SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
UCAPAN TERIMA KASIH MARRIE PADA JULIEN'S


__ADS_3

Diterimanya Oscar sebagai kurir dari restoran Julien's. Membawa kebahagiaan tersendiri bagi seorang Marrie. Dia begitu bahagia akan keputusan dari ayahnya yang telaah memberikan kesempatan bagi Oscar untuk dapat bekerja. Mengingat Oscar yang begitu kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan selama ini.


Marrie langsung mengirimkan pesan pada ayahnya yang telah menerima Oscar. Disela-sela jam istirahat itu, puluhan kata terima kasih ditulis Marrie untuk ayahnya. Sebagai ucapan rasa terima kasihnya atas apa yang telah dilakukan oleh ayahnya tersebut.


Cepatnya respon Marrie dalam menyikapi kabar akan Oscar yang diterima kerja di restoran. Seketika membuat Julien's penasaran pada Marrie. Mengapa Marrie terlihat begitu antusias pada penerimaan Oscar ini? Apa yang membuat dirinya begitu bahagia pada situasi tersebut?


Julien's yang saat itu sedang istirahat sejenak. Memilih untuk melakukan panggilan telepon pada puteri tercintanya itu. Dalam satu panggilan telepon, Julien's sukses menghubungi Marrie.


"Siang sayang." Sapa Julien's dengan manisnya.

__ADS_1


"Siang ayah. Ada apa ayah menelpon Marrie?" Tanya Marrie dengan sedikit penasaran.


"Ayah cuman ingin tahu, kenapa puteri ayah tercinta ini begitu bahagia mendapat kabar Oscar bekerja?" Goda Julien's pada Marrie.


Marrie langsung salah tingkah dibuat Julien's. Dia bingung harus menjawab apa untuk pertanyaan dari Julien's. Mungkin jawaban sederhana bisa dijadikan opsi oleh Marrie. Tapi jawaban sederhana seperti apa. Dia hanya terlihat begitu gugup akan pertanyaan tersebut. Sehingga saat akan menjawab, Marrie mengucapkan dengan terbata-bata.


"Emmm anak ayah satu ini kenapa gugup. Cepat dong sayang jawab. Ayah lagi nungguin kamu jawab itu semua." Terang Julien's mendesak Marrie.


"Aku cuman bahagia saja sebagai seorang teman. Akhirnya Oscar bisa menemukan pekerjaan yang memang dia inginkan." Jawab Marrie masih gugup.

__ADS_1


"Jika memang seperti itu. Baiklah ayah percaya sama Marrie. Tapi ingat sayang, ayah tidak akan memperbolehkan Marrie pacaran sebelum Marrie lulus SMA. Ingat itu sayang!" Pinta Julien's.


Marrie sempat terdiam dengan ucapan dari Julien's itu. Marrie rasa itu tidak adil. Mungkin selama Marrie masih bisa menjaga sekolahnya. Tidak salah untuk Marrie berpacaran. Terlebih jika Marrie pacaran dengan pria sebaik Oscar. Tentu hal positif yang akan Oscar berikan pada Marrie, akan menambah semangat Marrie dalam belajar.


Tapi demi menidurkan ayahnya untuk tidak curiga pada Marrie yang sedang kasmaran. Marrie akhirnya menyetujui permintaan dari ayahnya. Meskipun kedepannya, bisa saja Marrie melanggar apa yang telah diminta oleh ayahnya. Mengingat hal itu akan sulit, jika Marrie masih dekat dengan Oscar. Pria itu seakan menjadi daya tarik tersendiri bagi seorang Marrie.


Panggilan telepon itu berakhir, tak lama bel masuk berbunyi. Marrie harus segera memasuki kelas, mengingat pelajaran akan segera dimulai. Mungkin pulang sekolah, Oscar akan mentraktir Marrie makan. Mengingat akhirnya Oscar mendapatkan pekerjaan baru. Marrie tak sabar menunggu jam pulang tiba.


Sama seperti Marrie, jam istirahat Julien's yang terbatas. Akhirnya usai juga. Dia harus segera kembali ke dapur untuk melakukan pekerjaannya kembali. Julien's kembali mengenakan seragam kitchen miliknya. Kemudian pria berusia 39 tahun itu masuk kembali ke area dapur. Tak ada beban yang terlalu berat dipikul olehnya. Hanya kerinduan yang masih ada pada seorang Nania.

__ADS_1


__ADS_2