SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
DETIK-DETIK YANG MENGHANCURKAN SEMUANYA


__ADS_3

Tak ingin melewatkan moments specialnya bersama Julien's di pernikahan. Nania sengaja menjemput ibunya dari rumahnya di Brest menuju Nice. Nania begitu bahagia dengan kedatangan ibunya.


Nania mengajak ibunya tinggal di apartemen pemberian Julien's. Dia memberikan kamar tersendiri untuk ibunya. Ibunya pun begitu bahagia dengan sambutan hangat Nania Padanya.


Nania juga mengajak ibunya untuk jalan-jalan mengelilingi kota Nice. Dimana ini kali pertama ibu Nania mengelilingi Nice. Dia benar-benar jatuh cinta pada Nice. Kota yang akan jadi tempat tinggal Nania bersama Julien's.


Tak ingin banyak orang yang mengetahui pernikahannya. Nania tetap bekerja, meskipun dalam 7 hari kedepan akan menjadi hari special dirinya bersama Julien's. Hanya mengambil cuti 3 hari dengan alasan urusan keluarga. Nania dan Julien's sepakat untuk merayakan pernikahan mereka secara sembunyi-sembunyi.


Thomas yang terus mencari peluang untuk mendapatkan hati Nania. Berusaha sekeras mungkin untuk tetap mendapatkan cinta Nania kembali. Dengan sekuat tenaga, Thomas berusaha mencuri hati Nania.


Seperti biasa, Thomas yang datang lebih awal. Menunggu Nania di depan pintu. Ketika Nania datang, dia menyapanya. Kemudian mencoba merayu Nania dengan beragam usaha. Seperti biasa, sebuah sandwich disodorkan Thomas pada Nania. Dia berharap Nania menerimanya. Namun Nania tidak pernah menerimanya, termasuk pagi ini.


Tak berhasil dengan sandwich. Thomas mencoba merayu Nania dengan beragam pujian. Kata-kata manis nan gombal, Thomas lontarkan. Tapi Nania tidak terpengaruh sedikit pun. Demi apapun, Nania muak dengan mulut besar Thomas dalam melontarkan rayuan.


Rayuan Thomas terhenti ketika dirinya diminta untuk segera masuk ke dapur untuk mempersiapkan bahan masakan yang ada. Thomas mengganti pakaiannya dengan pakaian kitchen, kemudian pergi menuju ke dapur. Lega, perasaan itu yang dirasakan oleh Nania begitu Thomas pergi dari hadapannya. Dia senang, mengingat Thomas benar-benar berisik dan mengganggunya. Untung hari-hari ini adalah hari yang mendekati pernikahannya. Sehingga mood Nania tidak terganggu dengan segala gangguan dari Thomas.


Nania mendapat jatah istirahat di jam 1 siang. Beberapa pesan langsung masuk ketika Nania mengaktifkan ponselnya. Hampir semua pesan itu berasal dari sang kekasih, Julien's O'Leary. Dia ingin mengajak Nania makan siang. Nania menyetujuinya. Tak lama Julien's mengatakan sudah berada di restoran yang Nania ingin jadikan tempat makan siang bersama Julien's. Sehingga dengan cepat Nania bergegas pergi menemui Julien's.


Thomas penasaran dengan Nania yang sedikit terburu-buru. Dia melepas pakaian kerjanya. Kemudian segera mengikuti Nania yang akan makan bersama Julien's.


Thomas mengikuti Nania beberapa meter dibelakang Nania. Dia berjalan secepat Nania, agar tidak kehilangan jejak Nania.


Thomas terkejut. Ketika Nania memasuki sebuah restoran mewah yang tak jauh dari tempat kerjanya. Namun kejutan itu semakin kuat ketika Nania menemui seorang Julien's yang merupakan Chef utama di seluruh outlet restoran.


