SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
Kebahagiaan Alex


__ADS_3

Pulangnya asisten rumah tangga yang biasa masak di rumah Alex. Terpaksa membuat Alex dan ibunya harus membeli makanan di restoran. Tentu makanan di restoran milik Julien's yang memiliki kualitas makanan yang baik dan lezat.


Begitu Alex pulang ke rumahnya, tidak tersedia sedikitpun makanan yang ada diatas meja. Hanya sebuah teko kaca berisi air putih. Beberapa toples cemilan Alex buka untuk bisa sedikit mengganjal perutnya yang terus meminta untuk diberikan makan.


Ibu Alex yang nampak heboh dengan ponselnya mendatangi meja makan. Dia duduk disamping Alex yang terus menyantap setoples pangsit yang ada di meja makan.


"Alex pikir Laila masih belum berangkat. Jadi Alex tidak makan diluar." Alex memulai pembicaraan.


"Iya, seharusnya dia pulang besok atau lusa. Tapi kondisi ibunya yang semakin parah. Terpaksa membuat Laila harus pulang hari ini." Jawab ibu Alex yang masih fokus memainkan ponselnya.


Alex terus mengunyah pangsit yang ada dihadapannya. Tak terlalu buruk, ia menikmati rasa gurih pangsit itu. Hingga sukses membuat perut Alex sedikit terisi oleh makanan.


"Tapi tenang sayang, ibu sudah memesan makanan di restoran Julien's. Jadi kamu tidak harus panik. Sebentar lagi makanan kita sampai." Janji ibu Alex.


Sambil menunggu makanan yang dipesan oleh ibunya tiba. Alex memilih untuk mandi terlebih dahulu. Terlebih Alex sudah melakukan aktivitas yang cukup padat hari ini. Selain sarapan bersama dengan Aurille, beberapa operasi kecil juga harus dijalani Alex hari ini. Hingga mandi air hangat, rasanya cocok untuk mengembalikan tubuh Alex yang lelah.


Hampir 30 menit mandi dengan air hangat. Badan Alex perlahan mulai sedikit membaik. Rasa pegal yang sempat terasa di beberapa bagian tubuhnya. Kini sudah mulai hilang dengan sendirinya. Air hangat begitu menyegarkan kembali tubuhnya yang lelah bekerja seharian.

__ADS_1


Tinggal menunggu makanan yang dipesan oleh ibunya tiba. Alex mencoba membuka sesekali sosial media miliknya. Dia membuka profil sosial media miliknya. Dimana ada beberapa postingan dirinya yang berphoto bersama dengan Nania. Alex kembali teringat akan Nania yang sudah lama ia tidak sapa. Mungkin Nania masih marah padanya akan peristiwa di parkiran rumah Julien's waktu itu. Ketika tangan kanannya menumbangkan tubuh rintih Julien's.


Tak ingin larut dalam rasa rindu akan Nania. Julien's kembali mematikan ponselnya. Terlebih sudah terdengar bunyi bell di rumahnya. Tentu itu adalah seorang kurir yang mengantar makanan pesanan dari ibu Alex.


Benar saja, bell itu memang datang dari kurir. Dia membawa makanan yang dipesan oleh ibu dari Alex. Beberapa menu makan lezat yang siap menggoyang lidah dari Alex dan ibunya.


Beberapa menu makanan telah terhidang di meja makan. Rasa lapar Alex yang tinggi, mulai membuatnya tak sabar untuk mencicipi setiap hidangan yang tersedia. Alex langsung mengambil sendok untuk mencicipi setiap hidangan yang ada.


Tak hanya satu hidangan saja, Alex juga mencoba hidangan lain yang membuat selera makannya semakin besar. Melihat Alex makan dengan begitu lahap. Ibu Alex hanya bisa memandangi putranya itu dengan senyuman kecil. Dirinya merasa Alex seperti anak kecil yang butuh banyak perhatian darinya. Sekalipun umur Alex sebentar lagi menginjak kepala tiga. Tetapi Alex masih terlihat seperti anak kecil untuknya.


"Ibu sudah makan tadi. Kamu habiskan saja semuanya." Jawab ibu Alex mengelus lembut rambut Alex.


"Tidak bu. Perut Alex bukan karet yang bisa melebar, jadi makanan sebanyak ini tidak mungkin Alex habiskan sendiri." Tolak Alex.


"Tapi ibu sudah kenyang Alex." Ucap ibu Alex.


Alex yang mengetahui ibunya belum makan juga. Langsung berinisiatif untuk menyuapkannya makanan kedalam mulut ibunya. Satu sendok penuh makanan langsung Alex suapkan pada mulut ibunya. Meskipun diawal-awal ibunya terlihat menolak, tapi akhirnya suapan yang Alex berikan padanya. Langsung diterima oleh ibunya dengan baik. Dia langsung memakan satu suapan penuh itu.

__ADS_1


Tak hanya menyuapkan makanan saja. Alex dengan penuh perhatian juga memberikan minum untuk ibunya. Dengan segera ibunya langsung meminum segelas air putih yang Alex sodorkan kepadanya.


Satu suapan rasanya cukup untuk mengganjal perut ibunya. Ia sudah merasa kenyang dengan satu suapan yang diberikan oleh Alex tersebut. Hingga dia meminta Alex untuk kembali memakan semua makanan yang terhidang di meja makan tersebut.


"Terus untuk mengganti Laila sementara waktu. Siapa yang akan bekerja di rumah kita sementara waktu?" Tanya Alex penasaran.


"Beatrice akan mengirimkan seorang baby sitter dari Theo dan Romeo untuk sementara kerja bersama kita. Walaupun ibu tidak menyukainya. Tapi menurut Beatrice, kerja dia cukup bagus." Jawab ibu Alex dengan raut wajah sedikit kesal.


"Maksud ibu, Nania?" Tanya Alex dengan begitu terkejut.


"Siapa lagi kalau bukan perempuan genit itu. Tapi kamu jangan dekat-dekat sama perempuan tidak benar itu. Ibu gak mau kalau sampai kamu jadi mainan dari dia." Nasehat dari ibu Alex.


"Bu, Nania itu tidak seperti yang ibu pikir. Dia baik banget. Jadi ibu tidak harus khawatir." Jelas Alex.


"Kamu bicara seperti itu, karena kamu sudah kena sihir dari dia. Makanya kamu bilang seperti itu. Padahal Sejatinya dia bukan perempuan baik Alex."


Tak ingin terlalu meributkan akan Nania. Alex akhirnya memilih untuk diam. Terpenting besok Alex akan kembali bertemu dengan Nania. Sebuah rindu yang akhirnya terbalaskan. Ingin rasanya Alex bertemu lagi dengan Nania. Mengingat sudah cukup lama Alex sudah tak menemui Nania. Pasca kejadian itu, Alex dan Nania terasa asing. Padahal keduanya sebelum kejadian itu cukup dekat. Meskipun ditentang oleh banyak pihak.

__ADS_1


__ADS_2