
Entah apa yang membuat dirinya sulit untuk tidur. Matanya terus ia tutup, tapi ia tak kunjung tidur. Otaknya terus bekerja, ditemani dengan segelintir rasa takut yang mulai dirasakannya olehnya.
Nania mengganti posisi tidurnya. Dengan berbalik kearah kiri, mungkin itu bisa sedikit membuatnya cepat terlelap. Lagi Nania mencoba menutup kedua matanya. Tapi Nania tetap tidak bisa tidur dengan posisi tidur barunya tersebut.
Rasa kantuk yang tak kunjung datang di malam ini. Semakin membuat Nania dilanda stres. Waktu semakin malam, tapi Nania tetap tidak bisa tidur dengan cepatnya. Matanya mulai menoreh kearah jarum jam yang sebentar lagi menyentuh pukul 2 dini. Dimana Nania tidak pernah tidur di waktu yang larut itu.
Nania mengambil ponselnya. Mencari mesin pencarian browser, lalu mencari tips untuk cepat tidur. Beberapa artikel dengan beragam tips untuk cepat tidur muncul. Tips-tips itu sebagian memang cara yang dulu sering dilakukan Nania ketika sulit di tidur. Mulai dari menghitung anak domba, mengatur pernafasan. Hingga tentu segelas susu hangat yang akan langsung menyasar pada motorik Nania.
Mungkin segelas susu hangat bisa Nania ambil dari banyaknya tips yang muncul. Segelas susu Nania pikir bisa membuat otaknya menjadi rileks. Begitu pun dengan tubuhnya yang tentu akan semakin tenang dengan asupan segelas susu itu. Nania segera bergegas ke dapur untuk membuat segelas susu tersebut.
Perjalanan menuju dapur, Nania yang melintasi kamar tamu yang berada lantai bawah. Melihat lampu di kamar tamu itu menyala. Itu hak yang aneh, sebab biasanya lampu di kamar itu mati. Siapa yang tidur disana?
Penasaran dengan keberadaan orang yang berada di kamar itu. Nania dengan rasa penasaran yang tinggi, mengendap berjalan menuju kamar tamu itu. Kebetulan pintu kamar itu tidak tertutup rapat. Hingga Nania bisa melihat orang yang ada di kamar itu.
Nania mengintip dari celah pintu yang terbuka. Awalnya Nania hanya melihat telapak kaki dari seorang pria dewasa yang berada diatas kasur. Namun ketika Nania memperhatikan dengan seksama, Nania melihat dengan jelas. Sosok pria yang tertidur diatas kasur tersebut.
Pria berbadan kekar itu ternyata Julien's. Dia tidur di kamar tamu yang sebenarnya diperuntukkan untuk seseorang yang berkunjung ke rumah Julien's. Tapi mengapa Julien's tidur disana?
Tanpa pikir panjang, Nania masuk kedalam kamar untuk menemui Julien's. Mendengar langkah kaki dari Nania. Julien's yang sebenarnya kesulitan tidur seperti yang Nania rasakan. Kembali membuka matanya. Lalu menyambut kedatangan Nania dengan senyum bahagia. Julien's langsung bangkit dari posisinya, untuk duduk diatas kasur disamping Nania.
__ADS_1
"Kenapa kamu tidur disini?" Tanya Nania dengan cukup bingung.
"Beatrice masih marah sama aku. Dia tidak mengizinkan aku untuk tidur di kamar. Akhirnya aku tidur disini saja." Jawab Julien's.
"Kamu belum tidur?" Tanya Nania kembali.
"Disini kurang nyaman sekali. Aku pikir ini penjara untukku. Ruangan yang tidak terlalu luas, serta memiliki dekorasi yang cukup aneh. Aku kesulitan untuk tidur disini." Terang Julien's dengan begitu detailnya.
Nania memperhatikan seluruh ruangan yang ada di kamar tamu itu. Dia memang merasakan suasana yang cukup tidak nyaman dengan kamar tersebut. Sedikit sempit dengan suasana kamar yang terasa dingin.
"Kamu sendiri belum tidur, atau kebangun?" Tanya Julien's pada Nania.
"Dari tadi aku tidak bisa tidur. Aku tidak mengerti. Mungkin segelas susu bisa membuatku tidur dengan pulasnya." Terang Nania.
"Baiklah jika kamu memang ingin segelas susu. Akan aku buatkan untuk kamu." Ucap Nania menerima permintaan dari Julien's.
Nania melanjutkan perjalanan menuju dapur. Dimana Nania akan membuat dua gelas susu hangat untuk dirinya dan Julien's. Aktivitas di dapur yang Nania lakukan. Perlahan membuat Nania mulai sedikit merasakan kantuk. Walaupun belum sepenuhnya ia mengantuk. Namun perlahan Nania mulai menguap, yang pertanda rasa kantuk itu akan segera tiba.
Begitu dua gelas susu itu telah tersedia. Nania langsung membawa dua gelas susu itu kedalam kamar tamu, dimana Julien's berada. Perjalanan menuju kamar itu, membuat Nania mulai merasakan rasa kantuk yang teramat. Beberapa kali Nania menguap, hingga mengeluarkan air mata.
__ADS_1
"Masa buat dua gelas susu saja sampai menangis?" Celoteh Julien's begitu Nania sampai di kamar.
"Enggak sayang. Ini air mata yang keluar, disebabkan oleh aku yang menguap." Jelas Nania memberikan segelas susu itu pada Julien's.
Kembali duduk berdampingan. Baik Nania, maupun Julien's segera menghabiskan segelas susu tersebut. Begitu gelas itu sudah tidak ada setetes susu yang tersisa disana. Julien's langsung mengajak Nania untuk tidur bersamanya.
"Apa ini tidak akan jadi masalah?" Tanya Nania sedikit ketakutan.
"Kamu istri sah aku. Jadi siapa yang akan mempermasalahkan kita." Tegas Julien's.
"Mbak Beatrice." Ucap Nania singkat.
"Dia melarangku tidur bersamanya, apakah dia akan melarang aku untuk tidur dengan kamu. Betapa egoisnya dia." Jelas Julien's dengan penuh keyakinan.
"Tapi...." Ucap Nania menggantung.
Tak ingin banyak berdebat lagi dengan Nania. Julien's langsung menarik tangan untuk tidur disampingnya. Kini Nania sudah berada dalam dekapan tubuhnya. Julien's terus memeluk erat Nania. Sesekali ciuman Julien's berikan di sekujur tubuh Nania. Ciuman yang langsung merangsang hasrat seksual dari keduanya.
Keduanya tidak lagi memperdulikan perjanjian yang telah dibuat dengan Beatrice. Dimana keduanya dilarang berhubungan badan diatas pukul 12 malam. Namun keduanya tak memperdulikan hal tersebut, hingga keduanya larut dalam malam yang penuh cinta di kamar tamu itu.
__ADS_1
Keduanya yang telah nyaman dalam pelukan masing-masing. Tak peduli dengan keadaan sekitar. Begitu juga dengan pintu kamar yang mereka lupa tutup rapat. Hingga orang akan dengan mudah melihat keduanya tidur dalam keadaan tubuh bugil berbajukan selimut yang membungkus tubuh keduanya.
Mungkin ini akan jadi masalah besar untuk keduanya jika Beatrice tahu. Mengingat keduanya telah melanggar perjanjian yang disepakati bersama Beatrice. Jika keduanya melanggar, maka keduanya harus berpisah.