
Pulang dari rumah ibunya, Julien's begitu bahagia. Kini tak ada wajah jutek yang di tunjukkan oleh ibunya pada Nania. Tak seperti hari-hari kemarin, dimana Nania mendapatkan respon buruk dari ibunya. Kini Nania sudah mendapat tempat yang baik di hati ibunya. Sebuah perkembangan yang baik yang harus di syukuri oleh Julien's. Mengingat itu harapan Julien's.
Rencana Beatrice yang tentu awalnya untuk membuat Nania tersiksa di rumah ibunya. Tentu gagal total dengan respon positif dari ibunya. Hingga Julien's merasa perlu berterima kasih kepada Beatrice yang telah memberikan rencana itu pada Nania. Hingga Nania bisa di terima dengan baik oleh ibunya.
"Aku harus berterima kasih pada Beatrice. Sebab berkat ide dia yang aku pikir gila, akhirnya Nania bisa di terima oleh ibu dengan baiknya." Ucap Julien's sambil terus memacu mobilnya.
Untuk merayakan keberhasilan seorang Nania dalam memenangkan hati ibunya. Sebuah lagu sepertinya cocok untuk didengarkan pagi ini. Mungkin lagu dengan irama cepat, akan menjadi sebuah lagu yang berkesan.
Sebuah lagu dengan judul bahasa Prancis itu, langsung Julien's putar. Baru terdengar bunyi gitar saja, Julien's sudah langsung menyanyikan lagu itu dengan begitu gembira. Kebahagiaan yang coba Julien's ekspresikan sebaik mungkin.
__ADS_1
Di perjalanan menuju restorannya itu. Julien's melintasi sebuah panti asuhan. Mungkin Julien's bisa berbagi kebahagiaan dengan anak-anak di panti asuhan. Mengingat ini adalah kebahagiaan baik yang harus Julien's bagi dengan orang-orang baik juga. Tentu anak-anak di panti asuhan adalah anak-anak yang baik yang memiliki doa yang mujarab.
Julien's memarkir mobilnya terlebih dahulu di parkiran panti asuhan itu. Lalu seorang sekuriti langsung menyambut kedatangan Julien's dengan beberapa pertanyaan. Mungkin ini kurang ramah, tapi Julien's orang baru disini. Tentu akan jadi pertanyaan bagi sekuriti tersebut.
"Ada keperluan apa bapak datang kesini?" Tanya sekuriti itu di depan kaca mobil Julien's.
"Saya ingin menyumbangkan sedikit pendapatan saya di panti asuhan ini." Jawab Julien's dengan begitu tegasnya.
Julien's keluar dari mobilnya dengan menggunakan sebuah kacamata berwarna coklat. Dia terlihat gagah dengan kacamata itu. Terlebih tas kecil yang melintang di bagian depan tubuhnya, semakin membuat Julien's terlihat berwibawa. Dia siap menemui pengurus panti asuhan itu.
__ADS_1
Tak harus mencari terlalu jauh. Akhirnya Julien's berhasil bertemu dengan pengurus panti asuhan itu. Perempuan tua berusia diatas 50 tahun, langsung menyambut kedatangan Julien's. Senyum ramah yang diberikan pada Julien's, langsung dibalas Julien's dengan sikap santun yang berkelas. Julien's langsung menyodorkan tangannya untuk berkenalan dengan pengurus panti asuhan itu.
"Perkenalkan saya Julien's." Ucap Julien's dengan senyuman manis.
"Saya Monika. Saya pengurus panti asuhan harapan bersama." Jawab si pengurus panti asuhan itu.
Tak perlu berlama-lama lagi, Monika langsung mengajak Julien's untuk melihat kondisi anak-anak di panti asuhan itu. Monika ingin menunjukkan bagaimana panti asuhan itu merawat anak-anak yang kurang beruntung itu dengan sepenuh hati. Tak ada diskriminasi yang terjadi. Semua anak yang kehilangan orangtuanya, tentu akan mendapatkan perlindungan dari panti asuhan tersebut. Termasuk anak-anak imigran yang datang ke Nice.
Julien's sempat meneteskan air mata. Dia tak tega melihat puluhan anak yang harus menjadi yatim. Mereka tetap bisa menerima keadaan yang sebenarnya berat untuk mereka jalani. Semuanya tetap tersenyum, sekali pun kehilangan orangtua adalah kepahitan yang paling mendalam yang harus mereka alami.
__ADS_1
Hampir 15 menit bermain bersama anak-anak itu. Akhirnya Julien's mengutarakan maksud kedatangan dirinya ke panti asuhan itu. Tentu kedatangan seorang Julien's ke panti asuhan itu adalah untuk memberikan sedikit donasi pada panti asuhan itu. Mengingat panti asuhan itu memiliki puluhan anak terlantar yang mereka tampung. Sehingga butuh dana yang besar untuk menghidupi setiap anak yang ada di sana.
Hampir 1000 euro Julien's sumbangkan pada panti asuhan itu. Tentu uang itu tidak banyak bagi seorang Julien's. Mengingat pendapatan dari restorannya sendiri berkali-kali lipat dari apa yang dia sumbangkan dalam perhari. Jadi bukan perkara sulit bagi Julien's untuk menyumbang uang sebanyak itu. Terlebih hari ini Julien's sedang bahagia. Jadi kebahagiaan itu harus juga dia bagikan kepada seluruh orang. Termasuk mereka yang berada di panti asuhan itu. Agar bisa merasakan bagaimana Julien's merasakan kebahagiaan.