Julien's merangkul Nania, kemudian mencium kening Nania. Dilanjutkan dengan ciuman mesra keduanya. Hati Thomas terasa panas dengan adegan yang dia lihat dengan mata telanjang. Dia cemburu, namun dia tak mampu berbuat banyak. Sebab Julien's adalah bosnya. Dia meninggalkan restoran dengan perasaan yang hancur.


Seperti biasa, Nania sudah dipesankan beberapa makanan. Dia hanya perlu memakannya. Tanpa harus ribet memesan dan menunggu lagi.


"Kamu mau ngomong apa?" Tanya Nania.


"Ada satu hal yang ingin aku bilang." Jawab Julien's sedikit gelisah.


"Tentang apa?" Nania semakin penasaran.


"Hari ini aku gak bisa ikut kamu buat lihat lokasi pernikahan kita." Jawab Julien's yang terlihat masih gugup.


"Oh.. Itu. Enggak apa juga. Nanti aku minta ibu untuk temani aku." Ucap Nania.

__ADS_1


Julien's memegang tangan kanan Nania. Kemudian perlahan menariknya menuju bibirnya. Dengan manis, Julien's mencium tangan Nania. Kemudian menatap wajah Nania sembaring mengucapkan terimakasih. Lalu dibalas Nania dengan senyuman manis.


Hampir 45 menit istirahat, Nania kembali menuju outlet untuk bekerja. Kembali masuk kedalam loker untuk mengganti pakaiannya. Namun ketika Nania akan keluar dari dalam loker. Tiba-tiba Thomas masuk, lalu menahan pintu loker.


Nania panik. Nania pun dengan nada keras meminta Thomas untuk membuka pintu agar dia bisa keluar dari loker. Thomas bergeming. Dia tetap menahan pintu. Kemudian meminta Nania untuk mendengarkannya terlebih dahulu.


"Nania.. Nania.. Nania aku mohon sesuatu kepada kamu." Thomas memohon.


"Aku mau kerja Thomas, jadi biarkan aku pergi." Tegas Nania.


"Untuk kali ini saja kamu dengarin aku. Jauhi laki-laki bajingan itu." Thomas semakin memohon.


Nania bingung dengan ucapan dari Thomas. Dia menatap heran Thomas.


"Apa maksudnya?" Tanya Nania.


"Chef Julien's. Dia bukan orang baik Nania. Dia bajingan yang suka mempermainkan perempuan. Dia hanya ingin menjadikan mu sebagai pemuas nafsu saja. Gak lebih." Ujar Thomas meyakinkan Nania.


Nania tertawa mendengar ucapan dari Thomas. Dia meyakini Thomas telah membohonginya. Demi kembali mendapatkan hati Nania. Thomas berusaha menjelekan Julien's pada Nania. Sehingga Nania tidak mempercayai omongan dari Thomas. That is Bullshit. Lantas Nania pergi meninggalkan Thomas didalam loker.


Pulang kerja, Nania langsung berangkat bersama ibunya. Dengan mobil pemberian Julien's. Nania membawa mobil dengan kecepatan sedang. sehingga Ibunya nampak nyaman duduk di samping Nania.


Hubungan Julien's dan istrinya, Beatrice yang semakin memburuk. Tak menghalangi Julien's untuk tetap menemani Beatrice kemoterapi. Julien's tetap memberikan semangat kepada Beatrice agar dia cepat pulih dan sehat kembali.


Julien's memapah Beatrice yang sedikit lemas menuju ruang kemoterapi. Dia begitu perhatian pada Beatrice. Sekalipun mereka sering ribut ketika berada di rumah. Namun Julien's masih tetap perhatian pada Beatrice yang masih sah menjadi istrinya.


