SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
ALEX KEMBALI CURIGA


__ADS_3

Menunggu kepulangan dari Nania dan Julien's pulang ke rumah. Alex menyempatkan diri untuk bersantai di atas balkon rumah Alex. Di temani segelas kopi arabica panas, serta lagu-lagu hits di era saat ini. Alex dengan begitu santai memandangi keindahan kota Nice dari balkon rumah Julien's.


Scrolling di sosial media bukan ide yang buruk. Ada beberapa video yang mungkin menarik perhatian seorang Alex untuk dia tonton. Tak hanya itu jutaan orang akan memamerkan harta serta pencapaian mereka juga. Sebuah aksi yang sebenarnya tidak begitu berfaedah, namun menarik untuk di jalankan. Hanya untuk membunuh sedikit kebosanan yang ada di hatinya.


Ada beberapa video yang membuat Alex tersenyum. Banyak juga video dan postingan dari orang-orang yang di ikuti Alex, yang membuat Alex tertawa dengan terbahak-bahak. Banyak juga postingan itu yang membuat Alex sedikit marah. Sebab menyebarkan berita bohong alias hoax.


Dari semua postingan yang telah Alex lihat. Tentu postingan terbaru yang Nania post. Alex yang sengaja tak mengikuti Nania di sosial media pribadinya. Melihat setiap aktivitas yang Nania post di halaman sosial media miliknya. Postingan yang Nania post langsung menarik perhatian dari Alex.


Nania memposting sebuah gambar yang memperlihatkan tangan dirinya yang sedang di genggam oleh seorang pria. Tentu Alex penasaran dengan tangan pria yang di genggam oleh Nania. Alex mencoba memperbesar gambar dari postingan tersebut. Hingga Alex bisa melihat dengan jelas, cincin yang di kenakan oleh pria yang menggenggam tangan Nania tersebut.


Benar, itu adalah cincin pernikahan dari Julien's. Alex sering melihat cincin pernikahan itu sering dipakai di jari manis Julien's dan Beatrice. Namun apa mungkin Nania dan Julien's memiliki hubungan special. Hingga keduanya saling berpegangan tangan dengan mesranya. Menjadi babak baru dari kecurigaan seorang Alex.


Untuk memastikan cincin itu benar-benar cincin pernikahan Julien's dengan Beatrice. Alex sengaja mendatangi kamar Beatrice. Dengan alasan untuk memeriksa tubuh Beatrice. Benar saja, cincin yang ada di photo. Sama persis dengan cincin pernikahan dari Julien's dan Beatrice. Mungkin benar Julien's dan Nania berphoto saling menggenggam tangan satu sama lain.


Alex semakin curiga, jika ada sesuatu yang terjadi di antara Nania dan Julien's. Tidak mungkin Nania mau berphoto dengan mesranya, jika tidak ada hubungan special. Itu tidak mungkin. Maka dari itu, Alex harus segera menyelediki kebenaran daripada hubungan Nania dengan Julien's.

__ADS_1


Pucuk di cinta, ulam pun tiba. Nania dan Julien's akhirnya tiba di rumah. Keduanya keluar dari mobil tak bersama. Nania keluar lebih dulu, meninggalkan Julien's yang masih perlu membawa barang-barang Julien's yang masih tertinggal di rumah sakit.


Baru akan masuk kedalam rumah. Nania langsung di kejutkan oleh kehadiran seorang Alex di depan pintu. Dengan wajah penasaran, beberapa pertanyaan dilontarkan oleh Alex.


"Kamu habis dari mana Nania?" tanya Alex.


"Aku dari rumah Ibuku di Brest." jawab Nania.


"Kenapa kamu pergi tanpa kabar, apa ada masalah besar?" tanya Alex kembali.


Julien's yang melihat istrinya begitu kebingungan untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Alex. Langsung menjawab pertanyaan dari Alex dengan begitu sinisnya.


"Mau jadi reporter bos, banyak nanya." jawab Julien's sambil masuk kedalam rumahnya.


Alex hanya tersenyum mendengar jawaban dari kakaknya tersebut. Dia ingin marah, tapi sadar ini adalah rumah kakaknya. Sehingga Alex harus bisa menahan emosinya. Jika tidak, bukan tidak mungkin akan ada keributan antara Alex dengan Julien's.

__ADS_1


Namun Alex tetap meminta Nania untuk menjawab pertanyaan dari dirinya. Pertanyaan yang harus di jawab Nania untuk membungkam rasa penasaran yang masih menyelimuti diri seorang Alex.


"Aku pergi hanya untuk melepas rindu pada ibu aku. Oleh sebab itu aku pergi ke Brest menemui Ibuku." ucap Nania.


"Kenapa kamu mematikan ponsel kamu, aku panik. Semuanya panik. Sebab kamu sulit di hubungi." tanya Alex kembali.


"A.... Aku ingin memiliki waktu lebih banyak saja dengan Ibuku. Oleh sebab itu aku mematikan ponselku." jawab Nania kembali.


"Kenapa kak Julien's tahu kamu ada di Brest. Apa kamu memberitahu dia?" tanya Alex semakin menjurus.


Baru akan menjawab, Julien's datang. Lalu menepuk pundak Alex. Dia meminta Alex untuk tidak banyak melontarkan pertanyaan lagi pada Nania. Nania harus istirahat, sebab dia telah menempuh perjalanan yang cukup jauh. Mungkin pertanyaan itu bisa di jawab Nania, saat dia telah beristirahat.


Julien's meminta Nania masuk kedalam kamarnya. Perintah Julien's adalah tugas bagi Nania. Sehingga Nania langsung bergegas menuju kamarnya. Tanpa berpamitan pada Alex yang ada di depannya. Nania pergi menuju kamarnya dengan begitu saja.


Alex tentu masih memiliki segudang pertanyaan pada seorang Nania. Baginya masih ada banyak pertanyaan yang harus Nania jawab. Pertanyaan seputar hubungan Nania dengan Julien's yang terlihat tidak wajar. Alex melihat Nania dan Julien's memiliki hubungan yang terlihat special. Bahkan seperti sepasang suami istri. Hingga Alex harus mendapatkan jawabannya segera. Demi membunuh rasa penasaran yang masih menyelimuti Alex. Perasaan yang akan terus Alex rasakan sampai Alex menemukan jawaban sendiri.

__ADS_1


__ADS_2