
Alex akhirnya mendapat jatah libur. Tak seperti biasanya, Alex tak menggunakan jatah libur kerjanya untuk bermain atau sekedar nongkrong. Kini Alex memilih untuk merawat Nania yang masih terbaring di rumah sakit.
Dengan sebuah sweater berwarna coklat. Serta Jeans berwarna navy, Alex melenggang berjalan di rumah sakit. Beberapa perawat kaget dengan kedatangan Alex. Mereka yang tahu hari ini adalah hari libur Alex, namun mengapa Alex kembali ke rumah sakit.
Sebuah keranjang buah yang dibawa oleh Alex, menjadi jawaban yang pasti. Dihari liburnya ini, Alex ingin menjenguk seseorang. Sehingga dia datang ke rumah sakit kembali.
Alex menyapa ramah setiap bertemu dengan staf rumah sakit. Beberapa staf perempuan yang menaruh perhatian lebih pada Alex, dibuat terkesima dengan senyum manis yang diberikan oleh Alex. Manisnya senyum yang Alex berikan pada mereka, serasa mengkonsumsi gula satu kilo. Terasa begitu manis, manis dan manis. Sehingga takut menjadi diabetes dengan apa yang Alex berikan.
Perjalanan Alex berakhir di depan pintu ruang perawatan Nania. Mengetuk sekali pintu ruang perawatan tersebut. Sebelum akhirnya Alex membuka pintu kamar Nania.
Simpul senyum yang diberikan oleh Alex, kala menutup kembali pintu ruang perawatan Nania. Langsung dibalas dengan senyuman manis dari Nania. Kini tubuh Nania mulai sedikit membaik, usai 3 hari begitu drop.
Alex memeriksa tubuh Nania dengan mengecek manual suhu tubuhnya. Dia menaruh telapak tangannya di wajah Nania. Tak terasa panas seperti hari-hari sebelumnya. Benar, kondisi Nania mulai membaik.
"Kamu sudah sarapan?" Tanya Alex menaruh bunganya.
"Belum. Nanti saja Alex." Jawab Nania.
"Orang sehat saja bisa sakit kalau telat sarapan Nan. Bagaimana kalau orang sakit. Jadi jangan ditunda-tunda untuk sarapan Nan." Saran dari Alex.
"Tapi aku belum lapar Alex." Bantah Nania.
__ADS_1
Tak memperdulikan ucapan dari Nania. Alex membuka plastik wraping yang membungkus keranjang buah yang dibawanya. Mengambil sebuah apel merah segar. Sebelum mencuci terlebih dahulu dengan air botol.
Dengan penuh hati-hati Alex mengupas apel itu. Kemudian memotong kecil untuk diletakkan diatas piring. Dengan potongan yang cukup banyak, Alex sudah siap untuk menyuapkan potongan apel itu kedalam mulut Nania.
Nania sedikit terkesan akan kebaikan yang diberikan oleh Alex. Dia rela meluangkan waktu liburnya untuk menemani Nania di rumah sakit. Sebuah ucapan terima kasih yang tentu tak dapat membalas kebaikan yang Alex berikan.
Sebelum menyantap potongan kecil apel yang dikupas oleh Alex. Nania dengan wajah penuh senyum, mengucap terima kasih pada Alex. Dia bersyukur dapat mengenal Alex yang begitu menaruh perhatian besar pada Nania.
Tak meninggi, Alex justru tetap pada porsinya. Apa yang Alex lakukan semata-mata merupakan aksi kemanusiaan yang seharusnya dilakukan oleh Alex. Mengingat Nania yang seorang diri disini. Tak ada keluarga atau pasangan yang bisa menolongnya. Sehingga hati Alex tergerak untuk menolong Nania.
Akhirnya Nania pun menyantap potongan kecil apel yang disodorkan oleh Alex. Satu santapan lezat langsung membuat Nania begitu bahagia. Alex kembali menusuk potongan kecil apel itu. Alex kemudian kembali menyodorkan apel itu kearah mulut Nania. Namun aksi usil dari Alex yang membelokkan potongan apel yang sudah siap disantap oleh Nania, langsung membuat Nania tertawa kesal.
Disatu sisi Nania kesal, dia sudah membuka mulut. Tapi Alex malah membelokan arah apel itu menuju mulutnya. Tapi aksi kecil yang Alex lakukan, membuat Nania juga tertawa. Nania tak bisa menahan gelak tawa dengan aksi yang dilakukan Alex itu. Dia tertawa, sebab telah siap memakan apel itu.
