SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
MARTHA MENGHUKUM OSCAR


__ADS_3

Sehabis menonton pembukaan acara olahraga di stadion, Oscar tidak langsung memutuskan untuk pulang. Dia menemui beberapa temannya yang selama ini hidup di jalanan bersama dengan dirinya. Sebelum Oscar mendapatkan sebuah apartemen dari seseorang yang di tolong oleh dirinya.


Oscar terlihat begitu bahagia saat menghabiskan waktu bersama dengan teman-teman seperjuangannya tersebut. Hingga Oscar tidak sadar, jika dia telah melewatkan waktu untuk pulang. Waktu yang telah di tetapkan oleh Martha bagi setiap anggota keluarganya. Di mana semuanya di larang pulang lebih dari jam 12 malam. Jika sudah melewati jam 12 malam, maka siapa pun di larang masuk ke rumah.


Oscar dengan mobil tiba di rumah jama 1 malam. Dia tidak mengetahui peraturan yang ada di rumah ayahnya tersebut. Dengan wajah yang masih cukup sumringah, Oscar turun dari mobilnya. Dia berjalan menuju pintu rumah.


Oscar mencoba membuka pintu rumah, tapi pintu rumah justru di kunci rapat. Oscar menekan bel yang ada di dekat pintu rumahnya. Beberapa kali Oscar pencet bel rumahnya tersebut. Hingga seisi rumah yang telah tertidur, kembali terbangun. Terutama Martha yang begitu merasa kurang nyaman dengan bunyi bel yang di pencet oleh Oscar.


Martha pun bergegas dari atas kasurnya, dia ingin menemui orang yang menekan bel rumahnya dengan berulang. Mungkin Martha bisa memberikan sedikit pelajaran sopan santun pada orang tersebut. Hingga Martha sudah tidak sabar untuk memaki orang yang menekan bel tersebut.

__ADS_1


Martha membuka pintu rumahnya. Alangkah terkejutnya saat Martha melihat orang yang ada di hadapannya. Orang tersebut adalah Oscar. Anak tiri dari seorang Martha.


Oscar yang belum mengetahui peraturan yang di buat oleh Martha di rumahnya. Terlihat biasa saja, ketika melihat ekspresi wajah Martha yang terlihat begitu marah. Dia menyapa Martha dengan sedikit senyuman, walaupun Martha membalas dengan sebuah tatapan marah. Namun Oscar tetap percaya diri, Martha akan menyapanya dengan begitu ramahnya.


"Kamu tahu ada peraturan di rumah ini?" tanya Martha dengan tangan yang di lipat di atas perutnya.


"Tidak ada yang boleh pulang ke rumah ini lebih dari pukul 12 malam. Jika ada yang melebihi batas, maka penghuni rumah tersebut akan di hukum dengan tidur di luar." ujar Martha dengan begitu tegasnya.


Oscar terkejut, dia tidak mengetahui peraturan itu sebelumnya. Hingga Oscar berharap Martha tidak akan menghukum dirinya dengan hal tersebut. Sebab Oscar benar-benar tidak mengetahui peraturan yang di buat oleh Martha tersebut. Peraturan akan jam pulang bagi setiap penghuni rumah. Sehingga Oscar meminta kelonggaran dari seorang Martha.

__ADS_1


Martha yang sebenarnya tidak menyukai Oscar untuk tinggal di rumah miliknya tersebut. Tetap tidak menerima permintaan dari Oscar. Hingga Oscar tetap harus di hukum atas kesalahannya tersebut.


Martha pun melarang Oscar untuk tidur di dalam rumah. Dia meminta Oscar untuk tidur di luar rumah. Padahal udara di luar sangat dingin, sehingga rentan bagi Oscar untuk sakit saat tidur di luar rumah.


Tidak ada bantal dan selimut yang Martha berikan pada Oscar. Oscar hanya tertidur dengan pakaian yang di kenakannya saja. Sehingga peluang untuk Oscar sakit, semakin terbuka lebar. Oscar berpotensi sakit dengan tindakan dari seorang Martha tersebut. Tapi Martha tidak peduli akan hal tersebut. Martha tetap menjadikan itu sebagai pelajaran untuk Oscar kedepannya. Pelajaran yang harus Oscar terima.


Tidak ada pilihan lain bagi Oscar. Selain dia akan tidur di pos sekuriti di dekat gerbang pintu rumahnya. Mungkin di tempat itu Oscar bisa lebih baik lagi. Sehingga tidak akan banyak angin yang akan menghantam tubuh Oscar. Di banding tidur di teras rumahnya yang tidak ada penghalang sama sekali. Sehingga Oscar akan langsung berhadapan dengan angin yang kencang.


Sekuriti yang bekerja di rumah Oscar bernama Milik, mempersilakan Oscar untuk mengenakan selimut dan bantal miliknya untuk tidur. Tapi Oscar yang tidak ingin merepotkan sekuritinya tersebut, menolak untuk mengenakan selimut dan bantal tersebut. Oscar tertidur tanpa bantal dan selimut. Hanya sebuah karpet besar yang menjadi alas bagi Oscar untuk tidur. Karpet yang langsung berhadapan dengan lantai di pos sekuriti.

__ADS_1


__ADS_2