SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
JULIEN'S DI PANGGIL KE SEKOLAH MARRIE


__ADS_3

Baru akan menyantap makan siangnya. Sebuah panggilan telepon langsung menghentikan aktivitas Julien's. Guru BP dari sekolah Marrie menelponnya, dia ingin Julien's datang ke sekolah untuk membicarakan perihal Marrie.


Tak ada keberatan sama sekali untuk dirinya. Selepas menyantap habis makan siangnya, Julien's langsung segera pergi menuju sekolah Marrie. Ia tak sabar untuk mengetahui apa yang hendak dibicarakan oleh guru tersebut. Sehingga memanggil Julien's untuk datang ke sekolah.


Sebelum pergi, Julien's berpamitan terlebih dahulu pada Nania. Tapi Nania tertidur, hingga Julien's bingung bagaimana cara ia berpamitan pada Nania. Mengkecup manis dahi Nania, Julien's kemudian berbisik ditelinga kanan Nania. Ia akan pergi untuk menemui guru di sekolah Marrie.


Tak keras apa yang diucapkan oleh Julien's. Tapi Nania yang sedang sensitif, menyadari bisikan yang diucapkan oleh Julien's padanya. Dia terbangun dari tidurnya, sedikit terkejut. Sebelum menanyakan apa yang apa yang diucapkan oleh Julien's padanya.


Kadung Nania terbangun, Julien's akhirnya langsung berbicara pada secara langsung pada Nania. Dia tak ragu untuk mengucapkan kepergiannya menuju sekolah Marrie.

__ADS_1


Tak banyak pertanyaan yang hendak ditanyakan oleh Nania. Dia tak keberatan jika Julien's siang ini harus meninggalkannya sendirian. Mengingat kondisi Nania semakin membaik.


Selain semakin membaik, kehadiran Alex untuk menjenguk Nania siang itu. Semakin membuat Julien's bisa tenang. Dia merasa semakin aman, sebab Nania ada yang menjaga. Layaknya majikan dengan baby sitter, Julien's menitipkan Nania pada Alex.


Tanpa ragu, Alex yang datang dengan sekeranjang buah untuk Nania. Langsung menerima amanah yang diberikan Julien's padanya. Dia sangat tak keberatan untuk menjaga Nania seharian, mengingat hari ini Alex libur. Sehingga memiliki banyak waktu luang untuk menunggu Nania.


Julien's bisa pergi dengan rasa aman. Mengingat Nania sudah ada yang menunggu di rumah sakit. Sehingga tak ada rasa cemas atau gusar akan Nania yang dirawat di rumah sakit.


Tiba di sekolah, Julien's sempat bertemu dengan Bu Irene. Guru matematika yang melaporkan bolosnya Nania dari hukuman yang diberikan olehnya. Dia menceritakan tentang perkembangan Nania yang semakin menurun. Marrie lebih banyak melamun serta tak konsentrasi dalam pelajaran yang diikuti. Sehingga kerap mendapat nilai dibawah standar yang ditetapkan.

__ADS_1


Julien's semakin tak sabar untuk bertemu dengan guru BP yang hendak menemuinya. Dia ingin tahu apa kenakalan yang telah Marrie perbuat. Sehingga dirinya di panggil ke sekolah untuk menghadap guru BP.


Julien's dipersilakan untuk duduk dihadapan guru BP tersebut. Kemudian guru BP itu pun mulai menerangkan kejadian yang membuat Julien's di panggil ke sekolah.


"Jadi pak Julien's. Kemarin ada peristiwa yang membuat Marrie harus mendapatkan hukuman. Tapi bukannya menjalankan hukuman tersebut. Marrie justru kabur, untuk bolos sekolah." Terang guru BP tersebut.


"Bolos bu. Kira-kira itu jam berapa?" Julien's terkejut.


"Sekitar jam 10, saat jam pertama baru dimulai." Jelasnya.

__ADS_1


"Tapi apa yang membuat Marrie dihukum Bu?"


__ADS_2