SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
ALEX MENCARI NANIA


__ADS_3

Tugasnya telah selesai. Alex pun segera melepaskan pakaian dokternya. Dia tak sabar untuk berjumpa dengan Nania yang dia kira masih berada di ruang perawatan.


Namun Alex terkejut, begitu ia membuka pintu ruang perawatan Nania. Ruang perawatan itu nampak kosong. Hanya berisi ranjang kosong yang tak berpenghuni. Alex sempat panik, sebelum akhirnya dia menelpon Julien's.


Beberapa panggilan dari Alex tak terjawab. Entah apa yang sedang Julien's lakukan. Tapi ini masih jam kerja di restoran Julien's. Sehingga Alex mengira Julien's masih berada di restoran.


Alex menyadari Nania sedari sakit sudah tak memainkan ponselnya. Sehingga tak mungkin panggilan telepon dari Alex akan tersambung dengan Nania. Tetapi Alex tetap mencoba, sebab rasa penasarannya masih cukup tinggi.


Menghitung tetesan hujan. Apa yang dilakukan oleh Alex tentu hal yang sia-sia. Nania memang tidak memegang ponsel. Sehingga panggilan dari Alex tidak diterimanya.

__ADS_1


Alex sedikit frustasi. Dia menendang ranjang ruang perawatan di ruangan tersebut. Dia benar-benar kecewa, Julien's tak memberitahu akan kepulangan Nania. Mengingat Alex begitu ingin mengantar Nania pulang.


Dengan amarah yang membara, Alex berniat menghampiri rumah Julien's. Dia ingin mempertanyakan keputusan Julien's yang tak memberitahu dirinya akan kepulangan dari Nania. Sehingga Alex merasa tak dianggap oleh Julien's.


Amarah Alex tak kendali. Dia menekan berulang kali klakson mobilnya tepat di depan gerbang rumah Julien's. Berbagai umpatan kasar langsung diucapkan Alex pada satpam yang bertugas menjaga gerbang rumah Julien's. Meskipun satpam itu telah meminta maaf pada Alex. Tapi itu tidak cukup. Alex tetap memarahi satpam tersebut, sampai dia memasukkan mobilnya ke halaman rumah Julien's.


Sapa salah satu pembantu Julien's dihiraukan Alex begitu saja. Begitu juga dengan Theo dan Romeo bak gayung tak bersambut. Salam dari keduanya diacuhkan Alex. Keduanya pun nampak heran dengan sikap cuek Alex pada mereka berdua.


Walaupun sudah tak di respon oleh Alex. Romeo tetap berusaha menyapa Alex. Romeo mengikuti Alex dari belakang. Dia terus memanggil nama Alex. Sampai sebuah bentakan yang diucapkan oleh Alex, langsung membuat Romeo langsung bersedih. Air matanya langsung jatuh dengan bentakan yang keluar dari mulut Alex.

__ADS_1


Melihat Alex membentak anaknya. Beatrice yang melihat peristiwa itu, langsung menegur Alex. Sehingga Alex dan Beatrice sempat cekcok. Alex akhirnya yang mengalah, dia menurunkan egonya. Alex langsung meminta maaf pada Romeo. Tapi Romeo tak memaafkan Alex, dia bersembunyi dibelakang tubuh Beatrice. Menolak berdekatan dengan Alex. Apalagi menerima maaf dari Alex.


Diwakili oleh Beatrice, Romeo memaafkan Alex. Tetapi Beatrice meminta Alex untuk tidak lagi membentak anaknya. Sebab Romeo masih kecil, tidak wajar dibentak seperti itu. Sebab bentakan itu bisa merusak mental Romeo secara tak langsung.


Alex sekali lagi meminta maaf pada Romeo dan Beatrice. Dia tak dapat mengontrol emosinya. Sehingga meluapkan kekesalannya pada semua orang yang ditemui oleh Alex.


Alex menanyakan keberadaan dari Julien's. Tapi Julien's tidak ada di rumah. Begitu juga dengan Nania, yang belum pulang ke rumah. Beatrice mengira Nania masih berada di rumah sakit.


Kemana Nania dan Julien's. Pertanyaan yang langsung memenuhi pikiran Julien's saat ini. Tapi tidak dengan Beatrice. Ia sudah tahu, Nania dan Julien's mungkin sedang berada di restoran atau sedang asyik di tempat lain. Sehingga belum sampai di rumah.

__ADS_1


__ADS_2