
Sebelum Alex berangkat bekerja, Alex ingin mengajak Nania untuk berbincang sejenak. Mungkin minum segelas teh hangat di halaman rumah sakit, bisa menjadi pilihan yang cukup baik. Alex ingin bertanya beberapa hal pada Nania. Hal yang tentu menjadi perhatian dirinya.
Nania menerima tawaran minum teh hangat dari Alex itu. Terlebih suasana di halaman rumah sakit yang begitu nyaman dengan rumput yang indah serta bunga-bunga yang mekar mengelilingi sekitar halaman.
Alex mengajak Nania untuk duduk di sebuah bangku panjang berwarna putih. Beruntung saat itu, bangku panjang itu masih kosong. Hingga Alex dan Nania bisa menempati bangku itu untuk keduanya duduk.
Sebelum memulai pembicaraan yang cukup serius, Alex meminum terlebih dahulu segelas teh hangat itu. Walau hanya meminum sedikit, tapi itu cukup membuat Alex bisa merasakan sensasi dari teh. Hingga Alex langsung berani untuk memulai pembicaraan cukup serius dengan Nania.
Pun dengan Nania, dia menikmati teh hangat yang di berikan oleh Alex kepadanya. Teh itu cukup baik untuk menghangatkan tubuh Nania yang sedikit kedinginan. Nania langsung merasa begitu nyaman begitu menyeruput teh hangat pemberian dari Alex.
__ADS_1
"Kamu tahu Nania, aku masih cukup penasaran dengan Marrie. Aku pikir Marrie tidak menyukai kamu. Begitu juga dengan mbak Beatrice. Mereka tidak begitu menyukai kamu. Aku tidak percaya dengan alasan tidak logis yang mereka utarakan. Mereka selalu mengatakan kamu adalah perempuan simpanan, dan hal buruk lainnya. Aku pikir kamu tidak seperti itu." Alex memulai pembicaraan.
"Maksud kamu seperti apa Alex, aku masih tidak paham." Balas Nania dengan begitu bingungnya.
"Ada apa kamu dengan keluarga mbak Beatrice dan kak Julien's. Aku penasaran mengapa Marrie dan mbak Beatrice begitu membenci kamu. Tapi tidak dengan kak Julien's. Dia terlihat begitu perhatian sama kamu. Apa yang sebenarnya terjadi Nania?" Tanya Alex dengan wajah seriusnya.
"Tidak ada apa-apa Alex. Aku dan Mbak Beatrice semuanya baik-baik saja. Begitu juga dengan Marrie. Semuanya baik-baik saja." Jawab Nania penuh kebohongan.
"Kali ini aku minta kamu jujur. Mohon Nania, aku minta kamu jujur. Ada masalah apa kamu dengan keluarga mereka. Sehingga mereka membenci kamu seperti itu."
__ADS_1
Nania nampak tak kuat menatap wajah Alex yang terlihat begitu penasaran. Ada sedikit air mata yang mulai membasahi kedua bola matanya. Mungkin ini adalah permintaan dari Alex pada Nania yang di minta jawaban kejujuran dari seorang Nania. Alex melihat Nania masih menyembunyikan sesuatu hal yang masih di tutupi padanya. Hingga Alex berharap Nania akan jujur pada Alex untuk kali ini saja.
Nania pun sebenarnya ingin mengatakan kejujuran seperti yang Alex minta. Tapi ini mungkin akan memukul seluruh keluarga besar dari Julien's, termasuk juga Alex. Semuanya akan hancur, termasuk seorang Alex. Hingga Nania tidak mungkin mengatakan di hari ini. Perlu waktu yang cukup untuk Nania dapat mengatakan itu semua. Waktu yang tepat, di mana semua orang bisa menerima kenyataan tersebut.
"Aku harus menjawab jujur apalagi Alex. Semua yang ku katakan adalah kejujuran. Tidak ada sedikit pun masalah di antara kami. Hanya komunikasi yang buruk saja, sehingga mereka membenciku seperti itu." Jawab Nania yang nyaris menangis.
Alex akhirnya menyerah. Dia melepaskan kedua tangannya di wajah Nania. Dia mengalihkan pandangannya dari wajah Nania.
"Baik, jika hari ini kamu belum bisa jujur. Aku harap di hari mendatang kamu akan jujur. Tapi jangan salahkan aku, jika kejujuran dari kamu akan membuat aku membenci kamu Nania." Tegas seorang Alex yang akhirnya menangis.
__ADS_1
Nania begitu terkejut dengan ucapan dari Alex. Mungkin Alex tahu apa yang terjadi pada dirinya. Hingga dia bisa mengatakan hal demikian. Alex menyadari bagaimana sebenarnya terjadi di rumah Julien's. Mungkin Alex belum menemukan bukti yang pas untuk membuktikan jika dugaan dari Alex itu benar. Ada rahasia besar yang coba di sembunyikan Nania di rumah Julien's.