
Sarapan pagi ini awalnya berjalan normal saja. Semua hidangan yang Julien's buat, cukup membuat semua anggota keluarganya menikmati kelezatan masakan yang dibuatnya. Bahkan Theo dan Romeo sampai berebut sepotong sosis panjang yang dibuat Julien's dengan bumbu saus asam manis. Akhirnya Theo mengalah untuk memberikan sosis besar itu pada adiknya Romeo.
Begitu juga dengan Marrie yang nampak masih belum bisa melupakan perjalanan indah bersama Oscar. Beberapa momen yang Marrie abadikan dalam bentuk gambar serta video. Marrie coba kembali ingat. Kenangan indah yang mungkin akan sulit dia lupakan.
Nania yang begitu kurang bernafsu menyantap makanan pagi ini. Dia masih belum bisa melupakan kejadian pagi tadi. Dimana dirinya dengan Julien's tertangkap basah oleh Beatrice sedang tidur bersama. Padahal di jam itu, Beatrice sudah mengultimatum keduanya untuk tidak melakukan hubungan badan dan tidur bersama. Tapi Nania dan Julien's melanggar perjanjian itu. Hingga sebuah hukuman mungkin akan diberikan Beatrice atas perjanjian yang dilanggar oleh keduanya.
Julien's menyadari Nania yang masih belum bisa lepas dari bayang-bayang itu. Julien's mencoba mendekap tubuh Nania yang berada disampingnya. Sedikit mencoba membuat Nania tenang. Supaya Nania bisa kembali dengan nafsu makan seperti biasanya.
"Jangan dipikirkan, semua akan baik-baik saja." Ucap Julien's berbisik ditelinga Nania.
"Tapi aku tidak akan bisa lupa. Mungkin kita akan mendapatkan hukuman dari mbak Beatrice." Jawab Nania tak kalah pelan.
"Semua bakal baik-baik saja." Julien's kembali mengatakan hal yang sama.
Namun begitu Julien's selesai mengucapkan kalimat itu. Kini Julien's mendapatkan balasan dari seorang Beatrice. Iya, Beatrice langsung menyela ucapan dari Julien's tersebut.
"Tidak ada baik-baik saja. Semua harus mendapatkan hukuman sesuai dengan apa yang telah mereka lakukan. Jika mereka lari dari hukuman itu. Maka mereka adalah pecundang." Ucap Beatrice yang mengejutkan seluruh anggota keluarga.
Beatrice meminta Marrie mengajak dua adiknya untuk pergi ke kamar. Beatrice ingin berbicara serius dengan Nania dan Julien's. Pembicaraan orang dewasa yang tentu tidak elok untuk didengar oleh anak-anaknya.
__ADS_1
Marrie langsung menjalankan tugas dari Beatrice. Dengan segera Marrie membawa kedua adiknya menuju kamar. Dimana Marrie langsung mengajak kedua adiknya itu untuk bermain bersama.
Beatrice duduk disamping Nania yang mulai gugup. Dengan tatapan kosong yang ditunjukkan oleh Nania. Beatrice membuat Nania semakin gugup. Terlebih tatapan polos itu tentu memiliki arti tersendiri.
"Apa hukuman yang ingin kamu berikan pada kami?" Tanya Julien's pada Beatrice.
Beatrice mengangkat bibir kanannya. Terlihat jelas wajah antagonis dari seorang Beatrice yang seperti seekor singa yang hendak menerkam mangsanya.
"Seharusnya kalian bercerai...."Ucap Beatrice menggantung.
Nania yang terkejut dengan ucapan dari Beatrice. Seketika mulai menangis. Dia tak ingin hal buruk itu terjadi. Mengingat Nania begitu mencintai Julien's.
"Sekalipun kamu memintaku untuk bercerai dari Nania. Aku tidak akan pernah melakukan itu. Aku dan Nania saling mencintai, jadi tidak mungkin kami melakukan itu." Tegas Julien's.
Beatrice kembali mengangkat bibir atasnya. Menunjukkan ulang wajah antagonis darinya.
"Dasar pecundang. Selalu menghindari hukuman dari yang telah disepakati. Tak ayalnya seorang penjahat yang tidak mau dimasukkan kedalam penjara." Ucap Beatrice dengan cukup tegas.