Dari luar ruang perawatan Nania. Julien's yang membawa sebuah ompreng plastik berwarna merah jambu. Mendengar keceriaan yang berasal dari dalam ruang perawatan Nania. Terdengar suara tertawa kecil Nania bersama Alex. Julien's yang tak ingin mengganggu keseruan yang terjadi didalam ruang perawatan Nania. Membatalkan untuk membesuk Nania. Padahal sebelum bekerja, Julien's ingin menyuapi istrinya tersebut. Tetapi apalah daya, ia tak mungkin melakukan itu.
Julien's berjalan pergi meninggalkan ruang perawatan Nania. Baru berbalik badan, Julien's berpapasan dengan seorang perawat perempuan yang membawa menu sarapan yang hendak diberikan pada Nania. Julien's pun meminta perawat itu untuk menukar menu sarapan yang hendak diberikannya pada Nania.
Makanan special yang Julien's buat dijadikan sebagai menu sarapan yang dibawa oleh perawat tersebut. Sementara menu yang disediakan oleh rumah sakit diambil oleh Julien's untuk dikembalikan pada perawat perempuan itu nantinya.
Nampan yang awalnya membawa menu sarapan untuk Nania dari rumah sakit. Kini berganti menjadi menu sarapan yang dibuat oleh Julien's. Sementara Julien's memegangi semangkuk sup yang hendak diberikan pada Nania diluar ruang perawatan Nania. Tak ketinggalan dia menempelkan telinga kanannya untuk mendengar setiap percakapan yang dilakukan oleh Alex dan Nania akan menu makanan yang dibuat oleh Julien's tersebut.
__ADS_1
Nania dan Alex menyambut gembira kedatangan menu sarapan yang dibawakan oleh perawat tersebut. Alex heran, dengan ompreng berwarna merah jambu yang dibawa oleh perawat itu.
"Kalau boleh tahu, kenapa ada ompreng berwarna merah jambu?" Tanya Alex terheran.
"Tadi seseorang menjegat saya ketika akan masuk kedalam ruang perawatan ini. Dia mengatakan sarapan ini sengaja dibuatnya untuk nyonya Nania. Sehingga dia ingin menukarnya." Terang si perawat.
Nania tersenyum kecil. Dia tahu siapa orang dibalik ompreng berwarna merah jambu itu. Sarapan lezat dengan bentuk yang menggoda. Tentu itu adalah suaminya Julien's.
Namun Alex justru masih bingung. Siapa yang memberikan Nania sarapan. Sehingga menukar menu sarapan rumah sakit dengan menu sarapan yang dia buat.
Nania langsung bertindak cepat. Dia mengatakan menu sarapan itu dari Michael temannya. Beberapa lalu Michael hendak membuat menu sarapan dari restorannya untuk Nania. Tetapi dengan berbagai alasan, Michael tak urung memberikannya pada Nania. Sehingga hari ini adalah momen yang pas untuk Michael memberikan menu sarapan tersebut pada Nania.
Tapi Alex masih belum begitu percaya. Mengapa teman Nania itu tidak masuk untuk memberikannya langsung. Kenapa harus ditukar. Alex masih bingung akan hal tersebut.
Nania dengan jurus ngelesnya yang sudah di level tinggi. Kembali meyakinkan Alex. Nania mengatakan Michael orang yang sibuk, sehingga dia malas untuk bertemu dengan orang lain. Apalagi untuk berbicara panjang lebar, dia tak ingin melakukan itu. Sehingga jalan terakhir yang dilakukan oleh Michael adalah menitipkan sarapan yang dibuatnya pada suster tersebut.
Akhirnya Alex pun percaya. Dia tak kembali menanyakan perihal sarapan yang dibuat oleh Michael tersebut. Dia langsung mengambil ompreng berisi sarapan yang dibuat oleh Julien's. Sementara perawat yang mengantarkan makanan untuk Nania, pergi meninggalkan ruang perawatan Nania.
Alex dengan penuh perhatian mulai menyuapi Nania dengan makanan special yang dibuat Julien's tersebut. Dari nafsu makan Nania yang tidak ada. Hingga akhirnya Nania justru begitu lahap menyantap makanan yang Julien's masakan khusus untuknya.
Alex yang senang bercanda pun beberapa melakukan tingkah lucu yang membuat Nania tertawa terbahak-bahak. Sehingga imun Nania semakin membaik dengan setiap tingkah yang dilakukan oleh Nania.
__ADS_1
Julien's yang terus menguping apa yang dilakukan istrinya serta adiknya. Sedikit merasa cemburu. Tapi dia tidak mungkin langsung menegur. Julien's sepengetahuan Alex, hanya majikan Nania. Bukan orang special untuk Nania.