
Begitu turun dari dalam mobilnya, Oscar langsung menutup kedua mata Marrie. Dia meminta Marrie untuk menebak siapa orang yang menutup kedua mata dari seorang Marrie tersebut.
Dengan suara yang cukup berbeda jauh dari suara Oscar biasanya. Marrie sempat kesulitan untuk menebak orang yang menutup kedua bola matanya. Namun saat mencium aroma minyak wangi yang di gunakan oleh Oscar. Tanpa ragu lagi, Marrie langsung menyebut nama seorang Oscar. Pria yang menutup kedua matanya adalah Oscar.
Oscar merasa gagal, sebab apa yang di lakukan oleh dirinya di ketahui oleh Marrie. Dia pun terlihat begitu bersedih saat Marrie menebak dengan begitu tepatnya. Dia melepaskan kedua tangannya dari kedua mata Marrie.
Sementara Marrie yang menebak dengan begitu tepat. Terlihat sangat bahagia saat tahu tebakan dari dirinya benar seratus persen. Mungkin Oscar harus belajar jauh lagi dalam hal teka-teki. Sehingga dia tidak akan di ketahui oleh seorang Marrie.
__ADS_1
Oscar pun mengakui dirinya yang memang kurang pandai dalam hal teka-teki. Sehingga bisa dengan mudah di ketahui oleh seorang Marrie. Oscar juga meminta Marrie untuk memberikan sedikit ilmunya dalam menebak apa yang menjadi tebakan Marrie. Di mana Marrie hanya mengatakan jika dirinya hanya mencium aroma minyak wangi dari seorang Oscar, tidak lebih.
Sontak Oscar tertawa, betapa bodohnya dia dalam teka-teki tersebut. Hingga dia tidak memperhatikan hal tersebut secara detail. Itu yang membuat Oscar merasa bersalah pada dirinya sendiri. Dia lupa untuk mengganti aroma minyak wangi yang di kenakan oleh dirinya. Marrie sudah begitu hapal dengan aroma itu, sehingga dia tidak sedikit pun kesulitan untuk menebak orang yang menutup kedua matanya adalah Oscar.
"Apa mungkin jika aku hanya mengenakan pengharum baju saja, kamu akan tahu itu aku?" tanya Oscar dengan wajah penasaran.
Sontak Oscar hanya bisa terdiam. Mungkin Oscar harus menggunakan kekuatan sihir agar Marrie tidak mengetahui dirinya. Marrie begitu ahli dalam mengetahui semua gerakan dari Oscar. Sehingga Oscar harus bisa melakukan hal lain yang bisa membuat seorang Marrie tidak akan mengetahui dirinya lagi. Namun itu akan sangat sulit bagi seorang Oscar.
__ADS_1
Melihat Oscar yang terlihat bersedih, Marrie langsung menghibur pria itu. Dia mengatakan itu bukan hal yang penting. Oscar tetap menjadi sosok pria yang Marrie begitu sukai. Tidak peduli dengan ketidakcakapan seorang Oscar dalam membuat sebuah teka-teki. Terpenting Oscar tetap menjadi sosok pria yang sama. Pria yang Marrie begitu sukai.
Mendengar apa yang di sampaikan oleh Marrie. Oscar begitu bahagia, dia tersenyum begitu lebar pada Marrie. Tak lupa dia mengucapkan sebuah kalimat terima kasih pada seorang Marrie. Dia merasa Marrie adalah perempuan yang begitu baik. Itu yang buat Oscar begitu nyaman pada seorang Marrie.
Marrie mengelus wajah mulus seorang Oscar. Dia mengatakan jika dirinya pun begitu bahagia bisa selalu berada di sisi Oscar. Dia selalu tersenyum dengan setiap hal yang di lakukan oleh Oscar pada dirinya. Itu yang buat Marrie begitu beruntung bisa berada di dekat seorang Oscar. Marrie mengatakan jika dirinya merasa sangat beruntung.
Oscar memegang tangan Marrie. Dia kembali berterima kasih pada seorang Marrie. Dia mengaku sangat bersyukur bisa mengenal seorang Marrie.
__ADS_1