SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
JULIEN'S MEMBUKA LOWONGAN PEKERJAAN


__ADS_3

Sedari pulang dari restoran. Julien's langsung membuat sebuah poster berisi persyaratan untuk melamar pekerjaan di restoran. Didepan laptop pribadinya, Julien's mencari gambar yang bagus dengan detail persyaratan yang terperinci juga.


Melihat suaminya nampak sibuk dengan laptopnya. Nania langsung menghampiri Julien's. Dia merangkul pundak Julien's dari belakang, sedikit mengintip sebuah poster lowongan pekerjaan yang Julien's buat.


Baru setengah dari keseluruhan, Nania memberikan saran pada Julien's. Sedikit saran akan penggunaan gambar animasi yang diambil dari photo Julien's kala mengenakan seragam chefnya. Tetapi Julien's tak memiliki gambar yang Nania sarankan. Hingga akhirnya Nania pun turun gunung untuk membantu suaminya membuat poster lowongan pekerjaan.


Nania mengambil salah satu photo Julien's yang sedang berseragam chef. Lalu Nania mengubah photo itu kedalam bentuk animasi yang lucu. Hingga photo Julien's nampak seperti tokoh kartun yang sering di tonton oleh anak-anak.


Julien's menyukai desain grafis yang dibuat oleh Nania. Sehingga pujian mengalir deras dari mulut Julien's untuk Nania sebagai bentuk apresiasi akan kepiawaian Nania dalam membuat gambar animasi Julien's.


Usai dengan gambar yang dibuat. Nania kembali mempersilakan Julien's untuk duduk dikursi, melanjutkan poster yang dia buat. Untuk menemani Julien's membuat poster, Nania menawarkan segelas kopi hitam untuk Julien's. Julien's menyambut baik tawaran dari Nania. Dengan senyum yang mengembang, Julien's mengucapkan terima kasih pada Nania yang begitu baik dan selalu mendukung Julien's. Tak ingin berlarut-larut, Nania segera mungkin menuju dapur untuk membuat kopi pesanan dari Julien's.


Segelas kopi hitam rendah gula telah siap Nania buat. Dengan segera Nania membawa kopi itu menuju Julien's yang berada di ruang kerjanya.


Julien's menyambut kopi yang dibuat Nania dengan penuh kebahagiaan. Dia langsung mencoba meminum kopi itu, walaupun nampak masih cukup panas. Dia mengaku tak sabar untuk mencicipi kopi buatan Nania yang sebenarnya sudah sering Nania buat untuk Julien's.


Meniup terlebih dahulu kopi tersebut. Perlahan Julien's mulai menyeruput kopi itu dengan sangat hati-hati. Enak, Julien's hanya bisa mengatakan kopi itu sangat enak. Walaupun lidahnya sedikit terbakar dengan kopi yang masih panas tersebut.


Sambil menunggu Julien's menyelesaikan pembuatan poster lowongan pekerjaannya. Nania melihat area sekitar di ruangan kerja Julien's. Nania tertarik pada sebuah lemari tinggi nan besar yang berada di sudut ruangan.

__ADS_1


"Lemari apa ini Julien's?" Tanya Nania penasaran.


"Jangan dibuka Nan, isinya pasti sesuatu yang menyeramkan untuk kamu." Jawab Julien's tetap fokus pada laptopnya.


"Mengapa tidak boleh dibuka?" Tanya Nania semakin penasaran.


"Tidak saja. Sebab isinya suatu yang menyeramkan." Tegas Julien's.


"Aku penasaran. Apakah aku boleh membukanya?" Nania semakin ingin tahu.


Julien's melirik kearah Nania.


Perlahan Nania membuka lemari besar tersebut. Dia langsung terkejut dengan apa yang ada didalam lemari tersebut. Puluhan sabuk hitam dengan bagian pengikat terbuat dari besi yang super besar. Ada juga borgol, alat cambuk dan besi lainnya.


"Ini peralatan untuk apa Julien's?" Tanya Nania masih terkejut.


Julien's menutup terlebih dahulu laptopnya miliknya. Dia berjalan menghampiri Nania yang bingung sekaligus terkejut dengan benda yang ada di dalam lemari besar tersebut.


"Semua benda ini adalah peralatan yang dulu sering aku gunakan dengan Beatrice ketika berhubungan badan. Kita saling menyakiti untuk mendapatkan kepuasan selama berhubungan badan. Tapi kita justru malah merasakan kebahagiaan yang sungguh nikmat." Terang Julien's.

__ADS_1


Nania menelan ludahnya mendengar penjelasan dari Julien's.


"Maksud kamu.... Berhubungan badan sambil di siksa?" Tanya Nania sedikit takut.


"Sejenis itu." Jawab Julien's singkat.


Nania menatap wajah Julien's dengan begitu tajamnya.


"Kenapa Nan? Kamu mau mencobanya?" Tawar Julien's.


"Apa...."


Julien's mengambil sebuah sabuk yang tergantung didalam lemari. Dengan kerasnya Julien's mencambuk Nania dengan sabuk tersebut. Seketika Nania langsung merasakan kesakitan.


"Gimana.. Enak?" Tanya Julien's menggoda.


Nania menggelengkan kepalanya dengan giginya yang menggigit bibir merahnya. Menandakan keinginan Nania akan sensasi dari apa yang disebut dengan BDSM tersebut.


Tanpa ragu, Julien's langsung menarik semua peralatan yang ada didalam lemari tersebut. Kemudian langsung menggendong Nania keatas sopa. Dia langsung melancarkan aksinya yang begitu brutal. Sama seperti yang dahulu dia lakukan dengan Beatrice. Dia melakukan juga dengan Nania. Pertama kali untuk Nania mencoba hubungan badan dengan gaya menyiksa. Suatu sensasi yang begitu membuat candu. Hingga dia begitu menikmati setiap apa yang diberikan Julien's pada tubuhnya. Kesakitan, tetapi Nania menikmatinya.

__ADS_1


__ADS_2