"Bedakan konteks hubungan aku dengan penjahat. Dua hal yang berbeda, tidak sama." Julien's mulai marah.
__ADS_1
"Tapi kalian sama-sama pecundang." Timpal Beatrice dengan cepatnya.
Melihat Beatrice dan Julien's adu mulut. Nania langsung berinisiatif untuk melerainya. Nania menahan Julien's untuk tidak berbicara lagi. Dimana pertikaian antara Julien's dan Beatrice langsung mereda. Nania meminta Beatrice melanjutkan ucapannya yang masih menggantungkan tadi. Nania ingin tahu, hukuman apa yang hendak diberikan oleh Beatrice pada Nania dan Julien's.
Akhirnya Beatrice melanjutkan ucapannya yang tertahan tadi. Beatrice tidak meminta Julien's dan Nania untuk bercerai. Tapi Beatrice meminta Nania dan Julien's untuk tidak bertemu satu sama lain selama 1 minggu. Lebih dari itu, Beatrice meminta Nania untuk tinggal di rumah ibu Julien's sebagai pembantu disana.
Ide gila yang langsung ditolak oleh Julien's. Mana mungkin bisa Julien's harus berpisah rumah dari Nania. Itu cukup berat, juga walaupun jarak dari rumahnya dengan rumah ibunya tidak terlalu jauh. Tapi di rumah ibunya Julien's tidak akan bisa bebas bermesraan dengan Nania. Sebab ada ibunya sendiri serta Alex. Itu bukan ide yang bagus untuk Julien's.
Daripada harus bercerai sepenuhnya dari Julien's. Nania menganggap permintaan dari Beatrice itu cukup masuk akal. Hingga Nania menerima saja permintaan dari Beatrice tersebut. Sekalipun Julien's dengan tegas menolak penawaran yang diajukan oleh Beatrice tersebut.
"Aku pikir itu bagus Julien's. Kita masih tetap bisa bersama, mungkin kita akan kehilangan komunikasi secara sentuhan dalam satu minggu itu. Tapi kita tetap akan bisa berkomunikasi lewat panggilan telepon maupun video. Aku pikir itu tidak buruk." Terang Nania mencoba meyakinkan Julien's.
"Tapi aku tidak bisa harus jauh dari kamu Nania. Aku pikir itu ide gila. Aku akan kehilangan momen kebersamaan kita. Satu minggu adalah waktu yang cukup akan membuatku tersiksa jauh dari kamu." Jelas Julien's.
"Ini tidak lama Julien's. Aku pikir satu minggu bisa kita lewati dengan mudah. Daripada harus berpisah selamanya. Aku pikir ini tidak buruk." Jelas Nania sambil memohon.
Akhirnya Julien's pun mengalah. Dia mau untuk menerima tawaran dari Beatrice tersebut. Dia akhirnya mengizinkan Nania untuk menjadi pembantu rumah tangga di rumah ibunya. Dimana pembantu di rumah ibunya sedang pulang kampung, sehingga terjadi kekosongan disana.
Tujuan Beatrice meminta Nania untuk menjadi pembantu disana adalah untuk membuat Nania semakin tertekan. Ibu Julien's yang juga merupakan mertua dari Beatrice adalah seseorang yang membenci Nania. Terlebih dengan cerita fiktif yang Beatrice buat akan Nania. Semakin menambah kebencian dari ibu mertuanya. Hingga Nania siap-siap saja untuk menerima semua tindakan yang mungkin akan dilakukan oleh ibu mertua Beatrice.
__ADS_1
Julien's yang mencium aroma kejahatan yang sedang disusun oleh Beatrice. Sebenarnya masih belum ikhlas seratus persen akan penawaran yang diberikan Beatrice. Dia pikir ada sesuatu yang mungkin Beatrice rahasia akan maksud dan tujuannya tersebut. Mengingat Beatrice yang licik, dipenuhi dengan hal-hal yang kotor. Beralasan jika Julien's merasa ada sesuatu yang Beatrice sembunyikan akan tujuan dari penawaran yang diberikan olehnya. Walaupun Julien's juga tidak ingin, opsi kedua dipilihnya.