
Restu yang telah Alex dapatkan, seakan menjadi obat tersendiri bagi Alex. Restu itu begitu membuat Alex semakin semangat untuk mengejar cinta seorang Nania.
Dengan pakaian yang super rapi, Alex berniat mengajak Nania untuk makan malam. Alex sengaja tidak memberitahu Nania terlebih dahulu. Sebab Alex ingin benar-benar memberikan Nania sebuah kejutan dengan kedatangan dari dirinya ke rumah Julien's.
Begitu Alex rasa penampilan dirinya telah sempurna dan rapi. Alex segera bergegas menuju ke mobil miliknya. Alex ingin segera menjumpai Nania di rumah Julien's. Malam ini Alex inginkan jadi malam yang sempurna bagi dirinya dan Nania.
Alex tak henti tersenyum saat membayangkan bagaimana Nania di malam ini. Makan malam bersama dirinya, mungkin mereka akan dansa bersama. Hingga menghabiskan wine berdua. Sebuah gambaran sempurna di malam yang sempurna bersama Nania. Alex sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Nania.
Untuk menambah kesempurnaan di malam ini. Alex tak lupa membeli sebuah bucket bunga untuk Nania. Mungkin Nania akan suka dengan bucket bunga tersebut. Apalagi bucket bunga itu Alex semprot dengan parfum mahal. Hingga wangi bunga itu semakin tercium sempurna. Layaknya penampilan keren dari Alex itu sendiri.
Tiba di depan rumah Julien's, Alex sengaja tidak memasukkan mobilnya ke dalam gerbang rumah Julien's. Alex menaruh mobil mahalnya di luar gerbang rumah Julien's. Sementara Alex berjalan kaki masuk ke dalam rumah Julien's.
__ADS_1
Alex berjalan dengan penuh percaya diri menuju ke dalam rumah Julien's. Layaknya seorang tamu, Alex menekan bel yang terdapat di samping pintu rumah Julien's. Dengan segera Theo langsung membuka pintu rumahnya.
Theo langsung memeluk erat tubuh Alex, begitu Alex masuk ke dalam rumahnya. Theo menyambut kedatangan Alex dengan begitu suka cita. Dia berteriak akan kedatangan Alex yang tiba-tiba.
Tingkah polos dari seorang Alex itu tidak bisa di sembunyikan. Alex yang bertanya akan keberadaan Nania, di jawab Theo dengan begitu polosnya. Theo mengatakan jika Nania sedang berada di dalam kamarnya bersama Julien's dan Romeo. Di atas ranjang Nania.
Pikiran Alex langsung ke arah negatif. Dia berpikir hal yang tidak baik terjadi antara Nania dan Julien's. Dua orang dewasa berlawanan jenis di atas ranjang. Tidak mungkin hanya sekedar bermain dengan Romeo. Alex yang mulai emosi dengan pikirannya sendiri, langsung berjalan secepat mungkin menuju ke arah kamar Nania. Alex ingin memergoki Nania dan Julien's yang mungkin saja sedang melakukan hal yang tidak senonoh.
Untuk memastikan Julien's tidak ada didalam kamar Nania. Alex berjalan masuk kedalam kamar Nania. Dia melihat ke arah sudut kamar Nania. Dimana Alex mengira Julien's akan bersembunyi di sudut kamar Nania. Kemungkinan yang bisa saja terjadi tersebut, terus Alex telusuri. Sebab anak kecil seperti Theo tidak mungkin berbohong.
Julien's sendiri, sudah pergi saat Theo berteriak nama Alex. Julien's yang sudah dapat memprediksi Alex akan datang ke kamar Nania, memilih untuk segera pergi dari kamar Nania. Sehingga saat Alex datang, Julien's sudah tidak ada di kamar Nania lagi. Julien's pun akan aman dari rasa curiga dari seorang Alex.
__ADS_1
"Kamu nyari apa?" Tanya Nania pada Alex.
"Tidak Nania, Aku hanya ingin melihat sudut kamar kamu saja." Jawab Alex yang masih penasaran dengan sudut kamar Nania.
Alex pun lalu memberikan bucket bunga yang dia bawa untuk Nania. Dia mengatakan bahwa bunga itu memang khusus Alex beli untuk Nania. Perempuan yang istimewa di hatinya.
Sebelum diambil oleh Nania, Romeo malah langsung merusak bunga tersebut. Dia mengambil bunga tersebut, lalu memetik satu persatu bunga tersebut. Alex ingin memarahi Romeo. Tapi ia sadar, di hadapannya ada seorang Nania yang mungkin saja akan benci saat Alex memarahi balita seperti Romeo. Akhirnya Alex pun mengikhlaskan bunga mahal dan harumnya di rusak oleh Romeo.
Tak hanya gagal dalam memberikan bunga pada Nania saja. Ajakan makan malam yang Alex tawarkan pada Nania, juga di tolak mentah-mentah oleh Nania. Dengan alasan sudah makan, Nania menolak ajakan makan dari Alex tersebut. Nania pun meminta maaf atas penolakan dari tawaran seorang Alex.
Sedikit kecewa dengan keputusan dari Nania, tapi Alex tetap menerima dengan lapang dada. Mungkin itu sudah menjadi keputusan yang final dari seorang Nania. Hingga Alex tidak bisa merubahnya. Alex pun harus makan malam dengan sendiri saja. Hanya ada bayangan dari dirinya yang menemani Alex menyantap setiap menu yang tersedia.
__ADS_1