SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
MARRIE KEMBALI DEKAT DENGAN SEORANG PRIA


__ADS_3

Thomas kembali menjenguk Nick di ruang tahanan. Tak seperti sebelumnya, Thomas membawa makanan untuk Nick. Kini dengan tangan kosong, Thomas menjenguk Nick.


Setelah lolos di ruang pemeriksaan. Thomas akhirnya dipersilakan masuk kedalam ruangan yang dikhususkan untuk para anggota keluarga menjenguk para tahanan. Thomas tak sabar bertemu dengan Nick untuk mendapatkan intruksi dalam menghancurkan restoran Julien's.


setelah menunggu cukup lama. Akhirnya Nick masuk kedalam ruang untuk bertemu dengan Thomas. Tanpa borgol yang mengikat kedua tangannya. Nick nampak begitu kusam. Matanya merah, dengan kantong mata yang bergelambir.


Melihat Thomas ada dihadapannya, Nick langsung menarik kerah baju Thomas. Dengan ekspresi marah, Nick menanyakan apa yang telah Thomas lakukan untuk membuat restoran Julien's bangkrut. Tetapi yang belum melakukan apapun, tak dapat menjawab pertanyaan dari Nick. Dia hanya berjanji pada Nick untuk melakukan tindakan sesuatu agar restoran Julien's diambang kebangkrutan.


Mendengar janji yang diucapkan oleh Thomas. Nick melepaskan genggaman tangannya di kerah baju Thomas. Dengan segera Nick kembali duduk di kursinya.


Melihat Thomas yang masih berdiri. Nick dengan ucapan kasarnya meminta Thomas untuk duduk. Dengan wajah penuh ketakutan, Thomas akhirnya duduk. Wajahnya tak dapat menatap wajah seram Nick. Thomas hanya sanggup menunduk. Dengan kaki yang gemetaran.


"Apa rencana kamu selanjutnya?" Tanya Nick dengan tegas.

__ADS_1


Melihat Thomas terus menunduk. Dengan kasarnya, Nick mengangkat kepala Thomas untuk bisa berdiri tegap.


"Kenapa kamu menunduk saja! Gimana kamu berani untuk melakukan tindakan lebih frontal lagi. Kamu sendiri saja seperti ini." Bentak Nick pada Thomas.


Thomas akhirnya dengan perlahan mampu menatap wajah Nick yang terlihat masih kesal padanya.


"Coba ceritakan, apa rencana kamu selanjutnya?" Tegas Nick.


"Maksud kamu seperti apa?" Tanya Nick bingung.


"Saya pikir kita bisa menghancurkan Julien's dari dalam. Misalnya lewat keluarga dia sendiri." Lanjut Thomas.


"Saya tanya dari kamu itu caranya. Saya tidak butuh omongan bertele-tele seperti itu. Apa langkah kamu selanjutnya. Bukan ucapan filsuf yang panjang lebar." Bentak Nick kembali.

__ADS_1


"Iya maksud saya, kita bisa permainkan Julien's dengan keluarganya sendiri. Sebab sulit rasa untuk menghancurkan restoran Julien's saat ini. Julien's sudah melakukan pengawasan yang cukup ketat di restorannya sendiri." Ujar Thomas.


"Tapi apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Nick penasaran.


"Saya akan membuat anak sulung Julien's semakin bandel. Seseorang akan saya suruh untuk memacari anak Julien's yang masih remaja itu. Tindakan nakal yang dilakukan olehnya, bisa membuat Julien's pusing. Sehingga Julien's akan dilanda dilema besar." Terang Thomas.


Nick memikirkan sejenak ide dari Thomas tersebut. Dari wajah bingung, perlahan senyum jahat Nick mulai nampak. Nick sepertinya setuju dengan ide yang dibuat oleh Thomas. Mengingat ide Thomas tersebut tetap pada koridor yang sama. Tetap untuk menghancurkan Julien's. Sehingga Nick pun setuju dengan apa yang direncanakan oleh Thomas pada Julien's.


"Bisa juga hal itu kamu lakukan. Kita bisa menyerang psikis Julien's lewat anak gadisnya. Tapi kamu harus pastikan ide ini berhasil. Sebab jika tidak. Kamu tahu akibatnya." Ancam Nick pada Thomas.


"Baik pak. Saya akan berusaha membuat rencana kita berhasil. Saya pun ingin melihat kehancuran dari keluarga chef Julien's. Terutama chef Julien's yang berlaku tidak adil pada saya." Janji Thomas.


Nick begitu sumringah melihat semangat yang ditunjukkan oleh Thomas. Dia begitu bahagia Thomas bisa semangat untuk bergabung dengannya dalam menghancurkan Julien's.

__ADS_1


__ADS_2