SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
THOMAS BERTEMU DENGAN OSCAR DI DEKAT APARTEMEN MILIK THOMAS


__ADS_3

Sebuah apartemen yang menjadi pelanggan dari restoran Julien's. Ternyata adalah tetangga dari Thomas. Apartemen milik pelanggan itu berada tepat di samping kanan apartemen dari Thomas.


Siang itu pelanggan dari restoran Julien's itu memesan makanan di restoran Julien's. Dia memesan banyak makanan dengan jumlah yang besar. Hingga Oscar harus mengantar makanan itu menggunakan mobilnya.


Jerome meminta Oscar untuk mengantar makanan itu ke pelanggan yang berada di dekat apartemen Thomas. Oscar yang tidak mengetahui pelanggan itu berada di dekat apartemen dari Thomas. Tanpa ada rasa takut, maupun canggung. Bersemangat untuk mengantar makanan itu menuju apartemen miliknya.


Oscar membawa semua makanan itu ke dalam mobilnya. Dengan perasaan penuh semangat dan suka cita. Oscar membawa mobil miliknya menuju apartemen milik pelanggan restoran itu.


Setibanya di parkiran apartemen, Oscar membawa semua pesanan dari pelanggan restoran itu menuju apartemen. Mungkin ini bukan pelanggan pertama dari Oscar di hari ini. Tapi Oscar tetap merasa bahagia untuk mengantar makanan itu sampai di apartemen milik pelanggan itu.


Apartemen pelanggan itu berada di lantai atas. Hingga Oscar harus menggunakan layanan lift untuk menuju apartemen tersebut. Senyum dari Oscar tak pernah hilang. Dia terus tersenyum sepanjang perjalanan menuju apartemen milik pelanggan itu.


Baru akan menuju apartemen pelanggan itu. Oscar langsung dikejutkan dengan keberadaan dari seorang Thomas. Dia telah berada di depan apartemennya dengan wajah cukup kesal. Terlebih melihat seragam dari seorang Oscar. Tentu Thomas makin meradang.


"Kamu sudah pulang dari Toulouse?" Tanya Thomas begitu kesal.


Oscar tak mampu menutupi lagi kebohongan darinya. Terlebih dengan seragam yang dikenakan olehnya. Tentu tidak bisa dimaafkan lagi untuk Thomas. Pasalnya Oscar telah membohongi Thomas yang mengajak Oscar untuk bertemu dengan Nick.


"Saya pikir kamu akan selalu jujur sama saya. Tapi ternyata kamu pandai juga membohongi saya." Ungkap Thomas semakin terlihat kecewa.


"Maafkan saya pak." Oscar tetap tak mampu menatap wajah Thomas.


Pelanggan dari restoran Julien's yang telah menunggu makanan miliknya. Keluar dari apartemen miliknya. Dia membuka pintu apartemennya. Lalu menghampiri Oscar yang memang mengenakan seragam dari restoran Julien's.

__ADS_1


"Maaf, apakah ini adalah pesanan dari saya?" Tanya si pelanggan tersebut.


"Iya, ini pesanan bapak." Ucap Oscar memberikan makanan itu pada pelanggan tersebut.


Pelanggan itu lalu membawa makanan miliknya. Tanpa mengucapkan terima kasih atau memberikan tips untuk Oscar. Dia berjalan pergi begitu saja. Mungkin dia bukan orang yang royal, sehingga dia enggan memberikan uang tips pada Oscar.


"Jadi kamu sekarang bekerja di restoran chef Julien's?" Tanya Thomas.


"Iya pak. Saya menjadi kurir di restoran pak Julien's." Jawab Oscar tetap menunduk.


"Saya pikir, saya harus lebih pintar lagi. Terutama dalam hal berbohong. Sebab saya tidak terlalu pintar dalam hal berbohong seperti kamu. Kamu harus ajarkan saya berbohong seperti ini." Terang Thomas menyindir Oscar.


"Sekali lagi saya minta pak." Oscar memohon maaf pada Thomas.


"Satu syarat apa pak?" Tanya Oscar dengan sedikit bingung.


"Kamu harus mendapatkan photo bugil dari anak chef Julien's. Dengan seperti itu, saya akan maafkan kamu. Belum lagi dengan uang yang akan saya berikan pada kamu. Saya janji Oscar." Balas Thomas.