Disaat yang bersamaan, Nania justru bahagia dengan lokasi yang menjadi tempat resepsinya. Sebuah tempat outdoor dengan ribuan bunga yang mengelilingi tempat resepsi. Tak hanya itu, ditempat itu juga terdapat berbagai fasilitas yang akan memanjakan para tamu yang hadir. Sehingga akan menjadi tempat yang cocok untuk para sahabat Nania menghabiskan waktu. Nania tak lupa mengambil setiap sudut tempat tersebut untuk dikirim pada Julien's.


Selepas melakukan survei, Nania mengajak ibunya untuk makan malam terlebih dahulu. Tak terlalu mewah, Nania hanya mengajak ibunya makan di restoran cepat saji. Sangat asing untuk seseorang yang akan menjadi seorang istri Chef ternama.


Baru beberapa gigitan, Nania sudah harus meninggalkan restoran tersebut. Telepon darurat yang berasal dari kepolisian membuatnya harus segera bergegas dari restoran. Aurille mengalami kecelakaan tunggal. Dimana mobilnya menabrak pembatas jalan. Aurille pun harus dilarikan ke rumah sakit, setelah tak sadarkan diri.


Panik. Nania dengan segera mengajak ibunya untuk menuju rumah sakit. Dia ingin melihat kondisi Aurille. Dia begitu khawatir terjadi sesuatu yang buruk pada Aurille. Mengingat Aurille adalah orang yang baik padanya selama di Nice.


Tak seperti ketika akan menyurvei lokasi pernikahan. Kini Nania membawa mobil seperti orang kesetanan. Dia begitu kencang membawa mobilnya. Sehingga beberapa kali harus diperingati oleh ibunya untuk lebih hati-hati lagi.


Untungnya keberuntungan masih menghinggapi Nania. Dia selamat dengan selamat di rumah sakit tempat Aurille di rawat. Dia memarkir mobilnya. Kemudian dengan jalan yang cukup cepat, dia bergegas menuju ke bagian admistrasi untuk mengetahui ruangan tempat Aurille dirawat.

__ADS_1


Seorang perawat baik mengantar Nania menuju ruangan Aurille. Sementara ibu Nania memilih untuk menunggu di lobby rumah sakit. Mengingat hanya satu orang saja yang diperbolehkan untuk masuk kedalam ruangan tersebut.


Nania yang tetap dengan wajah panik mengikuti perawat yang akan mengantarnya menuju ruangan ICU tempat Aurille dirawat. Namun diperjalanan yang lumayan menguras tenaga itu. Nania bertemu dengan Julien's yang memapah Beatrice yang baru selesai kemoterapi.


Keduanya saling bertatapan. Dengan Julien's yang terkejut, plus panik. Sementara Nania yang belum mengetahui Beatrice adalah istri sah Julien's, justru tersenyum bahagia ketika bertemu Julien's. Dia menyapa Julien's dengan panggilan sayang. Kemudian dengan polosnya mengatakan Nania sudah mengirim semua photo yang akan menjadi lokasi tempat mereka menikah.


Julien's menunduk. Perlahan Beatrice yang mulai marah menatap tajam wajah Julien's yang tertunduk. Dia begitu ingin memaki Julien's. Namun Beatrice coba menahannya.


"Perempuan ini siapa Julien's. Ini kakak kamu?" Tanya Nania.


Beatrice melepaskan genggaman Julien's dipundaknya. Perlahan mendekati Nania. Sekeras mungkin menampar Nania dengan tangan kanannya.


Julien's terkejut. Dia memeluk Beatrice yang mulai melontarkan kata-kata makian pada Nania. Sementara Nania perlahan mulai menangis mendengar semua cacian dari Beatrice. Dia begitu terpukul begitu mengetahui Beatrice adalah istri sah dari Julien's. Dia begitu sakit. Hatinya seperti terkoyak. Julien's membohonginya.


Tak berkata-kata lagi. Nania memilih pergi meninggalkan Julien's dan Beatrice. Dia kembali ke lobby untuk menjemput ibunya. Aurille dia lupakan. Semuanya hancur. Dia benar-benar terpukul dengan semua yang terjadi. Air matanya mengucur deras.


