SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
AURILLE MARAH PADA NANIA


__ADS_3

Melihat kondisi dapur mertuanya yang sudah kosong. Nania dengan inisiatifnya sendiri, mencoba membeli beberapa keperluan dapur yang sudah kosong. Dia ingin membeli bahan-bahan masakan seperti bumbu, sayur dan buah-buahan. Dengan begitu kondisi dapur dari mertuanya tidak akan terlihat kosong lagi.


Menaiki trem kota, Nania begitu asyik menikmati kota Nice dengan angkutan umum tersebut. Dengan sebuah earphone yang di pasang di kedua telinganya. Nania asyik mendengarkan lagu favoritnya, tanpa terganggu suara bising dari penumpang lainnya.


Asyiknya menikmati setiap lagu yang secara otomatis di putar. Nania tak menyadari, jika dirinya sudah hampir tiba di supermarket yang di tuju. Nania dengan penuh suka cita turun dari dalam trem. Dengan segera Nania bergegas masuk ke dalam supermarket itu.


Seorang balita menghampiri Nania, memberikan Nania sebuah coklat. Dengan tingkah polosnya, balita itu berhasil menghibur Nania. Dia menarik tangan Nania. Meminta Nania untuk mengambil beberapa coklat lain untuk dirinya. Mungkin dia ingin meminta tolong pada Nania. Tapi dengan sebuah sogokan di awal.


Nania langsung mengambil beberapa coklat yang di minta oleh balita itu. Dia terlihat begitu bahagia saat Nania memberikan dirinya coklat itu. Senyumnya tak bisa lepas dari wajah polosnya tersebut. Hingga Nania tak henti membalas senyuman manis dari balita itu.


Usai mendapatkan coklat yang di minta. Balita itu mengucapkan terima kasih terlebih dahulu pada Nania. Sebelum akhirnya pergi meninggalkan Nania dengan wajah penuh senyum kebahagiaan.

__ADS_1


Waktu pagi yang semakin mendekati penghujung. Nania langsung segera mengambil barang-barang yang hendak di beli olehnya. Pertama Nania mengarahkan pada rak yang berisi sayuran dan buah. Bak sebuah surga buah dan sayur. Beragam sayur dan buah terdapat di rak itu. Hingga Nania bisa bebas memilih buah dan sayur apa saja yang dia inginkan.


Beberapa buah seperti apel, anggur, jeruk serta pisang masuk ke dalam keranjang belanja seorang Nania. Buah-buah itu tentu menjadi buah-buahan yang di butuhkan sebagai pencuci mulut. Buah segar yang membantu menstimulus tubuh. Terlebih dengan kondisi dari mertuanya yang saat ini sedang sakit. Hingga butuh banyak vitamin untuk meningkatkan vitamin serta sumber energi lain di dalam tubuhnya.


Begitu buah telah mengisi keranjang belanja seorang Nania. Kini giliran dia mengisi keranjang belanjanya itu dengan sayuran segar. Beberapa sayuran juga mulai menarik perhatian seorang Nania. Hingga Nania membeli beragam jenis sayuran yang tak kalah sehat.


Sayuran dan buah sudah ada di daftar belanja yang telah mengisi keranjang miliknya. Kini giliran beragam jenis daging dan ikan, siap mengisi keranjang belanja seorang Nania. Meskipun tidak akan membeli banyak jenis daging, tapi Nania yang ingin membuat beragam jenis menu masakan hari ini. Membeli dua jenis daging. Daging ayam dan daging sapi menjadi pilihan Nania dalam mengisi keranjang belanjanya tersebut.


Nania langsung menyapa sahabatnya tersebut dengan senyuman yang ramah. Namun, Aurille tak mambalas sapa dari Nania itu. Dia mengacuhkan Nania. Tak ada senyum seperti Nania kepadanya. Aurille hanya terdiam, sambil terus memilih jenis kepiting yang akan di beli olehnya.


"Kamu mau masak apa?" Tanya Nania dengan begitu ramahnya.

__ADS_1


"Itu bukan urusan kamu!" Jawab Aurille ketus.


"Kamu kenapa?" Tanya Nania kembali.


Aurille yang awalnya begitu asyik memilih jenis kepiting yang hendak di beli oleh dirinya. Tiba-tiba meninggalkan tempat itu. Dia lebih memilih untuk pergi meninggalkan tempat itu. Terlebih dengan keberadaan Nania di tempat itu. Semakin membuat Aurille tidak nyaman. Sehingga dengan segera Aurille pergi meninggalkan tempat kepiting yang sempat membuatnya lama di supermarket tersebut.


Nania mengejar Aurille yang berjalan dengan cepat ke arah kasur. Dia ingin menanyakan apa yang membuat Aurille tidak jadi membeli kepiting tersebut. Juga kenapa dia bersikap tidak ramah pada Nania. Satu pertanyaan besar yang mulai mengisi pikiran seorang Nania.


Aurille bungkam. Dia memilih untuk tidak bicara, dia tetap tak mendengarkan semua pertanyaan dari Nania. Hingga akhirnya Aurille benar-benar pergi meninggalkan semua belanjaan yang sempat dia pilih di supermarket tersebut.


Nania hanya mampu mengejar Aurille sampai di depan pintu supermarket. Dia tak mampu mengejar Aurille terlalu jauh. Mengingat Aurille berjalan cukup cepat. Hingga langkah Nania tidak mampu untuk mengejar dirinya.

__ADS_1


__ADS_2