Oscar begitu terkejut dengan permintaan dari Thomas itu. Pasalnya Thomas masih menginginkan Oscar melakukan hal yang menurutnya tidak pantas di lakukan. Oscar belum tentu mau untuk melakukan itu. Mengingat Oscar mulai memiliki rasa pada Marrie.


"Tapi pak...." Oscar mengelak.


"Tapi kenapa? Kamu tidak mau!" Bentak Thomas.

__ADS_1


"Saya tidak bisa pak." Ucap Oscar dengan tegasnya.


Satu tamparan keras, langsung dilayangkan Thomas di pipi kanan seorang Oscar. Tamparan keras itu memang tidak sakit, tapi sedikit melukai hati seorang Oscar. Pasalnya tamparan itu menjadi pertanda dari seorang Thomas yang memang seorang yang jahat. Memaksakan suatu hal yang sebenarnya tidak baik pada Oscar.


"Saya sudah memberikan banyak uang pada kamu. Saya menolong kamu. Terus kamu menolak perintah dari saya. Apa karena kamu telah bekerja di restoran chef Julien's? Apa karena itu!" Bentak dari Thomas sambil menunjuk ke arah wajah Oscar.


"Bukan. Tapi karena saya jatuh cinta sungguhan pada Marrie." Jawab Oscar dengan begitu meyakinkan.


Thomas terkejut dengan ucapan dari Oscar tersebut. Lalu dia tertawa. Remaja seperti Oscar mengatakan cinta, adalah yang aneh untuknya. Itu bukan cinta, tapi rasa suka sesaat yang sebenarnya masih bisa di hilangkan. Tidak ada cinta untuk remaja seperti Oscar. Tidak ada! Bagi seorang Thomas.


Thomas meminta Oscar untuk tidak mengatakan rasa cinta itu. Sebab cinta itu hanya akan membuat Oscar menjadi seorang yang buta. Buta akan realitas dan kenyataan yang seharusnya di pilih oleh Oscar.


"Kamu bilang itu cinta? Apa kamu yakin itu adalah cinta?" Thomas bertanya pada Oscar.


"Saya pikir itu cinta. Sehingga saya tidak berani melakukan itu pada dia." Balas Oscar dengan begitu meyakinkan.


"Remaja seperti kamu tidak tahu tentang cinta. Semuanya hanya bias semata, kamu harus sadar itu." Tegas Thomas pada Oscar dengan suara tinggi.


Tak hanya kecewa akan penolakan yang di lakukan oleh Oscar. Tetapi Thomas juga begitu kecewa akan Oscar yang lebih memilih untuk menjadi kurir di restoran Julien's. Padahal sebelumnya, Thomas sempat menawarkan Oscar untuk bekerja sebagai pelayan. Tapi Oscar menolak tawaran tersebut. Dia lebih memilih menjadi seorang kurir pengantar makanan di restoran Julien's.


Thomas yang sudah tidak percaya lagi pada Oscar. Akhirnya memilih untuk pergi meninggalkan Oscar. Di hari ini, Oscar akan resmi masuk ke dalam daftar musuh dari seorang Thomas. Daftar musuh yang akan terus Thomas kejar untuk di jadikan bahan kejahatan darinya. Thomas bersumpah akan membuat Oscar menderita seperti dirinya yang di buat menderita oleh Julien's.


Oscar tak merespon semua sumpah serapah yang diucapkan oleh Thomas. Dia lebih memilih diam dengan pandangan yang terus mengarah ke arah bawah. Dia tak mampu menatap wajah Thomas yang begitu marah kepada dirinya. Mungkin ini kali pertama bagi seorang Oscar melihat wajah Thomas marah. Semenjak pertemuan pertama mereka beberapa minggu yang lalu.

__ADS_1


Nasi sudah menjadi bubur. Mungkin ini jalan cerita yang harus Oscar terima. Kenyataan pahit akan hidupnya yang kehilangan kepercayaan dari seorang Thomas. Begitu juga dengan segala bantuan dari Thomas. Kini Oscar benar-benar sendirian. Tak ada lagi sosok Thomas yang senantiasa membantu dirinya. Begitu juga sebaliknya, Oscar yang sudah tidak mungkin lagi menjadi kaki tangan Thomas dalam menghancurkan Julien's.


__ADS_2