
Membawa sebuah makanan yang di masak khusus oleh Julien's. Nania berharap, makan siang yang di bawa oleh Nania untuk Aurille akan di nikmati oleh Aurille dengan begitu lahapnya.
Nania berjalan dari setiap unit apartemen menuju apartemen milik seorang Aurille. Tentu di sepanjang perjalanan itu, Nania terus membayangkan bagaimana bahagianya seorang Nania dapat kembali bertemu dengan seorang Aurille. Mungkin keduanya akan makan bersama di balkon apartemen Aurille.
Tiba di depan pintu apartemen seorang Aurille. Nania menarik napas sekencang mungkin. Dengan perasaan yang sudah membaik, Nania mulai menekan bel pintu apartemen Aurille.
Satu tekanan tombol pertama, Aurille tidak membuka pintu apartemennya. Di penekanan tombol kedua, Aurille tetap tidak membuka pintu apartemen miliknya. Mungkin di penekanan tombol ketiga, Aurille akan membuka pintu apartemen miliknya. Sehingga Nania bisa bertemu dengan Aurille segera.
Namun sudah tiga kali Nania menekan tombol bel apartemen dari Aurille. Aurille tidak kunjung membuka pintu apartemen miliknya. Nania sebenarnya ingin menelpon Aurille, tapi dia khawatir justru Aurille akan tahu kedatangan dari Nania ke apartemen miliknya. Sehingga Nania lebih memilih untuk memberikan kejutan pada seorang Aurille.
__ADS_1
Namun hingga tiga kali Nania menekan tombol apartemen milik Aurille. Aurille yang di harapkan untuk membuka pintu rumahnya. Tidak kunjung membuka pintu rumahnya tersebut. Hingga Nania merasa begitu bosan menunggu Aurille untuk membuka pintu apartemen miliknya.
Akhirnya Nania mengambil ponselnya di saku celana. Kemudian dengan segera dia mencari nomor telepon seorang Aurille. Saat Nania akan menelpon Aurille. Nania di kejutkan dengan kedatangan seorang pria payuh baya yang mendatangi dirinya.
Nania yang sudah hampir menekan nomor telepon dari Aurille. Langsung membatalkan niatnya tersebut. Nania memilih untuk membalas sapaan dari pria payuh baya tersebut.
"Oh hello pak." Ucap Nania.
"Iya, dia salah satu sahabat saya." Jawab Nania.
__ADS_1
"Dia sudah tidak ada disini. Semalam dia sudah membawa koper besar. Dia meninggalkan apartemen miliknya ini." Terang pria payuh baya tersebut.
Nania langsung terkejut menerima fakta tersebut. Dia tidak menyangka, Aurille akan semarah itu pada Nania. Aurille sampai meninggalkan Nice demi menghindari Nania.
Rasa sedih kini semakin melanda Nania. Apalagi saat Nania mencoba menghubungi Aurille. Nomor Nania sudah di blokir oleh Aurille. Sehingga Nania sudah tidak bisa berkomunikasi dengan Aurille kembali.
Nania meminta izin pada pria payuh baya tersebut untuk meminjamkan ponsel miliknya. Pria payuh baya yang terlihat mengasihani seorang Nania. Akhirnya memberikan ponselnya untuk di gunakan oleh Nania. Sehingga Nania bisa menghubungi Aurille.
Dengan segera Nania menghubungi Aurille mengunakan ponsel dari pria payuh baya tersebut. Dia berharap bisa mengetahui keberadaan dari seorang Aurille saat ini. Sehingga Nania bisa menemui dirinya saat ini juga.
__ADS_1
Aurille sempat mengangkat panggilan telepon dari Nania. Tapi ketika mendengar suara dari Nania, Aurille langsung mematikan panggilan telepon dari Nania tersebut. Aurille pun bahkan memblokir nomor telepon pria payuh baya tersebut. Dia benar-benar ingin menyudahi pertemanan dirinya dengan Nania. Sehingga semua komunikasi antara dirinya dengan Nania langsung di putuskan begitu saja. Padahal Nania berharap Aurille akan memaafkan dirinya.
Nania pun pulang dengan penuh rasa kecewa. Aurille yang di harapkan bisa memaafkan Nania. Ternyata tidak juga memaafkan Nania. Padahal Nania siap melakukan apapun, demi menyelamatkan pertemanan dirinya dengan Aurille. Tapi Aurille justru memutuskan semua hubungan dengan Nania. Itu yang membuat Nania begitu bersedih.