SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
MAKAN SIANG JULIEN'S DENGAN OSCAR


__ADS_3

Tak terlalu jauh dari apartemen yang disewa oleh Oscar. Julien's sengaja mengajak Oscar makan siang di restoran yang dekat dengan apartemen tersebut. Hanya perlu berjalan kaki, Oscar akan tiba di restoran dengan cepat.


30 menit menuju waktu yang disepakati oleh Julien's dan Oscar. Oscar mulai mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Julien's. Kemeja yang beberapa jam lalu ia cuci, akhirnya kering. Walaupun sedikit lusuh, sebab tak disetrika.


Sambil bercermin didepan cermin besar didalam kamar. Oscar mulai memakai kemeja miliknya. Satu persatu kancing kemeja tersebut dipasangkan pada lubang kemeja itu. Sesekali Oscar tersenyum didepan kamera. Melihat wajah tampan Oscar semakin terpancar dengan kemeja putih bermotif garis vertikal tersebut.


Usai dengan kemeja putihnya. Kini giliran jeans navy yang akan dikenakan Oscar. Jeans yang sudah sempit itu, coba dipaksakan masuk oleh Oscar. Hingga Oscar harus mengatur ulang napasnya, akibat kesempitan dari jeans yang dikenakan olehnya.


Pertemuan dengan Julien's begitu membuat Oscar cukup tersiksa. Tak seperti pertemuan dengan Marrie yang dibiayai sepenuhnya oleh Thomas. Pertemuan dengan Julien's harus menggunakan modal sendiri. Sementara Oscar bukan remaja yang punya banyak uang. Terlebih kini, Oscar bukan lagi kurir narkoba. Tidak ada pendapatan yang bisa Oscar gunakan, selain guyuran bonus yang diberikan Thomas kepadanya.


Serba minus, tapi Oscar tetap percaya diri untuk bertemu dengan Julien's. Mungkin Julien's akan menyadari kekurangan dari dalam diri Oscar. Dimana Oscar bukan berasal dari keluarga berada, walaupun dalam pandangan Marrie. Oscar adalah anak seorang sultan yang memiliki kekayaan melimpah.


Untuk sedikit menambah keren lagi penampilan darinya. Oscar menggunakan sweater berwarna biru peninggalan mendiang ibunya. Penampilan Oscar cukup keren dengan atribut yang dikenakan olehnya. Hingga Oscar makin percaya diri untuk bertemu dengan Julien's.

__ADS_1


Namun Oscar kembali teringat sosok mendiang ibunya yang telah tiada. Perceraian yang terjadi dengan ayahnya, membawa luka cukup dalam dihati ibunya. Hingga ibunya menjadi depresi berat, sebelum akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidup dengan menabrakkan diri ke sebuah kereta.


Tak mau terlalu larut dalam kesedihan akan kenangan masa lalu ibunya. Oscar menjadi tetap optimis dengan situasi yang ada. Tidak ada kesedihan yang mungkin bisa membuat Oscar menangis. Terlebih hari ini Oscar diajak bertemu dengan seorang chef ternama, yakni Julien's. Hingga Oscar harus bisa tersenyum dan bahagia dengan apa yang terjadi padanya.


Dengan wajah penuh percaya diri. Oscar bergegas dari apartemen miliknya menuju restoran. Langkah Oscar begitu meyakinkan dengan tatapan sedikit tengil khas darinya. Tak ada rasa canggung, terlebih Oscar pernah makan di restoran cukup mahal bersama Marrie. Sehingga Oscar sudah sedikit paham akan hal tersebut.


Tiba didepan restoran, Oscar sempat menarik napas cukup panjang. Sedikit melepaskan tubuhnya yang kembali tegang berada didepan restoran mewah. Begitu menghembuskan kembali napasnya, Oscar kembali percaya diri melangkah menuju restoran.


Seorang pelayan menyambut kedatangan dari Oscar. Cukup menyebutkan nama Julien's, pelayan perempuan itu lantas membawa Oscar menuju Julien's yang telah berada di ruangan VIP.


"Baik kalau begitu. Terima kasih." Balas Julien's pada si pelayan itu.


Si pelayan perempuan itu lantas meminta Oscar untuk mendekat pada Julien's. Begitu juga dengan Julien's yang meminta Oscar untuk duduk dihadapannya. Oscar yang mulai kedinginan dengan suhu yang ada di ruangan VIP tersebut. Seketika menjadi tidak fokus. Ia hampir terjatuh saat akan duduk dihadapan Julien's.

__ADS_1


Si pelayan perempuan itu tidak langsung pergi. Ia menanyakan makanan apa yang hendak dibuat untuk menyambut kedatangan dari seorang Oscar pada Julien's. Oscar sendiri bingung saat ditanya makanan yang ingin dia makan siang ini. Mengingat Oscar baru pertama kali masuk kedalam restoran Julien's. Sehingga dirinya tidak familiar dengan menu yang ada di restoran Julien's.


Oscar menyerahkan semuanya pada Julien's. Dimana Oscar hanya meminta makanan lezat yang memiliki gizi yang cukup untuk dirinya. Julien's tertawa melihat kepolosan dari seorang Oscar. Ia semakin terkesan pada remaja itu, hingga merasa beruntung bisa bertemu dengan Oscar.


Akhirnya Julien's memesan Oscar beberapa menu Prancis klasik yang tentunya familiar di lidah Oscar. Menu ini mungkin akan cocok untuk Oscar, mengingat ia sering menyantap makanan itu. Hanya saja dengan sedikit cita rasa berbeda.


Oscar menyetujui saja apa yang disarankan oleh Julien's. Dia pikir itu adalah menu yang lezat yang mungkin bisa membuat dirinya terkesan. Dia pun tak sabar untuk menyantap menu makanan yang disarankan oleh Julien's untuk dirinya.


Menunggu semua menu makanan yang dipesan oleh Oscar datang. Julien's mulai mengajak ngobrol hati ke hati seorang Oscar. Dia ingin tahu latar belakang Oscar yang menurutnya menarik.


Oscar tak banyak bercerita tentang latar belakang darinya. Ia hanya menceritakan kehidupan yang dilaluinya oleh Oscar saat ini. Mungkin kehidupan seorang remaja yang hidup sendiri dengan kerjaan serabutan tak menentu.


Tak pernah Oscar rasanya nikmatnya menjadi seorang pelajar sekolah menengah. Dimana Oscar harus putus sekolah, setelah kedua orangtuanya bercerai. Kemudian Oscar hidup bersama ibunya berdua dengan menyewa sebuah apartemen kecil di pinggiran kota Nice.

__ADS_1


Cerita dari Oscar cukup menyentuh hati Julien's. Ia merasa Oscar adalah remaja yang tangguh. Hidup sebatang kara dengan penuh perjuangan. Oscar jalani tanpa pernah mengeluh sedikit pun.


Julien's menatap lembut wajah Oscar, ia seolah ingin mengatakan jika dirinya mengagumi sosok Oscar yang tangguh. Tapi Julien's tidak tahu cara melukiskan kekaguman darinya untuk Oscar. Julien's pun hanya


__ADS_2