Tak membawa mobil Julien's. Nania memilih langsung meninggalkan kota Nice untuk pulang ke rumahnya di Brest. Dia mengajak ibunya pulang menggunakan kereta bawah tanah. Dia ingin melupakan Nice dan Julien's. Dia begitu kecewa dengan semua kebohongan Julien's.


Dengan mata yang masih berkaca-kaca dan bersandar dipundak ibunya. Nania menceritakan semua kebohongan Julien's padanya. Nania memutuskan untuk membatalkan pernikahan yang akan dilakukan dengan Julien's. Sebab Julien's telah menghancurkan hatinya. Julien's masih memiliki istri dan dia membohongi Nania. Itu cukup menyakitkan untuk Nania. Begitu menyakitkan. Ibunya memeluk Nania sambil terus memberikan semangat padanya. Ibu Nania pun menyerahkan semua keputusan pernikahan itu pada Nania. Jika dia memang ingin membatalkan, maka ibunya tidak melarang keputusan Nania.


Nania hanya mengurung diri didalam kamarnya. Sesekali Isak tangisnya terdengar ke kamar sang ibunda. Rasa sakit yang membuat ibunya pun larut dalam kesedihan tersebut. Semua yang awalnya akan menjadi Indah, namun berubah menjadi mimpi buruk yang merobek semua impian indah itu.


Beatrice melampiaskan semua amarahnya pada Julien's. Dengan puluhan kata makian, Beatrice memaki Julien's. Dia begitu kecewa dengan Julien's yang telah berselingkuh darinya. Beatrice sesakit Nania, bahkan dia mendapatkan itu ketika dia sedang berusaha untuk sembuh dari penyakitnya.


Julien's tak bergeming. Dia hanya menundukkan pandangannya. Sementara Beatrice yang berada dihadapan Julien's terus memaki Julien's dengan air mata yang mengucur deras.


Julien's mengakui salah. Tapi Julien's punya alasan lain. Alasan yang seharusnya bisa diterima Beatrice. Dia laki-laki yang membutuhkan seseorang yang bisa memberikan dia cinta seutuhnya. Cinta dan perhatian penuh dari seorang istri. Dan dalam kurun waktu 3 tahun itu Beatrice tidak mampu memberikan pada Julien's. Sehingga Julien's berusaha mencari pada orang lain.


Beatrice tak menerima semua alasan Julien's. Dia tetap menganggap Julien's bersalah. Dan dia meminta Julien's untuk membatalkan pernikahannya dengan Nania.


Tidak! Julien's terlanjur mencintai Nania. Dia telah benar-benar jatuh cinta pada Nania. Sehingga dia tidak akan pernah membatalkan pernikahan tersebut.


Mendengar penolakan dari Julien's. Seketika Beatrice pingsan. Dia terjatuh dan tak sadarkan diri. Julien's pun langsung membawa Beatrice kedalam kamarnya. Langsung menelpon dokter pribadi Beatrice untuk melakukan pertolongan pertama pada istrinya.


Ditengah pingsannya Beatrice. Julien's secara diam-diam mencoba menghubungi Nania. Namun Nania sudah menghapus semua akses Julien's padanya. Dia tak mau berhubungan lagi dengan Julien's. Begitupun dengan pernikahan yang dia batalkan.


Julien's marah. Dia benar-benar merasa bersalah pada Nania maupun Beatrice. Dia melukai dua perempuan yang dia cintai. Beatrice perempuan pertama yang membuatnya jatuh cinta dan menemaninya hingga menjadi seorang chef besar seperti saat ini. Sementara Nania adalah perempuan yang berhasil mengembalikan kepercayaan diri Julien's. Nania mengembalikan Julien's seperti saat awal-awal pernikahan dengan Beatrice. Dia bergairah dalam cinta dan selalu ingin merasakan cinta.

__ADS_1


__ADS_2