. Dia mencoba sedikit menenangkan diri dan pikiran dari apa yang terjadi dalam rumah tangganya bersama Nania. Julien's berharap masih bisa mendapat maaf dari Nania. Mengingat dia begitu mencintai Nania.
Nania sendiri menyadari Julien's mengintip dibalik celah pintu kamarnya. Nania ingin menghampiri Julien's, tetapi rasa kesal masih membelenggu hati Nania pada Julien's. Sehingga Nania belum siap memaafkan Julien's dalam waktu dekat.
Nania mencoba gaun indah pemberian Alex. Gaun itu nampak cantik bersemayam ditubuh Nania. Semakin cantik ditambah sebuah high heels berwarna senada dengan gaun. Nania terlihat begitu mempesona.
Ponselnya berbunyi, panggilan video call dari Alex. Nania langsung mengangkat panggilan video call tersebut.
"Hallo Nania." Sapa Alex.
Nania hanya membalas dengan senyuman sapa dari Alex tersebut. Sementara Alex langsung bahagia, begitu melihat Nania mengenakan gaun pemberiannya.
"Gaun itu sudah nyampe?" Tanya Alex dengan suka cita.
__ADS_1
"Su-Sudah. Terima kasih Alex." Jawab Nania.
"Sama-sama Nan. Gimana gaunnya? Kamu suka?" Tanya Alex.
"Suka. Gaunnya bagus. Sekali lagi terima kasih Alex." Ucap Nania.
"Iya Nan. Syukur kalau kamu suka gaunnya. Aku gak sabar buat ketemu kamu malam ini." Ucap Alex.
Nania hanya melemparkan senyum pada Alex. Kemudian Alex yang akan berangkat bekerja menutup panggilan video call bersama Nania tersebut.
Tak hanya sebuah gaun saja yang Alex hadiahkan untuk Nania. Ternyata Alex juga memberikan Nania sebuah paket perawatan di klinik kecantikan ternama di Nice. Alex benar-benar ingin membuat Nania cantik. Hingga dia banyak menggelontorkan dana untuk keperluan Nania makan malam bersamanya.
Menghabiskan waktu sebelum benar-benar berangkat bersama Alex. Nania menerima kiriman paket perawatan itu. Dia bersiap untuk pergi ke klinik yang telah Alex pilih untuk Nania perawatan.
Tampil dengan pakaian santai nan rapi, serta sebuah tas kecil yang melingkari tubuhnya. Nania bersiap untuk mendapatkan perawatan kulit yang dihadiahkan oleh Alex. Tetapi Nania tak hanya sendiri, dia juga mengajak Romeo untuk ikut bersamanya.
Melihat Nania berpakaian rapi dengan Romeo yang berada digandengannya. Julien's yang sedang meratapi nasib diatas balkon rumah. Segera menghampiri Nania. Dia ingin tahu Nania hendak pergi kemana dengan pakaian rapi tersebut.
Baru akan memasuki mobilnya, langkah Nania langsung terhenti. Julien's menghentikannya, dia yang penasaran kemana Nania akan pergi. Langsung menghampiri Nania.
"Kamu mau pergi kemana?" Tanya Julien's penasaran.
"Aku mau pergi ke salon." Jawab Nania ketus.
"Aku antar kamu." Tawaran Julien's.
"Gak usah. Aku bisa sendiri." Tolak Nania.
Tanpa memperdulikan Julien's lagi. Nania dengan keras menutup pintu mobilnya. Kemudian dengan segera memacu mobilnya menuju klinik kecantikan yang telah disiapkan oleh Alex untuknya.
Sikap dingin dan sedikit kasar Nania pada Julien's membuat Nania merasakan perasaan bersalah. Mengingat Nania juga mencintai Julien's. Tetapi kesalahan Julien's yang cukup fatal. Rasanya tak berbicara dalam beberapa hari dengan Julien's, bukanlah sebuah kesalahan. Ini hanya jalan untuk saling mendewasakan dalam hubungan pernikahan mereka.
Sampai di tempat perawatan, Nania langsung disambut seorang pelayan cantik yang membukakan pintu untuknya. Nania memberikan voucher perawatan yang dikirim Alex pada pelayan tersebut. Dengan segera pelayan itu membawa Nania menuju ruang perawatan.
__ADS_1
Dua orang therapist dari tempat perawatan itu sudah bersiap untuk memberikan treatment terbaik untuk Nania. Selama mendapatkan perawatan, Nania meminta Romeo untuk menemaninya perawatan. Disamping Nania, Romeo banyak bertanya perihal perawatan yang dilakukan oleh Nania. Terkad