SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
Paksakan Ibu Julien's


__ADS_3

Baru bisa lega bebas dari kejaran seorang Mike. Kini Julien's harus berhadapan dengan ibunya sendiri yang di kenal bawel tersebut. Mungkin kedatangan dari ibunya untuk mengutarakan sesuatu terhadap Julien's. Hingga ada sesuatu yang Julien's takutkan akan kedatangan dari ibunya.


Ibunya pun langsung memeluk kedua cucunya saat Julien's berjalan berdampingan bersama dengan Nania. Ibu Julien's tersebut langsung meminta Julien's untuk duduk di sampingnya. Sementara Nania yang merasa tidak pantas ada di obrolan tersebut. Memilih untuk melintir ke kamarnya. Dia tak ingin mengganggu obrolan dari ibu mertuanya dengan Julien's. Sehingga Nania memilih untuk pergi ke kamarnya. Walaupun ada sedikit rasa ingi tahu dari seorang Nania terhadap obrolan yang di buat oleh ibu mertuanya tersebut.


Marrie yang kangen dengan neneknya, langsung menghampiri neneknya saat melihat neneknya tersebut ada di ruang tamu. Marrie merasa dia harus segera menghampiri neneknya tersebut. Hingga Marrie pun harus ikut dalam obrolan yang dilakukan oleh Julien's bersama dengan neneknya.


Marrie tak henti memeluk neneknya tersebut. Dia merasa kangen berat dengan sosok neneknya itu. Hingga Marrie pun tak sungkan untuk mengungkapkan rasa rindu pada neneknya itu. Sebuah pelukan rasanya cukup untuk menunjukkan rasa rindunya pada seorang neneknya. Ini yang membuat seorang Marrie begitu hangat memeluk neneknya.


Julien's yang sudah tahu kedatangan dari ibunya. Tidak terlihat seantusias seorang Marrie dalam menyambut kedatangannya. Julien's tahu, jika ibunya tersebut akan ikut liburan ke Vila bersama dengan dirinya dan keluarganya. Padahal Julien's sudah berhasil membuat seorang Alex tidak ikut, tapi Julien's tentu akan sulit untuk meminta ibunya untuk tidak ikut. Menolak ibunya, sama dengan sebuah kutukan. Mungkin itu akan menjadi kutukan yang paling besar dalam hidup seorang Julien's.


"Ibu ingin bicara apa?" tanya Julien's.

__ADS_1


"Jadi ibu dengar kamu sama keluarga kamu akan liburan di vila tengah pekan ini?" tanya balik ibu Julien's.


"Benar Nek. Kita akan liburan di vila tengah pekan ini." jawab Marrie dengan penuh semangat.


"Tapi kok kalian tidak mengajak Nenek buat liburan bersama. Padahal Nenek juga mau liburan ke Vila bareng kalian semua." ucap ibu Julien's sedikit mengiba.


"Kata ayah semalam, Nenek tidak ingin ikut." ujar Theo.


Ucapan dari Theo yang begitu polos. Sontak membuat Julien's dalam ancaman besar. Mungkin saja ibunya akan marah besar pada seorang Julien's. Mengingat dia tidak pernah mengatakan tidak ingin ikut dalam acara liburan tersebut. Bahkan Julien's sama sekali tidak menawarkan rencana liburan tersebut pada dirinya. Itu yang membuat seorang Julien's dalam masalah besar.


Alasan dari Julien's langsung di tolak ibunya. Dia merasa Julien's sengaja tidak mengajak dirinya. Padahal ibunya begitu berharap untuk bisa ikut liburan bersama dengan Julien's dan keluarganya. Itu yang di harapkan oleh ibunya saat ini. Tapi Julien's justru berkata lain, dia tidak membiarkan ibunya untuk ikut dalam rombongan tersebut. Hingga ibunya cukup kecewa dengan apa yang di lakukan oleh Julien's pada dirinya.

__ADS_1


Ibunya begitu marah pada seorang Julien's. Namun sekali lagi Julien's memohon maaf pada ibunya tersebut. Dia meminta ibunya untuk bisa mengerti dengan situasi sulit yang ada. Sehingga Julien's meminta ibunya untuk memaafkan kekhilafan dari seorang Julien's.


Melihat Julien's yang sudah putus asa meminta maaf pada dirinya. Akhirnya ibu Julien's itu pun berbesar hati untuk memaafkan Julien's. Namun maaf itu tidak begitu saja. Ada sesuatu hal yang harus di lakukan oleh Julien's untuk bisa mendapatkan maaf dari ibunya.


Julien's pun mengaku siap melakukan apapun untuk mendapatkan maaf dari ibunya tersebut. Dia berjanji tidak akan menolak permintaan yang akan di lakukan oleh ibunya tersebut.


Ibunya meminta Julien's untuk menyiapkan sebuah ruangan khusus untuk Alex dan Nania makan malam di vila tersebut. Di hari itu, akan ada keputusan dari seorang Nania pada Alex. Sehingga ibunya ingin apa yang akan di katakan oleh Nania menjadi sebuah momen yang romantis pada seorang Alex. Ibunya ingin mengabadikan semuanya dalam sebuah momen yang indah di vila tersebut.


Tentu permintaan dari ibunya begitu berat. Bahkan jika Julien's di minta untuk memilih menjadi bawahan seorang Alex atau membuat sebuah ruangan khusus untuk Alex dan Nania makan malam. Rasanya Julien's akan memilih menjadi bawahan seorang Alex. Permintaan dari ibunya begitu sulit Julien's lakukan. Mengingat dia tidak mungkin melihat istrinya sendiri bermesraan dengan adiknya sendiri. Itu bukan sebuah drama di film dewasa. Ini adalah kehidupan dunia nyata.


Tapi Julien's mengatakan jika dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan maaf dari ibunya. Itu yang harus Julien's pegang. Seorang pria tentu yang di pegang adalah ucapan dari dirinya. Jika dia mengingkari apa yang dia ucapkan. Sudah tentu itu adalah sebuah kebohongan yang besar dari pria.

__ADS_1


Julien's pun akhirnya setuju dengan apa yang di pinta oleh ibunya. Sudah tidak ada pilihan lainnya untuk dia. Itu sudah jadi opsi terakhir yang akan di pilih oleh seorang Julien's. Maaf dari seorang ibu jauh lebih penting bagi seorang Julien's, daripada apapun. Nania pun tentu akan setuju dengan keputusan dari seorang Julien's tersebut. Walaupun Nania nantinya akan menolak seorang Alex di makan malam tersebut. Tapi ini akan jadi ujian mental bagi seorang Alex. Bagaimana bisa dia akan menerima cintanya di tolak mentah-mentah oleh seorang Nania. Dia harus bisa legowo dengan segala keputusan dari seorang Nania.


Julien's pun berharap Alex tidak akan patah hati saat cintanya di tolak oleh Nania. Julien's takut saja, adiknya tersebut akan bunuh diri dengan kenyataan yang ada. Sebab Nania akan dengan tegas menolak cinta dari seorang Alex pada dirinya.


__ADS_2